Bagi umat yang terpanggil untuk melayani di bidang Komunikasi Sosial Gereja silahkan bergabung bersama TIM KOMSOS St. Albertus ! Info hubungi 0811 9100 80 atau 0812 333 400 80
Latest Post

Senin, 29 April 2013

DARI STASI KE PAROKI, SEBUAH JALAN


23 Juni 1996 menjadi hari yang bersejarah bagi umat Stasi Harapan Indah. Hari itu, status wilayah Arcadius Paroki Kranji berubah menjadi Stasi Harapan Indah.


Tujuh belas tahun berlalu, jumlah umat makin berkembang. Stasi Harapan Indah sudah memiliki bangunan gereja yang megah dengan kapasitas yang besar. Tercatat ada sekitar 6.000 jiwa umat Stasi Harapan Indah. Dengan berbagai kebutuhan dan perkembangan, pemikiran untuk menjadi sebuah paroki semakin tak terbendung.

29 April 2013 lalu menjadi hari yang bersejarah bagi umat Stasi Harapan Indah. Inilah kali pertama diadakannya sosialisasi peningkatan status dari stasi menjadi paroki. Umat lingkungan Arcadius 1 berkesempatan mendapat giliran pertama.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dewan Stasi Harian , Dewan Paroki Harian, dan seluruh umat lingkungan Arcadius 1. Diawali dengan pengantar yang disampaikan Romo Yoseph Jaga Dawan, SVD, kemudian disambung pemaparan materi oleh Romo Yonas Haumetan, SVD dan Bapak Andreas Tantri sebagai Ketua Dewan Stasi. Sesi tanya jawab berlangsung dengan penuh antusiasme.

Dari pemaparan ini, kita sebagai umat Stasi Harapan Indah mendapat pandangan baru. Berubah dari sebuah stasi menjadi sebuah paroki bukan gengsi semata. Perubahan ini membawa tanggung jawab besar, bagaimana kita sebagai bagian dari Gereja mampu berperan aktif untuk menjadi Gereja yang hidup.


Hasil jajak pendapat melalui pemungutan suara menunjukkan kesiapan umat untuk menjadi sebuah paroki. Dengan perencanaan yang matang dan kebulatan hati serta diiringi untaian doa, semoga perjalanan ini dapat kita lalui bersama.

Lini – Team Komsos St.Albertus

Minggu, 28 April 2013

BABTIS ANTUTA


Pertumbuhan umat di Stasi Harapan Indah secara pelan tapi pasti. Dari pelaksanaan babtisan ke babtisan ada peningkatan yang signifikan. Jumlah “antuta” yang dibaptis pada minggu (28/04) lalu ada 27 anak termasuk 2 anak yang tertunda dibaptis pada kesempatan dua bulan yang lalu karena sesuatu hal.


Ibadat yang dimulai pada jam 10.30 wib saat itu dipimpin oleh Romo Yoseph Jaga Dawan, SVD dan dalam homilinya Romo Yoseph menyampaikan bahwa kita mengalami kasih Tuhan dengan kehadiran buah cinta dalam keluarga kita. Anak-anak milik Tuhan dan akan dikembalikan ke Tuhan dalam peristiwa pembaptisan ini. Kita semua sungguh bertanggung jawab bukan hanya hal-hal duniawi (membari makan dan uang jajan saja) tetapi yang lebih penting adalah kebutuhan rohaninya (berkembang dalam iman). Tuhan menyampaikan, perintah baru Kusampaikan kepadamu Hendaklah kamu saling mengasihi supaya orang tahu bahwa engkaulah murid-Ku.


Bagaimana anak-anak dapat bertumbuh dalam Iman kalau dirumah bapak ibunya ribut melulu (berarti ada setan di rumah), anak-anak sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang. Berkatilah anak-anak dan sebagai orang tua  siap bertanggung jawab. Pada saat kanonik calon pasangan suami istri selalu ditanyakan apakah anda siap menjadi orang tua (bapak/ibu). Yang sering terjadi jawabannya cepat sekali “kami siap Romo”, bahkan kami sangat rindu mempunyai keturunan. Yakin sekali punya keturunan ? Rindu boleh tapi semua tergantung anugerah dari Tuhan, lantas jika tidak punya keturunan apakah  terus bercerai ?


