Hari Raya Tritunggal Mahakudus

 Renungan 22 Mei 2016 "Hari Raya Tritunggal Mahakudus"


"Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya;
sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu
apa yang diterimanya dari pada-Ku" (Yoh 16:15)
 
Tatkala mencermati hari demi hari dalam kehidupan di desa, terasa banyak hal yang terus-menerus jadi pertanyaan dan belum memeroleh jawabannya. Mungkin bagi para ahli, pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya, tetapi apakah secara penuh atau utuh jawabannya tetaplah menjadi pertanyaan bagiku.

Salah satunya adalah gagal panen pada awal tahun 2016 ini. Saya tidak bergegas untuk melemparkannya kepada kehendak Allah bahwa semuanya itu sudah dikehendakiNya. Faktor yang menentukan kegagalan periode tanam ini sama seperti musim tanam sebelumnya: hama (tikus dan sundep). Sudah diusahakan berbagai macam cara untuk mengatasinya, namun hasilnya sama.

Saya berpikir, "Apakah menanam padi pada akhirnya menjadi andalan bagi hidup di desa saya?" Menilik hasil yang sama dari tahun ke tahun rasanya tidaklah mencukupi untuk kehidupan keluarga di desa (belum berpikir tentang kesejahteraan hidup). Pada musim kering tahun lalu orang-orang membuat batu bata. Tak ayal begitu karena lahan sawah tidak dapat ditanami padi. Ada yang berdagang atau beternak. Namun pada umumnya tetaplah menjadi buruh.

Perayaan Tritunggal Mahakudus merupakan perayaan akan karya penyelamatan Allah. Allah tetap berkarya dan terus berkarya, menyelamatkan dan memerbarui segala sesuatu hingga saat ini. Allah memampukan orang-orang di desa saya untuk tetap survive berhadapan dengan tantangan hidup, terutama tantangan alam yang sering tidak bersahabat sama sekali. Adalah rahmat Allah yang membuka hati setiap insan untuk turut serta dalam karya penyelamatan Allah: menangkap realitas ilahi di dalam kenyataan hidup masyarakat pedesaan. Adalah rahmat Allah yang mengundang pribadi-pribadi untuk terlibat di dalam pengentasan kehidupan menuju kesejahteraan bersama.

Itulah permenungan pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus yang saya tawarkan. Semoga semakin banyak pribadi yang telah menerima rahmat pengudusan terlibat di dalam karya penyelamatan Allah.


BY Slamet Harnoto | Tim Komsos

 
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon