Penantian Panjang Para Calon Baptis

Menjadi umat Katolik tidak mudah, semua orang tahu itu. Perlu belajar 35 minggu pertemuan untuk bisa dibaptis. Begitu tiba hari yang ditunggu, kesabaran para katekumen pun masih perlu ditambah. Hari Senin, 31 Maret 2014, misa yang direncanakan mulai jam 16.00 mulur sampai 17.15. Pasalnya, karena sesuatu hal Rm. Antonius Ebo Resi, SVD yang sedianya memimpin misa belum tiba. Panitia, peserta, wali baptis, dan semua yang hadir makin gelisah. Mereka sudah bersiap sejak jam 15.00.



Meski terlambat 75 menit, misa berjalan cukup lancar. Para calon baptis mengenakan pakaian putih-hitam mengikuti dengan tekun. Tercatat lima orang diterima masuk ke dalam Gereja Katolik, dua pasutri menerima peneguhan perkawinan, satu orang baptis bersyarat, 33 orang baptisan baru, dan satu orang menerima komuni pertama. Seluruhnya dari 18 lingkungan Stasi Harapan Indah. Koor OMK Stasi Harapan Indah dengan suara malaikatnya melantunkan madah pujian.



Para baptis menerima air baptis, minyak krisma, lilin, dan selendang putih sebagai simbol penyatuan dengan Gereja Katolik. Dalam homilinya, Rm. Anton mengingatkan para calon baptis untuk melayani Gereja dengan penuh inisiatif.



Rm. Anton menyerahkan para baptis kepada para ketua lingkungan terkait secara simbolis untuk ikut serta mendampingi pertumbuhan iman para baptis. Sebelum memberi berkat tutup, Rm. Anton menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya.



Selepas misa, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah dan kuis berhadiah. Ibu Stella Lisa dari Ketua Sie Katekese berharap agar para baptisan tetap rajin ke gereja dan ikut ambil bagian dalam kehidupan menggereja, serta aktif di lingkungan atau kegiatan yang ada di gereja.

Proficiat! Semoga kita semua tinggal di dalam Dia Sang Pokok Anggur. Berkat Tuhan melimpah atas kita semua.

G. Lini Hanafiah
Tim Komsos St. Albertus Agung
Previous
Next Post »