Hari Prapaskah I


"Renungan 5 Maret 2017 "Hari Prapaskah I"


“Maka berkatalah Yesus kepadanya, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" [Mat 4:10]

Kuasa Yesus Atas Roh Jahat

Masa Prapaskah merupakan masa retret agung jemaat Gereja. Bacaan-bacaan Injil mengajak saya untuk merenungkan keilahian Yesus.  Minggu Prapaskah I ini tidak sekadar mengingatkan diriku akan keberadaan penggoda dalam hidup saya pribadi. Pewartaan Matius menunjukkan kuasa Yesus atas roh jahat. Siapakah yang berkuasa atas roh jahat?

Suatu sore Bapak menilai seorang kakak perempuan bahwa dirinya tidak akan dapat berkembang. Tentu saja yang dimaksudkan perkembangan di sini adalah perkembangan ekonomis. Gejala yang ditampakkan adalah keberadaan harta benda yang dimilikinya: rumah, kendaraan, perabotan rumah tangga, dsb.

Penilaian Bapak tersebut mengingatkanku akan sepasang suami-isteri depan rumah yang sudah lansia. Pada usia senjanya, baik istri maupun suami ternyata mendapati jalan (aliran rejeki) yang lebih dari cukup. Sang istri setiap hari membuat biting (tusuk pembungkus daun). Ada pedagang pasar yang setiap hari mengambil hasil kerjanya. Tentu, uang pun diterimakannya. Sementara itu suaminya sudah memiliki mesin pemanen padi yang harganya tiga jutaan rupiah. Dengan mesin tersebut, setiap kali masa panen ia meraup uang yang sangat memadai.

Keistimewaan seorang beriman bagiku adalah keterbukaan akan karya Allah. Keterbukaan ini menyuburkan pengharapan akan Allah yang sungguh menghendaki hidup manusia semakin baik. Penilaian Bapak mengingatkan saya pada godaan yang sering menggelayuti hidup saya: tidak percaya akan Allah sehingga pengharapan dan keterbukaan akan karya Allah hilang.


Pewartaan Matius menyadarkan saya kembali akan kuasa Yesus atas roh jahat. Godaan-godaan yang begitu meyakinkan, seperti pemikiran-pemikiran umum yang berdasarkan pengalaman dan penelitian, yang berasal dari si jahat tentu akan terbuka kedoknya. Kuat kuasa Yesus membongkar semua kedok si jahat, dan pada akhirnya hati diterangi oleh kasih ilahi. Ketenangan, kesegaran batin membangkitkan kembali kepercayaan atau keyakinan akan karya Allah. Yesus sungguh berkuasa atas si jahat!
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon