Latihan Kepemimpinan Dasar OMK St. Albertus


Dengan tema Bertumbuh Dalam Iman, Melayani Dalam Persaudaraan”, kami Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Albertus memberanikan diri untuk mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) yang diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari para pengurus OMK setiap wilayah St. Albertus dan Sie Kepemudaan St. Albertus. Kegiatan ini diadakan pada akhir pekan tanggal 16-17 Maret 2013 yang lalu, di Wisma Samadi, Klender – Jakarta Timur. Sabtu pagi itu sekitar pukul 7, kami berkumpul di Gereja St. Albertus dan mendapat pesan dari bapak Albertus Simamora selaku Wakil dari Dewan Stasi, bapak Dias dari Bidang Pelayanan, juga bapak Petrus Bancin dari Bidang Kepemudaan, kemudian disusul dengan doa pembukaan yang mengiringi langkah kami menuju Wisma Samadi.


Sesampainya disana, segera kami memulai kegiatan awal dengan Ibadat Pembukaan yang dibawakan oleh para panitia. Kemudian sambutan dari para pendamping OMK, dilanjutkan sambutan dari Romo Yonas Manue Hunu, SVD selaku Pastor Moderator OMK yang juga langsung meresmikan kegiatan 2 hari 1 malam ini dan memulai sesi pertama mengenai “Yesus Sebagai Pemimpin”. Romo Yonas menjelaskan banyak hal mengenai Spiritualitas Pemimpin Kristiani. Yesus yang adalah contoh dari pemimpin Kristiani memiliki 6 semangat utama, yaitu Kasih, Kerendahan Hati, Ketekunan, Kebijaksanaan, Persatuan dan Kerjasama. Namun tanpa semuanya itu, yang terutama ialah Kasih, tanpa Kasih maka semua itu menjadi tidak berguna. Sesi kedua dibawakan oleh Kak Lini yang adalah salah seorang warga di Stasi St. Albertus dengan tema “Yuk Nulis!”. Sebenarnya menulis adalah suatu kegiatan yang menyenangkan, namun terkadang banyak hambatan dalam menumbuhkan niat untuk menulis, misalnya malas, tidak ada ide, dan banyak hambatan lain yang dikemukakan teman - teman OMK selama sesi kedua ini. Kak Lini membantu kami untuk belajar mencari ide dan menguraikannya menjadi sebuah tulisan inspiratif. Seusai sesi kedua, kami beristirahat untuk menyantap snack dan mandi sore. Sambil bercengkrama satu sama lain.


Sore harinya, kami melanjutkan sesi Ketiga bersama om Benyamin yang juga adalah warga Stasi St. Albertus. Om Ben memulai sesinya dengan memberikan games yang mengasah otak dan membuat kami menjadi antusias untuk mengikuti jalannya sesi Public Speaking yang ia bawakan. Berbagai teknik berbicara dan tips - tips untuk melakukan public speaking atau berbicara di depan umum disampaikan oleh om Ben dengan sangat baik. Setelah itu Ibu Christina Rantetana hadir dan membawakan sesi ke-empat mengenai “Politik dan Kebangsaan”. Beliau menjelaskan mengenai Peran OMK dalam Pembangunan Bangsa Indonesia dan berbagai cara untuk mewujudkannya. Ibu Christina yang adalah seorang Laksamana Pertama TNI dan Staf Ahli MENKO POLHUKAM ini membawa semangat nasionalisme yang selama ini telah tertanam dalam dirinya kepada kami para pemuda - pemudi Indonesia yang kelak akan meneruskan proses pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

 Malam hari pun tiba, saat makan malam pun telah dinanti - nanti. Segera kami menuju ruang makan dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan kami malam itu. Sekitar pukul tujuh, kami telah berkumpul lagi di dalam aula untuk memulai praktek debat mengenai masalah - masalah sosial yang saat ini banyak dihadapi masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah Ibukota Jakarta. Teknik Public Speaking dan juga Ilmu Nasionalisme yang kami dapat dari sesi sebelumnya membantu kami dalam mengikuti kegiatan ini. Bahasan yang sungguh menarik membuat kami para peserta begitu semangat untuk menyampaikan gagasan - gagasan kami dalam debat singkat malam itu. Seusai debat, kami menutup seluruh kegiatan kami pada hari pertama dengan ibadat Rosario bersama dan kemudian tidur malam.


Keesokan harinya pukul 5 pagi, kami membuka kegiatan di hari kedua dengan senam poco - poco dan gelak tawa karena tingkah teman - teman yang membuat gerakan seenaknya, kemudian mandi pagi dan sarapan, setelah itu games outbond yang menjadi tempat kami menyadari kemampuan kami dalam hal kerjasama, kreatifitas, dan banyak lagi. Setelah games outbond, kami kembali menuju ruang makan untuk mencicipi snack dan kemudian melanjutkan sesi kelima bersama om Aloysius Lukas Subekti yang sering dipanggil ALS tentang motivasi yang menggugah kami para OMK agar semakin bersemangat dalam mewujudkan harapan - harapan kami dalam perkembangan kehidupan bermasyarakat. Sesi terakhir dibawakan oleh bapak Andreas Tantri selaku Ketua Dewan Stasi, beliau menjelaskan tentang struktur organisasi di Stasi St. Albertus. Setelah itu kami pun sampai pada saat yang ditunggu - tunggu, yaitu pembagian sertifikat dan foto bersama.

Pada akhirnya, tibalah saatnya kami menutup seluruh rangkaian kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) 2 hari 1 malam ini. Kami segera menuju Kapel St. Maria Dipamarga yang terletak diatas aula Wisma Samadi untuk mengikuti Perayaan Ekaristi (Misa) Kudus di hari Minggu Prapaskah ke-4. Meski hujan angin dan guntur menggelegar, kami tetap berusaha mengikuti jalannya Misa Kudus dengan khidmat.

Puji syukur atas pengalaman yang sangat berharga ini, dan pasti akan sangat terkenang dalam hati kami masing - masing, bahwa Tuhan mengijinkan kami turut serta dalam kegiatan LKD ini. Semoga apa saja yang kami dapat melalui kegiatan LKD ini dapat kami gunakan dan kami teruskan bagi perkembangan tugas pelayanan kami didalam Gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tuhan senantiasa memberkati dan mendampingi kita semua. Amin :)

Yesi – Team Komsos St. Albertus
Previous
Next Post »