iklan banner

Air Mata Tuhan

Air Mata Tuhan (Lukas 19:41-44)
   
Tuhan menangis ketika Yerusalem berubah arah hidupnya. Kota yang biasa disebut dengan Sion: "sumber kedamaian dan pengharapan" berubah menjadi kota mati. Hal ini dikarenakan orang Yerusalem tidak peduli terhadap Allah, menutup hatinya sama sekali, bahkan tidak menerimaNya sebagai sang penyelamat. Mereka tenang-tenang saja meski musuh sudah mengepung kota itu dan siap menghancurkannya.

Dengan tangis Tuhan meramalkan kehancuran Yerusalem. Dan sungguh terjadi pada tahun 70 sesudah Masehi. Seluruh kota Yerusalem diratakan dengan tanah oleh tentara Romawi dibawah pimpinan Jenderal Titus.
Yerusalem binasa karena sikap: pemuka agama yang tidak menjaga kesucian, rakyatnya yang sombong atau angkuh, hidup dalam kejahatan dan tidak peduli kepada Allah dan hukumNya. Bahkan kehadiran Yesus ditolak mentah-mentah.
 
Kita pun akan membuat Tuhan menangis bila kita tidak peduli dengan diri kita sendiri. Bila kita sering menyerempet bahaya dengan sengaja berbuat dosa. Apalagi ketika kita mengabaikan Allah, tidak peduli terhadap nilai-nilai KerajaanNya, dan tidak mau melibatkan diri dalam Perayaan Ekaristi serta karya pelayanan Gereja KudusNya.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton Ebo Resi, SVD



text gambar text gambar text gambar text gambar text gambar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel