Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!

RENUNGAN MINGGUAN AGUSTUS 2016

7 Agustus 2016 Minggu Biasa XIX

"Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! 
Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu" [Luk 12:32]

Bawang merah

Selama beberapa minggu terakhir terasakan sungguh orang datang ke warung ibuku mencari bawang merah. Rasanya tidak enak tatkala suatu masakan (di desaku) bumbunya tidak ada bawang merah. Dalam sehari ibu bisa menjual dua kilo bawang merah. Harganya pun tidak cenderung turun sejak lebaran lalu.

Terbayang olehku umat katolik di stasiku sejak kecil hingga sekarang ini. Empat puluh tahun yang lalu salah seorang pimpinan keuskupan sempat berkunjung dan hendak mendirikan kapel karena jumlah umat katolik cukup banyak. Dalam perjalanan waktu, tergerus oleh masalah ekonomi, perkawinan, dan pergaulan, jumlah umat berkurang hingga ada benuman guru di wilayah stasi kami. Kini setiap misa atau ibadat kurang lebih diikuti sepuluh orang, itupun ditambah dengan rombongan dari pusat paroki. 


Beberapa kali terdengar rasan-rasan mengenai stasi lain yang mengalami hal yang sama. Lalu terasa sungguh kekhawatiran akan keberadaan umat katolik di tengah masyarakat. Akankah tidak ada umat katolik di stasi-stasi ini? Tinggal kenangankah?

Bawang merah memberikan inspirasi akan keberadaan umat katolik. Orang masih menanyakan bawang merah meskipun persediaan di warung ibu sudah habis. Orang masih mencari bawang merah di warung ibuku meskipun sudah tahu tidak ada bawang merah. Meskipun bawang merah kecil-kecil, orang tetap membelinya demi nikmatnya masakan yang akan dihidangkan bagi keluarga.

Umat katolik aku bayangkan bagaikan bawang merah yang senantiasa memberikan kelezatan pada masakan. Umat katolik senantiasa dicari dan ditunggu kehadirannya untuk suatu kehidupan yang begitu nikmat, kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian dan toleransi. Tatkala ketiadaan umat katolik di suatu masyarakat, karena sudah tahu bagaimana kekatolikan, tentunya kehadiran umat katolik sangatlah diharapkan.

Bagaimana menjadi bawang merah?

Solidaritas dan pelayanan begitu ditekankan Yesus bagi para murid. Berbagi seharusnya menjadi cara hidup para murid. Harta kekayaan dan kepandaian tidaklah menjadi milik diri. Para murid seharusnya berbagi dalam pelayanan kepada sesama sehingga apapun jabatan ataupun status sosialnya menjadi pertanda akan Kerajaan Allah yang telah disediakan. Semoga demikian!

By Slamet Harnoto | Komsos
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon