Menjadi Terang


















MENJADI TERANG (Yoh 12:44-50).

Sejarahwan dan penulis Romawi Kuno, Pliny, mengungkapkan betapa pentingnya peranan terang dengan mengatakan, "Nihil est utilius sole" (tidak ada yang lebih berguna daripada matahari). Menurutnya kehidupan di dunia akan musnah tanpa terang. Saya bisa melihat status BBM teman-teman di beberapa tempat di tanah air kemarin ketika listrik padam. Reaksinya macam-macam : "panas euy listrik padam, gelap gulita, banyak nyamuk dll".

Dengan bahasa yang sudah umum, Yesus memperkenalkan Diri sebagai Terang Dunia. "Aku datang ke dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak tinggal dalam kegelapan." (Yoh 12:46). Yesus datang untuk mengenyahkan cara hidup manusia yang gelap (berdosa) dan menuntun mereka berjalan di jalan yang benar. Cara hidup-Nya sendiri adalah Terang yang bersinar di depan orang banyak. Kita sebagai murid Yesus dipanggil untuk menjadi terang bagi orang lain. Saat kita dibaptis, imam menyerahkan lilin bernyala kepada orang tua atau wali baptis dengan berkata, "Terimalah lilin ini lambang Kristus yang bangkit mulia. Jagalah nyala hidup anak ini agar ia menjadi terang bagi orang lain."

Panggilan murid-murid Yesus adalah menuntun orang lain dengan cara hidup yang terang agar mereka tidak terperosok dalam dunia yang gelap. Itu berarti hidup kita harus menjadi contoh bagi orang lain. Jika tidak bisa menjadi contoh, sekurang-kurangnya tidak menjadi batu sandungan bagi yang lain. Kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat akan tetap awet jika ada orang-orang yang baik dan benar.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 14/5/14)
Previous
Next Post »