Konsekuensi dari pernikahan pertama-tama bukan hanya keturunan, meskipun tidak mempunyai keturunan tetap suami istri yang sah tidak dapat diceraikan. Sebagai orang tua hendaknya kita selalu berdoa, Tuhan terima kasih anak-anak ini anak-Mu, Tuhan kami serahkan dan kami siap bertanggung jawab sampai mereka menjadi dewasa dan berguna bagi Tuhan dan sesama.


Untuk Wali baptis juga harus siap dan bertanggungjawab , membimbing anak-anak dan harus mengajari mereka berdoa, agar rajin ke Gereja dan ikut Tuhan.  Tugas sebagai Wali Baptis bukan hanya pegang kepala selesai lalu makan-makan.

Hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu.

Lydia dan tim katekese St.Albertus

Senin, 22 April 2013

Rekoleksi Orang Tua dan Wali Baptis Antuta


Minggu (21/4) siang hari, sebanyak 25 pasang orang tua dan wali baptis Antuta (anak di bawah tujuh tahun) mengikuti rekoleksi yang diadakan di Aula Gereja Santo Albertus - Harapan Indah Bekasi. 


Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Ibu P.C.S. Rosita selaku Koordinator Baptis Antuta. Sementara rekoleksi dibawakan oleh Bapak Theodorus Haridianto dari Team Katekese yang diawali dengan pemutaran lagu yang berjudul “Yang Terbaik Bagimu” dari Ada Band & Gita Gutawa dan “Bunda” dari Melly Goeslow, yang cukup membuat para orang tua dan wali baptis ikut terharu.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang : Jenis-Jenis Sakramen, Sakramen Baptis, Peranan Orang Tua, Peranan Wali Baptis dan Nama Baptis. Semoga dengan diadakannya rekoleksi ini bisa menjadikan bekal bagi para orang tua maupun wali baptis yang sedang mempersiapkan anak-anaknya untuk menerima Sakramen Baptis, dan supaya orang tua bisa lebih bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya agar bertumbuh dalam iman Katolik yang benar. Karena orang tualah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka.

Pada akhir acara Ibu Stella Lisa selaku Ketua Seksi Katekese memberikan pengarahan singkat kepada para orang tua dan wali baptis tentang teknis pelaksanaan proses pembaptisan yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 28 April yang akan datang.

Neli Apriyanti - Team Katekse



MISTAGOGIA BAGI BAPTISAN BARU (2)


Team Katakese kembali mengadakan pertemuan pendampingan iman (Mistagogia) bagi baptisan baru dewasa dan anak anak di gereja pada tanggal 21 April 2013 setelah misa kedua.   Pertemuan ini semula akan dibawakan oleh Romo Yonas, berhubung Romo Yonas harus membaptis antuta di Kranji, maka pertemuan dibawakan oleh Ibu Martha.   Pertemuan ini dihadiri oleh 29 orang Baptisan Dewasa dan 18 orang baptisan anak-anak, lebih banyak yang hadir dibandingkan pertemuan sebelumnya.


Pertemuan Mistagogia dibuka oleh ibu Vera dengan lagu pembukaan Ku cinta keluarga Tuhan , Ku kasihi Kau, Dengar Dia Panggil Namamu ,  untuk menambah semangat dan kebersamaan, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Ibu Lilis.   Ibu Martha mengingatkan kembali bahwa setiap orang yang menerima sakramen baptis berarti menerima 3 rahmat dari Allah yaitu Dosa dosanya diampuni/Menjadi Manusia Baru, diangkat menjadi Anak Allah dan diterima sebagai anggota gereja.   Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan dan harus senantiasa diperbaharui dengan doa pribadi, doa di lingkungan dan juga pelayanan di lingkungan ,  gereja.dan masyarakat.


Sebagai orang katolik, kita diwajibkan mempunyai Kitab Suci, Puji Syukur  dan Rosario.  Di dalam Puji Syukur banyak sekali doa-doa yang dapat kita doakan secara rutin , kita harus berdoa dengan penuh penghayatan dan hikmad.  Baptisan baru juga diingatkan untuk selalu belajar tentang pengetahuan iman seperti sakramen, firman Tuhan (Kitab Suci)  dan sepuluh perintah Allah tapi juga harus dipahami dan ada sharing dari beberapa peserta mengenai pemahaman sepuluh perintah Allah.

