Menanam Sayuran Hydroponik dengan Botol Aqua Bekas

Hydroponik  artinya  sistem  menanam pohon  dengan  menggunakan  media air (hydro) tanpa menggunakan tanah. Manfaat dengan Hydroponik (media) air: sayuran bisa bersih terhindar dari tanah, pupuk bisa maksimal terhisap oleh akar tanaman (tidak terbuang), tidak repot menyiram setiap hari. Tanaman   adalah   mahluk   hidup   yang ada  disekitar kita,  mahluk  hidup artinya bisa bertumbuh, berkembang, bisa di manfaatkan, layu dan akhirnya mati.



Setiap makhluk hidup membutuhan kebutuhan untuk bertumbuh dan berkembang, demikian juga tanaman akan membutuhkan materi utama untuk tumbuh, yaitu perlu adanya air, oksigen bebas, sinar matahari yang cukup, dan nutrisi (yaitu pupuk)

Rasa Cinta Lingkungan Hidup

Manusia hidup dalam habitatnya dan lingkungan hidup yang sehat, untuk mendapatkan lingkungan yang sehat diperlukan juga pengelolaan sampah yang baik. Untuk mengurangi timbunan sampah khususnya botol plastik, maka kita semua bisa memanfaatkan botol plastik untuk menanam sayuran secar hyrdroponik. Selain indah dilihat, kita juga bisa mengurangi sampah dan menghasilkan panenan sayuran yang akan digunakan untuk lauk pauk makanan kita

Perlengkapan untuk Membuat Hydroponik Sederhana

Perlengkapan untuk membuat Hydrponik sederhana
Untuk membuat pot hydroponik (statik) kita bisa memanfaatkan: botol bekas aqua; kain sumbu dari potongan kaos bekas; rockwood; gunting atau cutter; pupuk cair (campuran nutrisi  A  dan  nutrisi B); bibit sayuran: bayam, kangkung, tomat, caysim, pakcoy; air bersih.

Mari kita tinjau satu persatu perlengkapan hydroponik sederhana dan sangat cocok untuk anak-anak.

Pertama,  BOTOL  plastik  di  potong menjadi dua bagian-bagian bawah untuk menampung air dan pupuk cair b  a  g  i  n atas digunakan untuk menaruh sumbu, rockwood & bibit sayuran Kedua, SUMBU dari kain planel atau dari kaos bekas. Sumbu ini berfungsi sebagai alat untuk menyalurkan air dan larutan pupuk cair masuk ke rockwood dan dihisap oleh akar dari pohon hydroponik, sumbu ini sistem bekerjanya mirip dengan sumbu kompor minyak.sangat kencang sehingga menjadi serat2 halus dan memintalnya menjadi seperti busa. Busa rockwood berfungsi seperti tempat pembaringan bibit agar bisa tumbuh dengan baik pada saat menjadi kecambah  dan  selanjutnya  menjadi tempat berkembangnya akar-akar pohon hydroponik.



Ketiga, ROCKWOOD. Rockwood terbuat dari batuan yang dipanaskan dalm suhu tinggi kemudian  diproses  putar  dengan dengan sangat kencang sehingga menjadi serat2 halus dan memintalnya menjadi seperti busa. Busa rockwood berfungsi seperti tempat pembaringan bibit agar bisa tumbuh dengan baik pada saat menjadi kecambah  dan selanjutnya  menjadi tempat berkembangnya akar-akar pohon hydroponik.

Keempat,  GUNTING  atau  cutter. Gunting atau cutter digunakan untuk memotong botol plastik dan juga untuk memotong lembaran rockwood menjadi bentuk kubus sesuai dengan ukuran leher botol plastik

Kelima, pupuk cair. Pupuk cair ini terdiri dari tipe A dan tipe B yang kemudian di campurkan menjadi satu kesatuan. Pupuk ini memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman hydroponik. Perbandingan antara pupuk cair  dengan  air  adalah  5%, bila  terlalu pekat kurang bagus untuk pertumbuhan demikian juga bila terlalu sedikit jumlahnya akan mengakibatkan pertumbuhan tidak maksimal.

Keenam, Bibit Sayuran. Bibit sayurna banyak di jual di toko2 tanaman , banyak jenis sayuran tersedia yaitu : bibit kangkung, bibit bayam , bibit caysim , bibit pakcoy , bibit seledri bibit tomat , dll .

Untuk menanam dalam satu unit botol bekas  diperlukan  antara  3  s/d  4  bibit saja agar tidak berebut tempat saat bertumbuh

Ketujuh, Air Bersih. Air bersih yang akan di  gunakan  untuk  hydroponik  sebaiknya air dari   sumur atau air PAM yang sudah di endapkan agar cukup netral dari bahan kimia lainnya seperti kaporit

Tahap Pertumbuhan  Tanaman Hydroponik


Pertama, bibit di taruh di atas rockwood




Kedua, proses menjadi kecambah awal




Ketiga, tanaman sangat muda



Keempat,  menjadi  tanaman  dewasa  dan kuat




Kelima,  tanaman  siap  panen  30hari  s/d 35 hari



by Bambang Sumantri.
Previous
Next Post »