TERPANGGIL DAN SENANG MENJADI KOSTER


Sosok tinggi besar yang selalu sigap mempersiapkan kebutuhan misa ini kerap dipanggil dengan nama “ Gaby”. Seorang ayah dari bocah 3 tahun yang bernama Emanuael Olaraya Witak ini adalah koster di Gereja St. Albertus Stasi Harapan Indah. Pak Gaby yang nama aslinya adalah Gabriel Geloir ini mulai berkarya di Gereja St. Albertus sejak tanggal 22 bulan Mei 2011. Pak Gaby terlahir sebagai anak ke 6 dari 7 bersaudara dari sebuah keluarga yang berada di daerah Lembata, Flores. Pendidikan SD sampai SMA di Flores dan pada tahun 1994 mencoba mengadu nasib ke Malaysia sebagai tenaga kerja Indonesia ( TKI ). Sepuluh tahun tinggal di Malaysia, berbuah lupa pada gereja. Ketika kembali ke Indonesia, ia bertandang kerumah saudaranya di Jakarta. Bersama saudaranya yang lain ia menyempatkan ke gereja di Kota Wisata Cibubur. Entah bagaimana awalnya, ia mendapat tawaran bekerja sebagai koster di gereja itu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ia menerima pekerjaan sebagai koster. Ia pun mendapat dukungan dari jajaran Dewan Paroki Cibinong, induk gereja stasi Kota Wisata.


Mengapa Pak Gaby langsung memutuskan untuk menerima tawaran bekerja sebagai koster ? Ia mengaku merasa tersentuh ketika melihat koster di paroki Cibinong yang ternyata adalah seorang muslim. “Kalau demikian halnya, kenapa tidak?”, pikirnya. Ia tersentak dan malu menyandang nama babtis Gabriel, setelah melihat seorang muslim yang bersedia menjadi koster melayani Tuhan Yesus. Akhirnya ia pun membatalkan niatnya kembali bekerja di Malaysia, dan memilih menjadi koster gereja. Pekerjaan itu dijalaninya dari tahun 2005 sampai akhir 2008.

Natal tahun 2008, ia meminta ijin untuk kembali ke kampung halaman. Bukan hanya itu, ada yang lebih penting, karena ia ingin membawa pulang gadis pujaan hatinya untuk diperkenalkan pada keluarganya. Di bilangan Cibubur, gadis ini dikenal sebagai putrid seorang haji. Namun cinta telah mempersatukan mereka, akhirnya ia menerima Sakramen Baptis sekaligus Sakramen Perkawinan di Flores. Theresia Angelica Yayan Rukianah, nama gadis itu. Kini ia selalu di panggil sebagai Ibu Gaby. Selain sebagai isteri yang setia mendampingi suami, ia juga seorang dokter yang kini berkarya di Flores sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari perkawinan ini Gaby dikaruniai seorang putra. Setelah dua tahun tinggal di Flores, Gaby kembali ke Jakarta. Suatu ketika, ia diajak oleh saudaranya yang lain pergi ke Kapel Seroja, Bekasi. Ia pun diajak ke Gereja St. Albertus. Saat itulah naluri mantan koster ini tergerak untuk dapat melayani Tuhan kembali. Melihat gereja St. Albertus yang belum sempurna dibangun, hatinya bicara, pastilah disini akan dibutuhkan seorang koster. Ia pun menyampaikan maksudnya kepada Dewan Stasi. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Romo Yoseph Jaga Dawan SVD berkenan menerimanya. 

Dari situlah awal perjalanan hidup sebagai koster gereja ditekuni kembali hingga sekarang. Meski baru dua tahun menjadi koster, banyak hal dan pekerjaan dilakukan. Ia merasa terpanggil dan senang dengan pekerjaan ini. Bekerja melayani Tuhan, menurutnya adalah sebagai ungkapan syukur atas semua anugerah yang telah diterimanya, termasuk seorang isteri dan buah hatinya. Sebagai koster gereja ia juga bergabung dalam organisasi Persaudaraan Koster se- Keuskupan Agung Jakarta (Pantera). Dalam organisasi ini, ia mengemban tugas sebagai Koordinator Koster se-Dekenat Bekasi.
Previous
Next Post »