Di tengah tengah kegiatan ini, hadir Romo Yoseph memberilkan beberapa masukan dan saran saran bagi  para baptisan baru. Romo Yoseph sangat senang dengan adanya kegiatan pendampingan iman (mistagogia) di stasi albertus , karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan.  Romo juga mengingatkan pentingnya memahami makna 7 sakramen , perintah gereja dan sepuluh perintah Allah.  Pengetahuan itu penting  , dengan pengetahuan ini, kita akan lebih memahami dan mengimani  tetapi juga harus dikuti dengan perbuatan atau pengamalan karena “Iman tanpa perbuatan itu mati”  .  Pengamalan dari iman katolik ini dengan ikut serta di dalam pelayanan di gereja, lingkungan , kategorial dan masyarakat. 
Di akhir  pertemuan ini, Ibu Martha mengajarkan cara membuat tanda salib , sikap berdoa dan cara masuk ke gereja dengan tanda salib  dan cara berlutut yg benar.  Setelah itu ditutup dengan Doa.  Terakhir kali dibagikan surat baptis kepada masing –masing baptisan baru.  Bagi baptisan baru yang belum mengambil surat baptisnya, dapat mengambil di sekretariat .    
                                                                              
Lilis-Vera & team katakese 

Minggu, 21 April 2013

Lingkungan Regina Pacis 2 bertugas dengan semangat Kartini


Hari Minggu lalu (21/04) adalah bertepatan dengan Hari Kartini yang dirayakan oleh seluruh bangsa Indonesia.  Momen dan semangat Kartini yang selalu menghiasi semangat bangsa ini sehubungan dengan emansipasi wanita ini selalu identik dengan busana daerah.


Lingkungan Regina Pacis 2 dibawah komando Ketua Lingkungan Bapak IGNATIUS L. EKO JUNIANTO ini tidak mau ketinggalan momen. Tepatnya dalam misa pertama hari Minggu lalu yang dipimpin oleh Romo Yonas Manue Hunu,SVD, lingkungan Regina Pacis 2 bertugas koor. Seiring dengan peringatan Hari Kartini, maka lingkungan Regina Pacis 2 dalam tugasnya mengenakan busana daerah. Setidaknya ada sekitar 20 umat yang berperan serta dalam tugas koor ini dan semuanya mengenakan busana dari berbagai daerah.

Semoga semangat Kartini selalu menerbitkan terang bagi seluruh umat !
Hery – Team Komsos St. Albertus

  

Perayaan Hari Kartini WKRI Cabang St. Albertus Harapan Indah


Dalam rangka memperingati hari Kartini, Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang St. Albertus mengadakan perayaan Kartini bersama. Bertempat di Aula Gereja St. Albertus pada hari Minggu 21 April 2013 jam 18.30,yang dihadiri kurang lebih lima puluh orang ibu-ibu anggota WKRI dengan memakai pakaian daerah dari berbagai suku di Indonesia. Pembukaan dimulai dengan Ibadat Sabda yang dibawakan oleh Ibu Nurlina dan Ibu Melina dari bidang Kesra yang selalu rutin menyiapkan ibadat sabda tiap bulannya dalam kegiatan rutin WKRI. Ibadat Sabda pun diakhiri dengan menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini”.


Dalam sambutannya Ibu P.L.Vera Samosir sebagai ketua WKRI Cabang St. Albertus, menyampaikan rasa haru,bangga dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ibu-ibu anggota WKRI yang telah hadir dan turut serta memeriahkan perayaan hari Kartini dengan memakai baju daerah dari berbagai suku di Indonesia, dan semoga semangat Ibu Kartini dapat kita teruskan dalam pelayanan kita baik dalam keluarga,Gereja dan masyarakat.
Bertepatan di bulan April dua orang anggota WKRI Cabang St. Albertus merayakan hari ulangtahunnya yaitu Ibu Liesje dan Ibu Sisil. Acara tiup lilin dan potong tumpeng sangat meriah, diiringi lagu “Panjang Umurnya.” Acara semakin dimeriahkan pula dengan adanya lomba fashion show,dan karaoke. Para peserta fashion show satu per satu naik ke atas panggung dengan pakaian adat dan gaya mereka masing-masing. Sambil diiringi musik daerah yang diiringi oleh  Pak Paskalis sebagai organis, para peserta pun dinilai oleh lima orang juri. Adapun pemenang lomba fashion show : 
  • Juara I : Ibu Nurlina Simbolon, 
  • Juara II : Ibu P.L.Vera Samosir, 
  • Juara III : Ibu Yohana Sulung. 

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan lomba karaoke yang dimenangkan oleh : 
  • Juara I : Ibu Maria Usman, 
  • Juara II : Ibu Laurensia Lily. 

Pemberian hadiah diberikan oleh Ibu Liesje dan Ibu Sisilia.


Acara selanjutnya dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama seluruh anggota yang telah disipakan oleh Ibu Liesje dan Ibu Sisil dengan menu makanan khas daerah Indonesia. Acara diakhiri dengan seluruh anggota bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu “Kemesraan” dan Ibu P.L.Vera Samosir sebagai Ketua WKRI Cabang St. Albertus menyampaikan “Dengan semangat Kartini, kita akan melanjutkan program-program kerja kedepan, dan semoga kerjasama, kekompakan dan kesatuan hati yang telah terjalin selama ini dapat kita lanjutkan dan tingkatkan dalam pelayanan, dalam keluarga,Gereja, dan masyarakat, dan tidak lupa  mengucapkan terimakasih kepada Ibu Liesje dan Ibu Sisil yang telah berbagi berkat dalam Perayaan Hari Kartini WKRI Cabang St. Albertus .Acara ditutup dengan Doa Penutup oleh Ibu P.L.Vera Samosir

Proficiat Wanita Katolik Republik Indonesia! 
Oleh : P.L Vera Samosir – WKRI St. Albertus

PEMBERKATAN RUMAH DI YOHANES 3


Siang itu begitu terik namun dalam sebuah rumah hoek di bilangan Perumahan Duta Bumi  itu terasa sejuk dengan angin berhembus pelan sementara dedaunan di taman pun bergoyang kena angin seakan  menari mengikuti alunan lagu pembuka dalam ibadat pemberkatan rumah.  Tepat pukul 12.00 wib pada hari Minggu (21/04) diselenggarakan ibadat Pemberkatan Rumah.  


Kurang lebih 50 umat hadir dalam acara ini baik umat dari lingkungan maupun umat dari para kerabat dekat . Ibadat berlangsung cukup baik dan dalam homilinya Romo Yoseph menegaskan arti pentingnya pemberkatan rumah.  Romo pun memerciki setiap bagian dari rumah itu dengan air suci. 

Setidaknya ada 4 rumah yang diberkati oleh Romo Yoseph jaga Dawam,SVD di lingkungan Yohanes 3 ini.  Rumah yang diberkati dalam kesempatan ini adalah kediaman keluarga Heribertus Tri Jayanto, keluarga Ali Tohap Sinurat, keluarga Yohanes Tjoe, keluarga Marcus Suparno.  Rumah pertama sampai ketiga berada di sektor 3 dan rumah ke empat di sektor 1.

Lingkungan Yohanes 3 (YOGA) meliputi wilayah Perumahan Duta Bumi Sektor 1,2 dan 3. 

Ketua Lingkungan YOGA saat ini adalah Bapak Chrisanthus Bambang Widi menggantikan Bapak Ali Tohap Sinurat yang telah purna tugas.   Bapak Hendra Tjitra sebagai koordinator Wilayah Yohanes menuturkan bahwa jumlah KK di lingkungan YOGA hampir mendekati angka 50 dan rasio terbesar jumlah umat terdapat di Duta Bumi Sektor 3.


Hery – Team Komsos St Albertus

OPEN HOUSE PANGGILAN


Bidang Pewartaan St. Albertus kembali menggeliat, setelah beberapa agenda kegiatan yang sempat mencuri perhatian umat. Kini melalui Seksi Panggilan dibawah komando Ibu Ana Retna Indrarita menyelenggarakan OPEN HOUSE PANGGILAN.  Acara yang bertema “ COME and SEE… “ ini diselenggarakan pada hari Sabtu (20/04/2013) di Gereja St. Albertus Harapan Indah.  Setelah diawali dengan misa yang dipimpin oleh Romo Yoseph Jaga Dawam,SVD acara initi dimulai tepat pukul 19.00 wib di aula.


