Romo Agustinus Sunarya Sumarta,SVD

P. Agustinus Sunarya Sumarta, SVD lahir di Sleman (Daerah Istimewa Djogjakarta), 6 September 1973. Terlahir sebagai anak ke 5 dari 8 bersaudara, pendidikan formalnya, dari Sekolah Dasar hingga SMA, dijalani di “Pangudi Luhur” – Sedayu. Pada tahun 1992, setamat SMA, beliau memutuskan untuk Menempuh jalan hidup imamat. Sambil mengenang awal perjalan hidup panggilannya, ia mengatakan, ”Tidak ada di benak saya niatan untuk menjadi seoarang Imam, namun karena propaganda kakak saya (seorang imam Keuskupan Semarang) yang mengatakan bahwa pendidikan di seminari itu sangat bagus, maka ada keinginan saya untuk mencobanya, walaupun cita- cita saya pada waktu itu adalah menjadi dokter. Saya mendapat pengetahuan tentang SVD dari brosur yang diberikan oleh P. Piter Sarbini, SVD. Tekad saya semakin kuat menjadi SVD sampai akhirnya saya mendatangi Postulat “Stella Maris” di Malang dan menyampaikan keinginan menjadi seorang Imam.”

Romo Agustinus Sunarya Sumarta,SVD
Dengan tekad itulah, pada tahun 1992 ia memasuki tahun awal pendidikan imam biarawan SVD di Postulat “Stella Maris” Malang, dilanjutkan di Novisiat “Roh Kudus” Batu hingga mengikrarkan kaul pertama di tahun 1995. Selanjutnya, ia menjalani pendidikan akademis di STFT “ Widya sasana” Malang sampai tahun 1999. Beliau menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Dolog Sanggul – Sumatra Utara, tepatnya di Paroki “St. Fidelis” (1999-2000). Setelah mengikrarkan kaul kekal tahun 2000 dan menjalani masa Diakonat di Gereja Katedral Malang, Ia ditahbiskan menjadi Imam Serikat Sabda Allah pada tahun 2000. Perutusan misi di Kalimantan Tengah, awalnya di Gereja Katedral dan beralih ke Paroki “St Freinademetz” – Katingan, sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Di tengah-tengah karya pelayanan misi bersama umat, beliau juga mempunyai ketertarikan di bidang Informatika Tehnologi (IT), seperti pembuatan film-film documenter. Hal-hal praktis juga dipelajari dan dihidupi dalam kesehariannya, sehingga ia juga menggeluti bidang pembangunan Gereja, pengembangan soisal ekonomi umat, pendampingan Generasi Muda (OMK) Paroki, pendamping anak-
anak Sekolah Minggu (SekaMi), Legio Maria, pendampingan mahasiswa, dan sebagainya. Rasa bersyukur bahwa talentanya dapat dikembangkan semaksimal mungkin dan terarah demi kebaikan umat bersama. Karenanya ia mengatakan; ”Saya bangga menjadi SVD karena SVD memberikan ruang kepada saya untuk mengembangkan segenap kemampuan dan talenta yang saya miliki dalam pelayanan misi di tempat yang sulit di mana orang belum mengenal Allah yang kita imani bersama. Pelayanan di Katingan misalnya, banyak sekali tantangan yang akan dihadapi ketika bermisi. Beberapa kesulitan yang utama adalah tantangan medan/alam yang berat, ekonomi yang belum maju , kedalaman iman umat yang kurang, pendidikan anak dan sekolah–sekolah yang kurang diperhatikan dan lain- lain.”

Ketika di tanya tentang harapannya, beliau mengatakan; ”Harapan saya untuk misionaris masa kini harus mempunyai mental yang kuat, motivasi yang sungguh untuk menjadi seorang misionaris. Hendaknya kita menimba semangat dari para misionaris awal. Masalah yang kita hadapi sekarang adalah sulitnya proses pemindahan sumber daya manusia, sepertinya semangat siap sedia diutus kemana saja yang menjadi kekhasan anggota SVD sudah mulai luntur. Saya mengharapkan di panti-panti pendidikan menekankan lagi spiritualitas misionaris SVD dan menyadari akan tugas dan tanggungjawab sebagai Misionaris. Proses kaderisasi pembinaan untuk komisi-komisi, ekonom, secretariat, dan lain-lainnya diharapkan dapat ditingkatkan agar kinerja Serika menjadi lebih optimal dan lebih tepat sasaran” Akhirnya, sambil mengungkapkan harapannya, beliau berpesan; “Mari kita senantiasa berdoa untuk Serikat kita agar semangat pendiri kita senantias ada dalam hati kita masing-masing. Jaga selalu hatimu saat jauh dari Tuhan, saat mengalami kesulitan dan tantangan; tunggulah, Tuhan Allahmu akan datang kembali menolong-mu karena IA tak akan pernah menutup mata untuk mu”.

Br. Alexander Heri Irwanto SVD
Previous
Next Post »