BABTIS ANTUTA


Pertumbuhan umat di Stasi Harapan Indah secara pelan tapi pasti. Dari pelaksanaan babtisan ke babtisan ada peningkatan yang signifikan. Jumlah “antuta” yang dibaptis pada minggu (28/04) lalu ada 27 anak termasuk 2 anak yang tertunda dibaptis pada kesempatan dua bulan yang lalu karena sesuatu hal.


Ibadat yang dimulai pada jam 10.30 wib saat itu dipimpin oleh Romo Yoseph Jaga Dawan, SVD dan dalam homilinya Romo Yoseph menyampaikan bahwa kita mengalami kasih Tuhan dengan kehadiran buah cinta dalam keluarga kita. Anak-anak milik Tuhan dan akan dikembalikan ke Tuhan dalam peristiwa pembaptisan ini. Kita semua sungguh bertanggung jawab bukan hanya hal-hal duniawi (membari makan dan uang jajan saja) tetapi yang lebih penting adalah kebutuhan rohaninya (berkembang dalam iman). Tuhan menyampaikan, perintah baru Kusampaikan kepadamu Hendaklah kamu saling mengasihi supaya orang tahu bahwa engkaulah murid-Ku.


Bagaimana anak-anak dapat bertumbuh dalam Iman kalau dirumah bapak ibunya ribut melulu (berarti ada setan di rumah), anak-anak sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang. Berkatilah anak-anak dan sebagai orang tua  siap bertanggung jawab. Pada saat kanonik calon pasangan suami istri selalu ditanyakan apakah anda siap menjadi orang tua (bapak/ibu). Yang sering terjadi jawabannya cepat sekali “kami siap Romo”, bahkan kami sangat rindu mempunyai keturunan. Yakin sekali punya keturunan ? Rindu boleh tapi semua tergantung anugerah dari Tuhan, lantas jika tidak punya keturunan apakah  terus bercerai ?


Konsekuensi dari pernikahan pertama-tama bukan hanya keturunan, meskipun tidak mempunyai keturunan tetap suami istri yang sah tidak dapat diceraikan. Sebagai orang tua hendaknya kita selalu berdoa, Tuhan terima kasih anak-anak ini anak-Mu, Tuhan kami serahkan dan kami siap bertanggung jawab sampai mereka menjadi dewasa dan berguna bagi Tuhan dan sesama.


Untuk Wali baptis juga harus siap dan bertanggungjawab , membimbing anak-anak dan harus mengajari mereka berdoa, agar rajin ke Gereja dan ikut Tuhan.  Tugas sebagai Wali Baptis bukan hanya pegang kepala selesai lalu makan-makan.

Hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu.

Lydia dan tim katekese St.Albertus
Previous
Next Post »