Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

"Renungan 1 Januari 2017 "Hari Raya Santa Maria Bunda Allah"

Hari Perdamaian Sedunia


Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya" [Luk 2:22]

Maria, Bunda Berbelaskasih

Beberapa waktu yang lalu, aku mengunjungi seorang ibu dari seorang anak muridku. Sangat mengesan perkataannya padaku hingga saat ini. Baginya, seorang ibu senantiasa menghendaki yang terbaik bagi anak yang dikasihinya. Seorang ibu yang telah mengandungnya, menyusuinya, mendidiknya, tentulah menghendaki yang dikasihi menjadi yang terbaik.

Dalam kesederhanaannya, Maria adalah seorang ibu. Ia menghendaki yang telah dikandung dan dilahirkan serta disusuinya yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Dalam kesederhanaannya, Maria tahu bahwa mengikuti kehendak Allah merupakan yang terbaik bagi hidup putranya. Oleh karena itu, sesuai ajaran agamanya, pada hari kedelapan sesudah kelahirannya, putranya disunatkan. Sebagaimana telah diberitakan kepada Yusup, suaminya, putranya diberi nama Yesus.

Maria adalah bunda yang mengasihi putranya. Ia menjalani hidupnya dan menyadari sungguh bahwa Allah adalah yang terbaik dalam hidupnya. Ia menghendaki putranya menerima dan menjalani yang terbaik itu. Oleh karena itu, selama dalam kandungan dan awal usia putranya di dunia didampingi seturut yang terbaik, yakni Allah.

Maria adalah pribadi yang mengalami kebesaran kasih Allah sehingga ia mampu menerima dan mengasihi putranya sampai akhir hayatnya. Bagaimanapun keadaan putranya, tetaplah ia mengasihinya. Ia hanya tahu, secara naluriah, bahwa dirinya sudah seharusnya mengasihi putranya, memberikan yang terbaik baginya, bahkan jika perlu memertaruhkan nyawanya sendiri.


Belaskasih Maria memancarkan belaskasih Allah kepada umat manusia. Belaskasih ilahi pada Maria menunjukkan kemampuan umat manusia yang dianugerahkan Allah kepada seluruh umat manusia untuk berbelaskasih terhadap sesamanya. Belaskasih ilahi inilah yang menjadi landasan ataupun modal untuk membangun perdamaian hidup di dunia ini. Bumi adalah tempat tinggal umat manusia, tanpa memandang batas-batas alamiah yang melekat pada setiap insan manusia. Tempat tinggal ini haruslah dipercantik dengan hidup umat manusia yang penuh dengan belaskasih satu sama lain. Bersama Bunda Maria, Bunda Berbelaskasih, tentu bisa! SELAMAT TAHUN BARU!!
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon