MENAMPILKAN IMAN YANG TERSEMBUNYI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MENAMPILKAN IMAN YANG TERSEMBUNYI (Mrk 4:26-34)
 
Orang sering menunjuk hati atau bagian dada sebagai tempat tinggal iman. Mungkin benar demikian karena iman pertama-tama adalah tanggapan hati seseorang terhadap suara Allah. Iman itu kelihatannya kecil karena berada di tempat yang tersembunyi. Namun iman itu tidak boleh terus terkurung dan membatin di dalam hati. Ia harus tumbuh keluar, menjadi besar dan berbuah.
Iman yang kecil lalu bertumbuh menjadi besar dan berbuah digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini seperti biji sesawi. Biji itu memang kecil karena ditanam di dalam tanah. Namun biji yang kecil itu menjadi besar ketika ia tumbuh dan berkembang. Jika biji itu tetap di dalam tanah, ia tidak pernah akan menjadi besar.
 
Panggilan kita adalah menampilkan iman yang tersembunyi dalam hati supaya tumbuh besar dalam perbuatan. Tidak cukup bagi kita hanya beragama, kita harus beriman. Agama umumnya statis, tetapi iman bersifat dinamis. Dinamika iman kita bisa dilihat dan disaksikan oleh orang lain melalui cara hidup kita. Mungkin kadang kita merasa kecil seperti biji sesawi karena hidup dalam situasi yang penuh dengan perbuatan-perbuatan yang tidak benar. Kita tidak perlu takut menjadi biji sesawi yang terus bertumbuh secara perlahan. Yang perlu kita takuti adalah iman yang tidak bertumbuh sama sekali. Meski kecil, perbuatan baik itulah yang meneriakkan isi iman yang ada dalam hati kita. Sebab "Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati." (Yak 2:17).
 
Salam kasih dalam Sang Sabda.
P. Yonas Hunu, SVD
(Quezon City, 31 Jan 2014)
Previous
Next Post »