MALAM PASKAH 2013 BERSAMA USKUP


Rangkaian upacara Tri Hari Suci Paskah di Gereja St. Albertus Harapan Indah dipadati oleh ribuan umat.  Misa Kamis Putih, Ibadat Jumat Agung hingga Malam Paskah dan Minggu Paskah semua penuh baik oleh umat dari Harapan Indah maupun umat yang berasal dari wilayah seputar Harapan Indah. Misa Kamis Putih diselenggarakan 2 kali misa. Ibadat Jumat Agung(29/3) juga diselenggarakan 2 kali ibadat. Puncak kehadiran umat adalah pada saat Ibadat Jumat Agung yang dipimpin oleh Romo Yonas Manue Hunu,SVD. Bangku yang disediakan panitia sejumlah 6500 tidak mampu menampung umat sehingga digelar bangku bakso sekitar 500 buah sehingga dalam ibadat itu diperkirakan umat yang hadir sejumlah 7000 umat.


Ibadat Jumat Agung  ini berlangsung secara hikmat dan meriah ini antara lain diisi dengan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus yang dibawakan dengan nada lagu Pasio oleh empat orang secara bersahutan. Sesi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus yang dirangkaikan  dengan pembukaan kain ungu selubung salib dan penciuman salib oleh seluruh umat yang memenuhi gereja yang berdiri megah di Stasi Harapan Indah.

Selama perayaan Ibadat Jum'at Agung tidak ada tanda salib yang biasanya dilakukan bila mengawali misa, selama misa dan juga diakhir misa. Namun demikian masih ada beberapa umat yang belum memahami hal ini atau lupa tanpa sengaja sehingga masih ada yang membuat tanda salib.

Puncak rangkaian perayaan ini adalah pada malam Paskah dimana Tuhan Yesus telah bangkit.  Beruntung bagi umat Stasi Harapan Indah  yang dapat merayakan Misa Paskah bersama Uskup pemimpin umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) MGR. Ign. Suharyo.  Dalam kesempatan ini Bapa Uskup hadir tanpa pengawalan khusus, diantar Pak Leo yang selalu setia mengantar beliau kemana saja menggunakan mobil bernomor polisi B 22 KAJ. Tim keamanan ALB (Albertus) menyambut kedatangan beliau di Gerbang utama Kota Harapan Indah dan menghantarkannya sampai masuk ke  gerbang gereja.


Setidaknya ada 6000 umat yang hadir dalam Misa Malam Paskah yang dipimpin oleh MGR. Ign. Suharyo. Mungkin bila saat itu tidak diguyur hujan lebat tentu umatnya yang hadir akan lebih banyak lagi jumlahnya. Semangat umat untuk hadir sungguh terasa, meskipun hujan lebat sempat mengguyur Bekasi sejak sekitar pukul 15.00 WIB, hal tersebut tidak mengurangi niat ribuan umat untuk memenuhi bangku-bangku baik di dalam gereja, maupun kursi-kursi yang disediakan di bawah tenda besar yang mengelilingi sisi kiri, kanan maupun depan gereja.

Misa Malam Paskah yang dimulai tepat pukul 17.00 diawali dengan perarakan putra altar, diakon, petugas liturgi dan Uskup Agung, Ignatius Suharyo yang didampingi pastor Yonas Manue Hunu,SVD. Sementara itu terlihat beberapa fotografer yang tergabung dalam Albertus Photo Club ( ALTO Club ) yang dikelola oleh Seksi Komsos dengan sigap mengambil momen-momen penting untuk kepentingan dokumentasi gereja. Prosesi terus berlanjut hingga di pintu masuk gereja, Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo memberkati Lilin Paskah yang besar dan menyalakannya sebelum diarak masuk ke dalam gereja yang saat ini merupakan gereja terbesar di Bekasi ini.

Pada saat homili Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo dalam pesan Paskahnya di Gereja St. Albertus Harapan Indah Bekasi, mengajak seluruh umat Katolik dalam merayakan Paskah agar belajar dari orang-orang kudus gereja, seperti Bunda Theresa dari Calcuta yang hidupnya sebagian besar diperuntukan bagi kaum papa dan menderita. Bapa Uskup menceritakan bahwa Bunda Theresia sebagai biarawati sejak tahun 1948 menjalani pelayananya dengan suka cita. Pada suatu hari beliau mengalami Paskah pribadi, saat pulang dari gereja beliau bertemu dengan orang tua renta yang sudah sakit parah dan menemaninya hingga meninggal dunia. Sejak saat itu seluruh hidup Bunda Teresa dibaktikan untuk orang miskin dan sakit. Saat menerima hadiah Nobel Perdamaian, bunda Theresia lebih suka tidak ada pesta karena biaya pesta tersebut dapat digunakan untuk member makan 400 orang selama satu tahun.
Selama masa puasa, umat Kristiani diajak untuk berpantang plastik, steriofom dan melakukan penghematan listrik dengan turut serta merayakan hari bumi pada tanggal 23 Maret yang lalu dengan mematikan listrik selama satu hingga dua jam di seluruh gereja, biara dan pastoran yang tujuannya untuk memperbaharui bumi. Hal ini senada dengan lomba dekorasi GREEN EASTER Paskah 2013 yang diikuti oleh Gereja St. Albertus. Panitia Paskah dalam hal ini seksi dekorasi yang dimotori oleh Ibu Hetty Tisano berjuang keras untuk melibatkan seluruh umat untuk terlibat dalam step-step pembuatan dekorasi Paskah ini.  Disaat terakhir tim dekorasi berkolaborasi dengan tim komsos menyusun sebuah sajian tulisan tentang perjalanan dari awal hingga akhir pembuatan dekorasi Paskah yang mana hal tersebut menjadi salah satu persyaratan dari lomba tersebut.


Seusai memimpin misa, Bapa Uskup berkenan menyapa dan menyalami umat. Beliau pun berkenan makan malam bersama .  Dalam kesempatan tersebut Tim Komsos berkesempatan menunjukkan Majalah SANCTUS edisi khusus Paskah, majalah tersebut merupakan embrio yang nantinya akan menjadi sarana komunikasi Gereja St. Albertus. Pada saat Bapa Uskup melihat penampilan majalah Sanctus sempat berkomentar dalam canda bahwa Majalah Sanctus akan bersaing dengan majalah Hidup sambil memandang Mas Panjikristo (kontributor majalah Hidup) .

Semoga semua akan indah tepat pada waktunya, selamat Paskah 2013

Hery – Tim Komsos St. Albertus

Previous
Next Post »