3 Pria di tengah 14 Wanita Belajar Bersama

Banyak  orang  beranggapan menulis itu susah, namun sebaliknya  menulis itu bisa menjadi  mudah  jika kita mau melatih kepekaan disekeliling kita dengan menuangkannya  dalam bentuk tulisan juga dengan banyak membaca.  Bagi seorang pemula terkadang kita mengalami kesulitan untuk menuangkannya, berangkat dari permasalahan itulah maka  Komsos  St. Albertus  dalam rangka hari KOMSOS sedunia yg ke 47 mengadakan workshop menulis dgn tema “Menguasai benang kusut ide menjadi tulisan inspiratif” pada tgl 18 mei 2013 bertempat di Gereja St. Albertus bersama penulis buku Yuk Nulis  ibu G. Lini Hanafiah  founder komunitas yuk nulis.com


Peserta workshop lebih banyak diikuti oleh ibu-ibu dan bapak-bapaknya hanya ada tiga orang dari daftar hadir 17 orang . Pak Herybertus Wahyu Widodo selaku ketua Sie Komsos membuka acara pelatihan dilanjutkan dengan doa pembuka menandai dimulainya acara pelatihan jurnalistik. Dalam kata sambutannya beliau mengharapkan peserta yang hadir nantinya bisa menjadi kontributor  berita mewakili lingkungan masing-masing maupun kegiatan kategorial lainnya.   Pak  Petrus Urspon selaku Kabid Pewartaan juga menghimbau   agar peserta yang ikut pelatihan jangan puas sampai disini namun diharapkan  ikut  pelatihan berikutnya supaya tidak mengalami kesulitan  saat meliput berita nanti.

Dalam penyampaian materinya ibu Lini terlihat santai dengan tujuan agar suasana pelatihan tidak tegang. Namun  siang itu para peserta sangat antusias dan itu terlihat dari pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai bagaimana cara menulis . Saat itu juga hadir seorang penulis buku dan kontributor majalah Hidup yaitu  Panjikristo yg siang itu juga berkesempatan sharing tentang bagaimana menulis liputan yang baik.

Dijelaskan oleh ibu Lini bahwa dalam menulis kita tidak perlu takut tapi menulislah apa yang ada dipikiran kita dengan hati. Menulis juga mempunyai rumus  seperti  halnya pelajaran matematika, dalam menulis berita yang harus kita ingat adalah rumus  5 W 1 H yaitu :  who , what, when, where, why, how  maksudnya sebelum menulis kita harus pikirkan siapa, apa, kapan, dimana, mengapa  dan rumus itu bisa kita bolak-balik sesuai tema yg kita angkat . Jika kita ingat rumus itu maka dalam menulis berita akan mengalir sesuai dengan  fakta yang ada.

Mas Panjikristo  juga menambahkan bahwa kita  harus selalu ingat 3 M yaitu : membaca, membaca, membaca  dan terus banyak membaca   serta menulis, menulis , menulis dan menulislah  sebanyak mungkin  karena dengan demikian akan  membuat kita menemukan banyak ide dan jangan takut salah dalam  menulis.

Dengan mengikuti  workshop Menulis yang singkat ini maka  diharapkan peserta akan semakin giat menulis dan tahu bagaimana menulis liputan yg baik  dan mau melanjutkan  ke tahapan berikutnya karena selain dalam rangka menyambut hari KOMSOS sedunia menurut Pak Herybertus selaku ketua KOMSOS St. Albertus juga berharap akan lahir banyak  para penulis liputan untuk mensuport  dan memenuhi kebutuhan berita yang akan dimuat untuk majalah SANCTUS  yang tidak lama lagi akan hadir ditengah-tengah  umat  Stasi Harapan Indah St. Albertus .

Selamat hari KOMSOS sedunia ke 47 .  salam Yuuk Nulis !

Ditha – Team Komsos St. Albertus







Previous
Next Post »