Ibu Ana Retna Indrarita yang biasa dipanggil ibu Rita ini sebagai ketua seksi Panggilan menuturkan bahwa kegiatan Open House Panggilan ini bertujuan untuk menggugah Panggilan di kalangan Gereja Muda. Setidaknya ada sekitar 174 orang yang hadir dan berperan serta dalam acara Open House Panggilan ini.  Saat itu hadir pula setidaknya 15 orang undangan penting antara lain, Romo Paroki, Anggota Dewan Stasi Harian, Bidang Pewartaan, Bidang kategorial, Sie Kepemudaan, Sie Kerasulan Kitab Suci, Sie Katekese, Sie Komunikasi Sosial, dll.


Pastur Kepala Paroki dalam sambutannya menegaskan akan pentingnya kegiatan ini. Kegiatan Open House panggilan ini merupakan kegiatan positif untuk member gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan membiara. Kegiatan ini juga memberikan motivasi Gereja Muda untuk berani menjawab panggilan khusus.  Bapak Andreas Tantri sebagai Ketua Dewan Stasi juga memberikan sambutan yang mengajak kaum muda untuk aktif dalam hidup menggereja. Beliau juga menyatakan bahwa kegitan ini adalah kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh Gereja St. Albertus. Sambutan ketiga oleh bapak Petrus Urspon sebagai Ketua Bidang Pewartaan juga semakin menunjukkan akan arti pentingnya Open House panggilan ini.


Acara yang dikendalikan oleh Arryo dan Christina Mandy sebagai MC ini berjalan lancar dan berlangsung dengan suasana yang cukup akrab .  Ada beberapa ordo yang berkenan memperkenalkan jati diri serta kegiatannya. Setidaknya ada dari Susteran KYM, Serikat Misionaris Xaverian, Romo Diosesan dan Ordo Serikat Ursula. Selain Tanya jawab ada juga door prize dari setiap konggergasi dan beberapa game interaktif sehingga acara pun berlangsung seru. Semoga Open House Panggilan ini me4njadi awal yang baik untuk hidup panggilan yang berkualitas untuk kelanjutan Gereja yang akan datang.

Rita – Sie Panggilan St. Albertus

Minggu, 14 April 2013

Syuting Video Panduan Tata Perayaan Ekaristi


Video Panduan Tata Perayaan Ekaristi yang diproduksi Komisi Liturgi KAJ dan digawangi Komisi Sosial KAJ mengambil lokasi di Gereja St. Albertus, Minggu, 14 April 2013. Diperankan oleh umat Stasi Harapan Indah serta koor Gereja St. Klara.


Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kebingungan pada umat dalam tata gerak. Di Keuskupan Agung Jakarta, ada 63 paroki dan banyak stasi, dilayani oleh 22 tarekat. Perbedaan gaya ditambah berbagai kendala lainnya mengakibatkan ada hal-hal liturgis yang tidak tersampaikan. Seperti ketika konsekrasi, banyak umat yang tidak memandang Sakramen Maha Kudus, tetapi bersikap menyembah dan memandang ke bawah.


"Ketika masuk sebagai bagian dari suatu keuskupan, idealnya seluruh bagian dari liturgi itu mengikuti tata cara di keuskupan tersebut," jelas Rm. Hieronymus Sridanto Ariwibowo, Pr yang akrab disapa Romo Danto. Umat lebih suka menonton daripada membaca. "Maka kami menjembatani kebutuhan ini," tambah Romo Danto.


Terpilihnya Gereja St. Albertus bukan tanpa alasan. Dari 50 bangunan gereja paroki, tidak semuanya memenuhi ketentuan liturgis. "Dengan berbagai pertimbangan tersebut, umat St. Albertus boleh berbangga memiliki bangunan gereja yang terpilih untuk menjadi lokasi syuting," ujar Romo Ketua Komisi Liturgi KAJ ini..

Pendistribusian video ini rencananya akan dilakukan melalui tiap paroki dan stasi agar lebih mudah dijangkau umat. Semoga panduan ini bisa menjawab kebingungan umat dan liturgi yang dijalankan di Keuskupan Agung Jakarta dapat berjalan dengan lebih baik.

