DARI STASI KE PAROKI, SEBUAH JALAN


23 Juni 1996 menjadi hari yang bersejarah bagi umat Stasi Harapan Indah. Hari itu, status wilayah Arcadius Paroki Kranji berubah menjadi Stasi Harapan Indah.


Tujuh belas tahun berlalu, jumlah umat makin berkembang. Stasi Harapan Indah sudah memiliki bangunan gereja yang megah dengan kapasitas yang besar. Tercatat ada sekitar 6.000 jiwa umat Stasi Harapan Indah. Dengan berbagai kebutuhan dan perkembangan, pemikiran untuk menjadi sebuah paroki semakin tak terbendung.

29 April 2013 lalu menjadi hari yang bersejarah bagi umat Stasi Harapan Indah. Inilah kali pertama diadakannya sosialisasi peningkatan status dari stasi menjadi paroki. Umat lingkungan Arcadius 1 berkesempatan mendapat giliran pertama.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dewan Stasi Harian , Dewan Paroki Harian, dan seluruh umat lingkungan Arcadius 1. Diawali dengan pengantar yang disampaikan Romo Yoseph Jaga Dawan, SVD, kemudian disambung pemaparan materi oleh Romo Yonas Haumetan, SVD dan Bapak Andreas Tantri sebagai Ketua Dewan Stasi. Sesi tanya jawab berlangsung dengan penuh antusiasme.

Dari pemaparan ini, kita sebagai umat Stasi Harapan Indah mendapat pandangan baru. Berubah dari sebuah stasi menjadi sebuah paroki bukan gengsi semata. Perubahan ini membawa tanggung jawab besar, bagaimana kita sebagai bagian dari Gereja mampu berperan aktif untuk menjadi Gereja yang hidup.



Hasil jajak pendapat melalui pemungutan suara menunjukkan kesiapan umat untuk menjadi sebuah paroki. Dengan perencanaan yang matang dan kebulatan hati serta diiringi untaian doa, semoga perjalanan ini dapat kita lalui bersama.

Lini – Team Komsos St.Albertus
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon