MISTAGOGIA BAGI BAPTISAN BARU (2)


Team Katakese kembali mengadakan pertemuan pendampingan iman (Mistagogia) bagi baptisan baru dewasa dan anak anak di gereja pada tanggal 21 April 2013 setelah misa kedua.   Pertemuan ini semula akan dibawakan oleh Romo Yonas, berhubung Romo Yonas harus membaptis antuta di Kranji, maka pertemuan dibawakan oleh Ibu Martha.   Pertemuan ini dihadiri oleh 29 orang Baptisan Dewasa dan 18 orang baptisan anak-anak, lebih banyak yang hadir dibandingkan pertemuan sebelumnya.


Pertemuan Mistagogia dibuka oleh ibu Vera dengan lagu pembukaan Ku cinta keluarga Tuhan , Ku kasihi Kau, Dengar Dia Panggil Namamu ,  untuk menambah semangat dan kebersamaan, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Ibu Lilis.   Ibu Martha mengingatkan kembali bahwa setiap orang yang menerima sakramen baptis berarti menerima 3 rahmat dari Allah yaitu Dosa dosanya diampuni/Menjadi Manusia Baru, diangkat menjadi Anak Allah dan diterima sebagai anggota gereja.   Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan dan harus senantiasa diperbaharui dengan doa pribadi, doa di lingkungan dan juga pelayanan di lingkungan ,  gereja.dan masyarakat.


Sebagai orang katolik, kita diwajibkan mempunyai Kitab Suci, Puji Syukur  dan Rosario.  Di dalam Puji Syukur banyak sekali doa-doa yang dapat kita doakan secara rutin , kita harus berdoa dengan penuh penghayatan dan hikmad.  Baptisan baru juga diingatkan untuk selalu belajar tentang pengetahuan iman seperti sakramen, firman Tuhan (Kitab Suci)  dan sepuluh perintah Allah tapi juga harus dipahami dan ada sharing dari beberapa peserta mengenai pemahaman sepuluh perintah Allah.

Di tengah tengah kegiatan ini, hadir Romo Yoseph memberilkan beberapa masukan dan saran saran bagi  para baptisan baru. Romo Yoseph sangat senang dengan adanya kegiatan pendampingan iman (mistagogia) di stasi albertus , karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan.  Romo juga mengingatkan pentingnya memahami makna 7 sakramen , perintah gereja dan sepuluh perintah Allah.  Pengetahuan itu penting  , dengan pengetahuan ini, kita akan lebih memahami dan mengimani  tetapi juga harus dikuti dengan perbuatan atau pengamalan karena “Iman tanpa perbuatan itu mati”  .  Pengamalan dari iman katolik ini dengan ikut serta di dalam pelayanan di gereja, lingkungan , kategorial dan masyarakat. 
Di akhir  pertemuan ini, Ibu Martha mengajarkan cara membuat tanda salib , sikap berdoa dan cara masuk ke gereja dengan tanda salib  dan cara berlutut yg benar.  Setelah itu ditutup dengan Doa.  Terakhir kali dibagikan surat baptis kepada masing –masing baptisan baru.  Bagi baptisan baru yang belum mengambil surat baptisnya, dapat mengambil di sekretariat .    
                                                                              
Lilis-Vera & team katakese 

Previous
Next Post »