G. Lini Hanafiah – team Komsos St. Albertus

Sabtu, 13 April 2013

“Setelah Libur Paskah, BIA Wilayah Felicitas Masuk Kembali”


Sabtu pagi itu begitu indah (13/04/2013), kurang lebih pukul 09.30 wib setelah libur Paskah berlalu sudah terlihat sekitar 20 anak-anak yang begitu antusias dan semangat untuk kembali mengikuti kegiatan Bina Iman Anak (BIA) Wilayah Felicitas. BIA ini merupakan gabungan dari Lingkungan Felicitas 1,2,3 dan 4 yang diadakan di Ruko Ifolia 2 – Harapan Indah Bekasi.
Acara diawali dengan menyanyi bersama lagu-lagu sekolah minggu yang dipandu oleh oleh Tante Teresa Nuraini dan didampingi oleh Om Anton.
Seperti terlihat di foto, Om Anton walau belum sembuh total setelah operasi tangan akibat terjatuh dari motor, tetap semangat memandu dan mengajak anak-anak untuk menyanyi bersama.
Setelah menyanyi bersama acara dilanjutkan dengan mendengarkan cerita firman yang dibawakan oleh Tante Teresa, yang diambil dari bacaan Injil minggu ini Yohanes (21:1-14). Kemudian dilanjutkan dengan kreativitas anak, yaitu mewarnai gambar Yesus dan salah satu muridnya yang sedang membakar ikan juga roti dipinggir pantai.

Tak terasa sudah sampai diakhir acara yang ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh anak Andrew. Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Tante Teresa dan Om Anton yang telah setia mendampingi anak-anak BIA Felicitas setiap hari sabtu pagi.

Seperti sabda Yesus ”...Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Matius 10:14).
Maju dan semangat terus anak-anak BIA Felicitas karena kalianlah generasi penerus selanjutnya!

Lidwina Neli Apriyanti
Lingkungan Felicitas 3

Minggu, 07 April 2013

KECERIAAN PASKAH BIA LINGKUNGAN FELISITAS 4

Paskah bukan milik orang dewasa saja yang telah menjalani ritual puasa , pantang dan kegiatan-kegiatan lain sesuai ketentuan gereja (KAJ) akan tetapi anak-anakpun berhak mendapatkan kebahagian Paskah karena Kristus telah mengorbankan diriNya dan bangkit atas maut bagi kita semua, termasuk didalamnya anak-anak. Karena anak-anaklah yang empunya kerajaan sorga seperti yang disabdakan Kristus. “ Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga (Mrk: 13-16. Luk:15-17).Implikasi dari firman di atas adalah menyediakan wahana bagi anak-anak untuk mengenal Kristus melalui kegiatan Paskah Lingkungan Felisitas 4. 


Spontanitas namun menggembirakan itulah kesan yang dirasakan oleh umat yang hadir dan anak-anak yang terlibat pada Paskah Anak-anak Sabtu 6 April 2013. Kehadiran Kakak Yohana untuk memandu pujian dengan gayanya diikuti denga ceria oleh anak-anak. Cerita paskah yang disampaikan suster Debora dengan media gambarnya tak luput dari perhatian anak-anak yang hadir. 

Sebelum anak-anak berburu telor paskah di taman, mereka unjuk kebolehan (lomba) mewarnai dan menghias telor paskah. Dalam lomba ini dibagi menjadi 4 kategori yakni Pra-TK, TK , SD Klas 1-3 dan SD Klas 4-6. Acara ditutup dengan menikmati mie goreng yang maknyus, top markotopnya nasi bakar, jos gandosnya asinan dan suegernya es pasutri. 



 


 Kontributor Komsos St. Albertus : HAR Photography : Syanne

Sabtu, 06 April 2013

PASKAH LANSIA 2013


Siang itu hujan turun rintik -rintik, namun semangat Paskah tak pernah menyurutkan niat para bapak ibu lansia St. Yoakim dan Sta. Anna di Stasi Harapan Indah untuk tetap hadir dalam acara Paskah Lansia yang diadakan pada hari Sabtu, 5 April 2013 yang lalu. Pukul 10 pagi, bapak ibu lansia sudah hadir dan siap mengikuti ibadat bersama Romo Ramlan, SVD di aula Gereja St. Albertus.

