Asyik Dengan Diri Sendiri

Minggu, 20 September 2015
HARI MINGGU BIASA XXV

“Asyik dengan diri sendiri” (Mk 9:34)

Dalam suatu pelantikan pimpinan dalam jajaran kepolisian beberapa waktu yang lalu, Bapak Kapolri sempat marah dan memerintahkan provost untuk menyuruh keluar seorang perwira polisi yang asyik “ngobrol”. Peristiwa “ngobrol”, tidak memerhatikan apa yang dikatakan atau peristiwa yang berlangsung dalam suatu acara cukup sering disorot kamera. Hal ini tampak menjadi fenomena umum di dalam kehidupan kita sehari-hari.


Para murid pun demikian halnya. Tatkala Yesus sendirian bersama mereka, tanpa kehadiran banyak orang, dan Yesus menyatakan tentang dirinya sendiri, para murid tidak mengerti, tetapi tidak mau memertanyakannya, bahkan asyik dengan pemikiran mereka (Mk 9:32-34). Yesus menyatakan bahwa “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit" (Mk 9:31). Tapi apa yang dipikirkan para murid? Di tengah jalan “mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka” (Mk 9:34).

Bagaimana dengan umat beriman tatkala pewartaan sabda? Apakah kita sudah siap dengan pertanyaan, “Tadi bacaan Injil berbicara tentang apa?” atau “Inti khotbah Romo tadi apa?”? tidak jarang ditemukan umat beriman tersenyum, tanpa sepatah kata pun keluar sebagai jawaban. Tidak jarang pula umat beriman yang malu-malu karena tidak menyimak bacaan Injil atau khotbah Romo dalam Perayaan Ekaristi yang baru saja diikuti.


Meski sudah seumur-umur menjadi seorang katolik, kita sudah layak dan sepantasnya tetap terus memerhatikan pewartaan sabda (dan khotbah Romo). Bagaimanapun kita perlu menyadari kelemahan diri dalam menangkap pewartaan itu. Seandainya masih belum mengerti, bukankah kita perlu bertanya pada Romo atau mereka yang mendalami Kitab Suci. Janganlah seperti para murid yang asyik dengan diri mereka sendiri, dengan pemikiran mereka sendiri terkait siapa yang terbesar di antara mereka. 

By Slamet Harnoto
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon