Rekoleksi Keluarga Lingkungan St Fransiscus Xaverius 3

Puji syukur pada Allah Bapa, akhirnya terlaksana juga rekoleksi keluarga untuk pertama kali lingkungan St Fransiscus Xaverius 3 Stasi Harapan Indah St Albertus. Kegiatan ini  dipersiapan intensif selama 3 bulan,terutama dalam hal dana yaitu  umat di harapkan menabung, kolekte doa rosario  bulan Oktober dan  diadakan penjualan barang-barang bekas yang kumpulkan dari umat, serta bantuan dari para donatur akhirnya biaya bisa terkumpul. Panitia sempat mengalami kegalauan karena pendamping rekoleksi  belum diperoleh. Semula pembicara yang diharapkan adalah Romo Yonas Manue Hunu SVD, berhubung beliau cuti, panitia berusaha mencari Romo pengganti dan baru diperoleh kesediaan dari Romo Agustinus Sunarya Adisumartha,SVD  satu minggu sebelum kegiatan rekoleksi tersebut. Puji Tuhan! Tanpa campur tanganNya semuanya tidak mungkin terjadi.
 
Rekoleksi ini  diadakan di Puncak Kana, Jl Puncak Simun, Desa Cibadak, Cipanas. Dan diikuti oleh 92 orang peserta terdiri dari 67 dewasa, 12 remaja dan sisanya anak-anak. Sebagian besar peserta berasal dari lingkungan FX 3 dan  terdapat beberapa umat dari lingkungan lain. Kegiatan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dewasa dan anak-anak. Kelompok anak-anak di pandu oleh Suster Zitha , KYM dan Suster Lidya KYM.
Dengan mengambil tema: Mengasihi Bukan Dengan Kata-kata Melainkan Dengan Perbuatan, Romo Naryo demikian beliau disapa, mengawali rekoleksi dengan trik sulap sederhana yang membuat umat  tertarik. Dalam sesi pertama, Romo Naryo mengajak kita menyadari bahwa kita adalah CITRA ALLAH, sehingga suami-istri, orang tua-anak mempunyai kesederajatan yang hakiki yaitu secitra dengan Allah, tidak ada yang lebih tinggi atau yang kurang. Kemudian dalam sesi berikutnya mempertegas bahwa masing-masing dari kita, dalam keluarga kita memiliki talenta yang telah Bapa anugerahkan untuk memberikan makna bagi diri kita. Oleh karena itu kita diminta mampu untuk mengetahui talenta yang ada, dan juga melihat talenta yang dimiliki oleh anggota keluarga kita. Sesi terakhir malam itu ditutup dengan sesi pertobatan, dimana kita diajak untuk menyadari bahwa Bapa Maha Pengasih dan Pengampun, oleh karena itu kita pun harus dapat mengasihi dan memaafkan serta juga berani meminta maaf di dalam keluarga. Dan malam itu ditutup dengan minuman hangat sekoteng dan jagung bakar.
 
Keesokan harinya setelah berolahraga dan bermain bersama anak-anak, dilanjutkan dengan sesi sharing kelompok, kita diajak untuk kembali menyadari siapakah suami atau istri atau orang tua atau anak bagi kita, dan mengapa kita harus mencintai mereka. Ternyata Romo Naryo suka sekali bermai sulap, Tiga buah tali yang terpisah lalu diikat masing-masing, tiba-tiba bisa menjadi satu ikatan besar. Hal itu merefleksikan bahwa dalam keluarga harus bersatu, kompak, tidak terpisah-pisah dan saling mendukung saling menyayangi untuk mencapai satu tujuan.
Sesi terakhir 'Duc in Altum' (Pergilah masuk ke bagian yang dalam), suatu permintaan agar kita tidak berhenti dalam permenungan namun berani menunjukan hasil permenungan singkat ini dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya rekoleksi ditutup dengan misa dan foto bersama.
Sungguh kegiatan ini menjadikan umat terutama FX 3 semakin mengenal satu sama lain, makin diperkaya dalam hidup rohani dan makin mencintai keluarga mereka masing-masing, Terima kasih bagi semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini. Masih banyak kekurangan disana sini, semoga menjadi pelajaran berharga buat kegiatan selanjutnya. Bravo FX 3 !
Yoh Koda/Agnes Anki





Previous
Next Post »