Dalam renungan di hari yang bahagia itu, Romo Ramlan menyampaikan bahwa Kebangkitan berarti meninggalkan cara hidup yang lama untuk menjadi manusia baru, seperti Tuhan Yesus yang telah bangkit pada hari Paskah dengan tubuh baru yang suci untuk kembali menghadap Bapa-Nya di Surga. Begitu juga kita yang harus mati dahulu dan meninggalkan badan fana kita untuk bangkit bersama Tuhan, agar dengan pantas masuk ke dalam Kerajaan Surga yang penuh dengan Kemuliaan.
Seusai ibadat, 8 putra dan putri Bina Iman Anak (BIA) Vincentius asuhan para suster KYM menghibur para bapak ibu lansia dengan tarian Tor -Tor dari Sumatera. Dengan beberapa kali latihan bersama Suster Zita, KYM, adik - adik kecil ini terlihat luwes dan lucu saat menarikan tarian mereka. Keceriaan ini pun mengundang para hadirin untuk 'saweran'. Diawali oleh Romo Ramlan dan Suster Vinsensia, KYM yang mulai memberikan 'saweran'nya kepada adik - adik, bapak ibu lansia pun juga ikut berbagi rejeki kepada adik - adik manis ini. Hasil 'saweran' dikumpulkan dan diserahkan seluruhnya untuk kas BIA.
Satu hal lagi yang sungguh berarti bagi para bapak ibu lansia. Souvenir yang diberikan dalam perayaan Paskah bersama siang itu adalah rosario yang telah diberkati oleh Yang Mulia Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta pada saat beliau memimpin Vigili Paskah (Misa Malam Paskah) di Gereja St. Albertus - Harapan Indah. Semoga hadiah istimewa ini dapat menggerakkan hati para bapak ibu lansia untuk lebih tekun berdoa, baik kepada Tuhan Yesus maupun kepada Maria, bunda-Nya.
Sekitar pukul 12 siang, acara berakhir dengan pembagian makan siang. Semoga kebahagiaan Paskah ini tetap terkenang di hati para bapak ibu lansia, dan semoga Kebangkitan Tuhan yang Mulia juga dapat membuat kita semakin Beriman, semakin Bersaudara, dan semakin Berbelarasa. Sampai jumpa di acara Rosario bersama pada bulan Mei yang akan datang. 

Tuhan memberkati !
Yesi – Team Komsos

Senin, 01 April 2013

MALAM PASKAH 2013 BERSAMA USKUP


Rangkaian upacara Tri Hari Suci Paskah di Gereja St. Albertus Harapan Indah dipadati oleh ribuan umat.  Misa Kamis Putih, Ibadat Jumat Agung hingga Malam Paskah dan Minggu Paskah semua penuh baik oleh umat dari Harapan Indah maupun umat yang berasal dari wilayah seputar Harapan Indah. Misa Kamis Putih diselenggarakan 2 kali misa. Ibadat Jumat Agung(29/3) juga diselenggarakan 2 kali ibadat. Puncak kehadiran umat adalah pada saat Ibadat Jumat Agung yang dipimpin oleh Romo Yonas Manue Hunu,SVD. Bangku yang disediakan panitia sejumlah 6500 tidak mampu menampung umat sehingga digelar bangku bakso sekitar 500 buah sehingga dalam ibadat itu diperkirakan umat yang hadir sejumlah 7000 umat.


Ibadat Jumat Agung  ini berlangsung secara hikmat dan meriah ini antara lain diisi dengan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus yang dibawakan dengan nada lagu Pasio oleh empat orang secara bersahutan. Sesi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus yang dirangkaikan  dengan pembukaan kain ungu selubung salib dan penciuman salib oleh seluruh umat yang memenuhi gereja yang berdiri megah di Stasi Harapan Indah.

Selama perayaan Ibadat Jum'at Agung tidak ada tanda salib yang biasanya dilakukan bila mengawali misa, selama misa dan juga diakhir misa. Namun demikian masih ada beberapa umat yang belum memahami hal ini atau lupa tanpa sengaja sehingga masih ada yang membuat tanda salib.

Puncak rangkaian perayaan ini adalah pada malam Paskah dimana Tuhan Yesus telah bangkit.  Beruntung bagi umat Stasi Harapan Indah  yang dapat merayakan Misa Paskah bersama Uskup pemimpin umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) MGR. Ign. Suharyo.  Dalam kesempatan ini Bapa Uskup hadir tanpa pengawalan khusus, diantar Pak Leo yang selalu setia mengantar beliau kemana saja menggunakan mobil bernomor polisi B 22 KAJ. Tim keamanan ALB (Albertus) menyambut kedatangan beliau di Gerbang utama Kota Harapan Indah dan menghantarkannya sampai masuk ke  gerbang gereja.


