MENILAI DIRI


















MENILAI DIRI (Luk 6:39-42)

Lebih gampang menilai kesalahan orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri. Menilai kesalahan orang lain itu gampang karena kita merasa lebih hebat, baik, suci dan sempurna dari yang lain. Mengakui kesalahan sendiri itu sulit karena dengannya orang disadarkan akan dirinya yang kecil, rapuh, terbatas, bukan segalanya dan berdosa.

Yesus mengkritik orang yang suka menilai kesalahan sesama tetapi sengaja mendiamkan kesalahannya bahkan yang lebih besar. Yesus tidak mempromosikan sikap diam terhadap kesalahan orang lain. Ia menuntut sikap yang adil. Maksudnya jangan sampai kita begitu getol memborbardir kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan kita sendiri. Kita harus lebih dahulu menyadari kesalahan kita dan memperbaikinya agar kita memiliki kekuatan untuk memperbaiki kesalahan orang lain.

Kejujuran untuk mengakui keterbatasan, kelemahan, kesalahan bahkan dosa hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang rendah hati karena mereka lebih terbuka untuk dikoreksi. Sebaliknya hal ini mustahil bagi mereka yang angkuh karena mereka biasanya menutup diri terhadap koreksi. "Hai orang munafik, keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu." (Luk 6:42b).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 12/9/14)
Previous
Next Post »