Sosialisasi APP BIA 2014 & Katekese Hijau dan Lomba Dekorasi Paskah

Memasuki Bulan Februari, telah banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut datang masa prapaskah. Sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan gencar dilakukan oleh masing-masing komisi di Keuskupan Agung Jakarta, tak terkecuali Komisi Kateketik KAJ yang diketuai oleh Romo V. Rudy Hartono, Pr.



Hari Sabtu, 15 Februari 2014, diadakan sosialisasi APP untuk para pendamping / guru Bina Iman Anak (BIA) terkait dengan pembelajaran yang akan diajarkan kepada anak-anak bina iman. Acara ini dilaksanakan di Aula St. Petrus, Gereja Katedral dan dimulai sekitar pukul 13.30. Sosialisasi ini diikuti oleh 109 orang yang terdiri dari 55 paroki dan 3 stasi yang tergabung dalam Keuskupan Agung Jakarta dimana acara ini terbagi dalam 3 sesi.

Sesi pertama dibawakan oleh Romo Andang Binawan SJ terkait dengan Lomba-lomba yang akan diadakan selama masa pra-paskah. Untuk tahun ini, lomba pra-paskah antar paroki terdiri dari 4 lomba yakni Lomba Dekorasi Paskah dari Bahan Daur Ulang untuk Anak-Anak Sekolah Minggu / BIA / Murid TK / SD,  Lomba Flashmob untuk anak-anak Misdinar / Bina Iman Remaja /siswa SMP / SMA, Lomba Kreativitas tentang cara mengajarkan kepedulian lingkungan hidup dan makna imannya kepada anak-anak/remaja bagi Guru Pembimbing Sekolah Minggu / BIA / BIR / Guru Agama Sekolah / Katekis, dan Lomba Video Klip bagi Seksi Komsos. Selain itu, Romo Andang pun kembali mengingatkan bagaimana kondisi Jakarta saat ini dengan sampah-sampah yang ada dan menghimbau agar kita sebagai umat Katolik dapat semakin peka terhadap lingkungan dengan mengubah gaya hidup kita seperti membawa botol minum sendiri dibandingkan dengan membeli botol plastik.


Berlanjut kepada sesi berikutnya, Romo Rudy Hartono menjelaskan mengenai kerangka dasar APP 2014 dengan tema APP tahun ini adalah “Dipilih untuk Melayani”. Alasan pemilihan tema ini karena Gereja ingin menghormati martabat manusia dan memperhatikan kaum miskin. Selain itu,  Tahun 2014 yang ditetapkan sebagai Tahun Pelayanan ini diharapkan dapat mengambil semangat Yesus yang selalu melayani, bukan dilayani. Romo Rudy juga mengajak untuk semakin memperhatikan kaum-kaum disabilitas, di mana mereka sering kali terlupakan dan terasingkan, dan juga selalu menjaga keutuhan ciptaan Tuhan sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Romo Andang. Harapannya, dalam semangat melayani di tahun pelayanan, semakin banyak orang terlibat dan membawa dampak positif serta membangun kerja sama di antara sesama.


Sesi terakhir dibawakan oleh Agustinus Yongki Saputra, salah satu anggota Komisi Kateketik Divisi Bina Iman Anak yang menjelaskan mengenai materi pengajaran Bina Iman Anak sesuai dengan tema APP 2014.

Christina Mandy
Previous
Next Post »