Setidaknya ada 6000 umat yang hadir dalam Misa Malam Paskah yang dipimpin oleh MGR. Ign. Suharyo. Mungkin bila saat itu tidak diguyur hujan lebat tentu umatnya yang hadir akan lebih banyak lagi jumlahnya. Semangat umat untuk hadir sungguh terasa, meskipun hujan lebat sempat mengguyur Bekasi sejak sekitar pukul 15.00 WIB, hal tersebut tidak mengurangi niat ribuan umat untuk memenuhi bangku-bangku baik di dalam gereja, maupun kursi-kursi yang disediakan di bawah tenda besar yang mengelilingi sisi kiri, kanan maupun depan gereja.

Misa Malam Paskah yang dimulai tepat pukul 17.00 diawali dengan perarakan putra altar, diakon, petugas liturgi dan Uskup Agung, Ignatius Suharyo yang didampingi pastor Yonas Manue Hunu,SVD. Sementara itu terlihat beberapa fotografer yang tergabung dalam Albertus Photo Club ( ALTO Club ) yang dikelola oleh Seksi Komsos dengan sigap mengambil momen-momen penting untuk kepentingan dokumentasi gereja. Prosesi terus berlanjut hingga di pintu masuk gereja, Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo memberkati Lilin Paskah yang besar dan menyalakannya sebelum diarak masuk ke dalam gereja yang saat ini merupakan gereja terbesar di Bekasi ini.

Pada saat homili Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo dalam pesan Paskahnya di Gereja St. Albertus Harapan Indah Bekasi, mengajak seluruh umat Katolik dalam merayakan Paskah agar belajar dari orang-orang kudus gereja, seperti Bunda Theresa dari Calcuta yang hidupnya sebagian besar diperuntukan bagi kaum papa dan menderita. Bapa Uskup menceritakan bahwa Bunda Theresia sebagai biarawati sejak tahun 1948 menjalani pelayananya dengan suka cita. Pada suatu hari beliau mengalami Paskah pribadi, saat pulang dari gereja beliau bertemu dengan orang tua renta yang sudah sakit parah dan menemaninya hingga meninggal dunia. Sejak saat itu seluruh hidup Bunda Teresa dibaktikan untuk orang miskin dan sakit. Saat menerima hadiah Nobel Perdamaian, bunda Theresia lebih suka tidak ada pesta karena biaya pesta tersebut dapat digunakan untuk member makan 400 orang selama satu tahun.
Selama masa puasa, umat Kristiani diajak untuk berpantang plastik, steriofom dan melakukan penghematan listrik dengan turut serta merayakan hari bumi pada tanggal 23 Maret yang lalu dengan mematikan listrik selama satu hingga dua jam di seluruh gereja, biara dan pastoran yang tujuannya untuk memperbaharui bumi. Hal ini senada dengan lomba dekorasi GREEN EASTER Paskah 2013 yang diikuti oleh Gereja St. Albertus. Panitia Paskah dalam hal ini seksi dekorasi yang dimotori oleh Ibu Hetty Tisano berjuang keras untuk melibatkan seluruh umat untuk terlibat dalam step-step pembuatan dekorasi Paskah ini.  Disaat terakhir tim dekorasi berkolaborasi dengan tim komsos menyusun sebuah sajian tulisan tentang perjalanan dari awal hingga akhir pembuatan dekorasi Paskah yang mana hal tersebut menjadi salah satu persyaratan dari lomba tersebut.


Seusai memimpin misa, Bapa Uskup berkenan menyapa dan menyalami umat. Beliau pun berkenan makan malam bersama .  Dalam kesempatan tersebut Tim Komsos berkesempatan menunjukkan Majalah SANCTUS edisi khusus Paskah, majalah tersebut merupakan embrio yang nantinya akan menjadi sarana komunikasi Gereja St. Albertus. Pada saat Bapa Uskup melihat penampilan majalah Sanctus sempat berkomentar dalam canda bahwa Majalah Sanctus akan bersaing dengan majalah Hidup sambil memandang Mas Panjikristo (kontributor majalah Hidup) .

Semoga semua akan indah tepat pada waktunya, selamat Paskah 2013

Hery – Tim Komsos St. Albertus

WARTA

More on this category »
 
Support : Seputar Harapan Indah DOTcom | WELL PRO | Team KOMSOS
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Team Komunikasi Sosial St. Albertus
Proudly powered by Blogger