Natal Bersama Lansia dan Keluarga Binaan PSE

Kegembiraan dan keceriaan tampak pada wajah bapak ibu lansia di St. Albertus - Harapan Indah dalam acara Natal bersama Lansia Adi Yuswo dan Keluarga Binaan PSE. Acara tersebut diadakan pada tanggal 7 Januari 2017 yang diadakan dipelataran Gereja St. Albertus Agung, Paroki Harapan Indah, Bekasi. Perayaan Natal bersama Komunitas Lansia Adi Yuswo dan keluarga binaan PSE ini diselenggarakan oleh PSE di bawah kordinasi ibu Melly.

Suasana Peraaan Natal keluarga Binaan PSE dan LAnsia di pelataran halaman Gereja.  Foto: Frans


Perayaan Natal diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo RD Yustinus Kesaryanto. Misa dimulai pada pukul 09.00 yang dihadiri kurang lebih 300 orang yang terdiri dari komunitas Lansia Adi Yuswo dan Keluarga Binaan PSE.

Dalam Kotbahnya Romo Kesar sapaan akrabnya menyampaikan homili dengan perumpamaan Mukjizat pesta perkawinan di Kana.  Segala sesuatu memang telah dipersiapkan dengan matang, namun demikian tetap saja masih selalu ada kekurangan. Pesta Perjamuan di Kana mencerminkan apa yang menjadi kesulitan dan kekurangan serta bagaimana mencari jalan keluarnya.  Seperti Kata Bunda Maria, Buatlah, jangan ragu-ragu, di situ ada keyakinan dan harapan, yaitu Iman dan Harapan pada Tuhan. Gantungkan kepercayaan pada Yesus bukan pada harta benda, memang Allah mengabulkan doa kita bukan dengan instan melainkna melalui proses yang panjang.” katanya.
“Segala sesuatu memang telah dipersiapkan dengan matang, namun demikian tetap saja masih selalu ada kekurangan. Pesta Perjamuan di Kana mencerminkan apa yang menjadi kesulitan dan kekurangan serta bagaimana mencari jalan keluarnya. Seperti Kata Bunda Maria, Buatlah, jangan ragu-ragu, di situ ada keyakinan dan harapan, yaitu Iman dan Harapan pada Tuhan. “
Lebih lanjut, Romo mengatakan: “Kita diajak memberitakan Kabar Baik, memanggul Salib, dan menyangkal diri. Apa yang kita miliki adalah titipan Tuhan, lepaskalah hal-hal yang mengikat seperti Jabatan, duniawi, amarah, dendam, harta, kita  percaya Tuhan  akan menutupi kekurangan.”  katanya dengan penuh semangat.

Peserta perayaan natal lansia sedang registrasi oleh panitia Foto: Frans
Romo Kesar berharap para bapak/ibu lansia tidak sekadar kumpul-kumpul saja melainkan menimba Iman. Romo Kesar juga mengharapkan ada program/ kegiatan/aktivitas rutin setiap bulan minimal satu bulan sekali di luar kegiatan doa, yaitu diadakan kegiatan seperti bersih-bersih gereja, menyirami taman, dan lain sebagainya. Romo Kesar juga minta kepada bapak/ibu lansia turut mendoakan pembangunan Gedung Karya Pastoral dengan diberikan kado spesial berupa Rosario kepada beberapa Bapak/ibu lansia. Misa kudus selesai pada pukul 10.30 dan acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Agnest selaku ketua lansia Adi Yuswo.

Dalam sambutannya ibu Agnest menyampaikan akan diadakan program rutin bagi lansia di antaranya Posyandu untuk lansia dan Senam THM. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah, dalam acara ramah tamah diisi dengan hiburan dari oma opa dengan membawakan
lagu-lagu kenangan dan ada pula yang membawakan   puisi. Seperti puisi yang dibawakan oleh opa-opa dengan judul “Ketika aku tua”. Oma dan opa terlihat sangat bahagia dan bergembira dapat berkumpul dan merayakan natal bersama dengan teman-temannya.

Petugas sedang mendata ulang para peserta program pendidikan yang selama ini dilaksankan oleh PSE. Photo by Frans
.
Setelah perayaan Natal di halaman Gereja, acara dilanjutkan dengan pembagian dana bantuan pendidikan bagi keluarga binaan PSE serta dilakukan data ulang dan verifikasi data anak santun yang nantinya dialihkan ke program ASAK. Saat ini terdapat sekitar 84 anak Sekolah SD sampai dengan SLTA yang dibantu biaya pendidikannya. Menurut pak Bambang selaku Ketua ASAK Santo Albertus, ASAK akan soft lounching pada bulan Maret 2017, yang nantinya juga akan mengambil alih anak anak ASAK yang selama ini masih disantuni dari ASAK Santa Clara yang berjumlah 19 untuk anak Ayo Sekolah dan 6 Ayo Kuliah. Para peserta  Natal bersama Lansia dan keluarga Binaan PSE menikmati jalannya acara ini dengan baik hingga selesai pada pukul 12 siang. Semoga di lain waktu, kebahagiaan dan kebersamaan ini dapat terus berlanjut dan semoga Tuhan selalu mendampingi juga memberi kesehatan bagi para bapak ibu lansia.

by Frans
Previous
Next Post »