Mencari Pasangan Katolik

Seksi Kerasulan Keluarga paroki Harapan Indah kembali berbagi oleh-oleh dari Konferensi Keluarga Katolik Jakarta 2017 tentang " Mencari Pasangan Katolik " Sehati Seiman – Temukan Cinta Sejatimu

Sehati adalah mencintai dan kesungguhan niat untuk berbagi dalam keadaan sehat maupun sakit, untung dan malang dan senang dan susah, kondisi dimana bisa menerima semua situasi dan keadaan pasangan.


Seiman adalah tidak ada perbedaan baik dalam tradisi/budaya dan aktivitas religius ketika menerapkan kepercayaannya terhadap sesuatu  yang berada di luar dirinya, yang mempengaruhi dan menjadi tempat yang meneguhkan semua pengharapannya.

Jatuh cinta merupakan misteri dan terkadang tidak memandang batas-batas logika  dan setelah sepasang anak manusia mengalami jatuh cinta, melanjutkan hubungan selanjutnya adalah keputusan.

Jatuh cinta atau cinta roman itu sendiri adalah perasaan yang timbul di luar kemauan kita, irasional, buta; pasanganku yang paling sempurna, ingin memiliki, harapan setinggi langit, timbul beberapa kali dan mudah berubah. Tetapi cinta roman harus ‘dipupuk’ agar berkembang dan usaha ‘memupuk’ cinta roman merupakan keputusan dan perlu diperjuangkan sehingga cinta roman tersebut bisa berkembang menjadi cinta sejati.

Cinta sejati dibutuhkan ketika pasangan memutuskan untuk melangkah ke jenjang ebih jauh lagi, mereka harus menemukan cinta sejatinya agar dasar perkawinan mereka kuat, analogimya,  mendirikan bangunan (perkawinan) di atas batu karang dan bangunan akan tetap berdiri walaupun badai datang menghempas karena dasar atau pondasinya kokoh.  Dalam perjalanannya, cinta perlu menjamin kondisi sejahtera batin dalam waktu yang lama (perkawinan seumur hidup) bagi pasangan, salah satunya dalam hal iman dan kebebasan dalam menjalankan agama dan kepercayaan karena agama bukan ajaran yang hanya dipelajari tetapi dirasakan.

Berikut hal-hal yang menggambarkan asiknya mempunyai pasangan seiman…
1. Doa bersama
2. Beribadah bersama
3. Mendidik anak bersama
4. Membangun habit bersama
5. Cara memandang hidup bersama

Bandingkan jika mempunyai pasangan yang tidak seiman, akan bikin repot…
1. Toleransi harus tinggi
2. Tidak nyaman dalam soal iman
3. Kebersamaan yang terbatas

Pernikahan ternyata bukan hanya soal cinta dan pasangan tetapi menyangkut keluarga besar, perasaan dan iman. Hal ini menjadi persoalan yang berat jika menjalaninya dengan yang tidak seiman. Pada dasarnya kita yakin bahwa semua agama mengajarkan kebaikan tetapi  masing-masing agama memiliki penghayatan yang berbeda, selalu ada hal-hal yang berseberangan ,bahkan berlawanan.

Kekhasan gereja Katolik, sebagai berikut:
1. Kepastian 1
Orang Katolik memiliki surat baptis yang hanya dibuat satu kali dan tidak bisa diulang kembali. Baptisan bersifat kekal dan menjadi dasar tindakan religius lainnya.
2. Kepastian 2
Semua tindakan hukum, khususnya kelahiran, perkawinan dan kematian dicatat dalam surat baptis.
3. Kepastian 3
Tidak ada pernikahan sah yang tersembunyi antara orang Katolik. Semua perkawinan adalah pertama, diumumkan dan tercatat.

Kekhasan perkawinan Katolik:
1. Sakramen
2. Monogamy
3. Tak terceraikan

Seberapa jauh orangtua dapat memberi suara dan saran kepada anak-anaknya?
Ternyata orangtua masih punya peran penting untuk hal-hal yang prinsip, sebagai berikut:
1. Bisa menjadi suara Tuhan selama proses pendekatan
2. Suara alternative selain diri kita sendiri (anak)
3. Keputusan jangan semata-mata karena ingin berontak

Sebelum melangkah lebih jauh, yakinkan diri dalam hal:
1. Jangan paksakan hubungan jika tidak merasa yakin benar
2. Banyak halangan, adalah sinyal yang paling jelas untuk berhenti.

Lalu bagaimana saya bisa mendapatkan pasangan yang seiman?
Berikut tips yang patut diperhatikan bagi yang masih jomblo, yaitu:

Dengarkan suara Tuhan

Masing-masing kita punya hubungan yang pribadi dengan Tuhan, kita sering berkomunikasi; memuji, berterimakasih bahkamn berkeluh kesah kepada-Nya. Dia yang mengetahui masa depan kita dan sangat wajar jika sebelum melangkah dan memutuskan, kita harus tanya Tuhan, “Tuhan mau saya kemana dan menjadi apa?”
Ada persimpangan, Tuhan mau kita menjalani hidup berkeluarga atau selibat, apapun pilihannya adalah baik di mata Tuhan.
Tapi, walaupun kita sudah mengerti kemauan Tuhan dalam hidup kita, harus tetap diingat bahwa waktu Tuhan bukan waktunya kita, rencana Tuhan bukan rencana kita dan keinginan Tuhan bukan keinginan kita.

Ikut komunitas dan pelayanan

Ikut komunitas atau pelayanan di gereja Katolik, karena disini paling banyak ‘populasi’ lawan jenis yang beragama Katolik. Analoginya jangan mencari ikan lele di lautan tapi carilah ikan lele di ‘rumah’ nya sehingga kemungkinan dapatnya lebih besar.
Komunitas atau pelayanan, masing-masing memiliki visi dan misi nya sendiri tetapi jika mau diperas, tujuan antaranya adalah agar muda-mudi katolik berinteraksi di wadah yang benar dan saling berkomunikasi sehingga dapat menemukan jodohnya, dan mengurangi kawin campur.
  
Bersosialisasi

Selain melayani dan ikut komunitas, kita tidak boleh ekslusif tetapi harus bergaul luas di pergaulan yang heterogen karena banyak juga orang katolik yang tidak ikut komunitas atau pelayanan di gereja. Jadi ada kemungkinan bertemu dengan orang Katolik walaupun ‘populasi’ nya tidak sebanyak di pelayanan atau komunitas Katolik.

Jika ada pertanyaan, “Saya sudah melakukan poin 1 sampai 3 tetapi belum dapat pacar juga, saya harus bagaimana?”

Kembali lagi ke poin 1, waktu Tuhan bukan waktu kita, jadi tunggu saja waktunya. Karena ada contoh nyata dari pembicara bahwa ada seorang wanita yang aktif di komunitas dan bergaul luas baru mendapat jodoh yang seiman dan akan menikah di usia ke 47. Tuhan berkarya dan memenuhi janji untuk menghadirkan pasangan buatnya. Patut disyukuri.

Duc in altum
Artinya bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan, seperti dapat dilihat di Injil Lukas 5:4

Ketika kita sudah menemukan pacar atau jodoh, kita harus mengenal luar dalam dari pasangan kita karena kita sadar bahwa perkawinan di Katolik adalah sifatnya seumur hidup. Maka bertolaklah untuk lebih mengenal dan menjala sifat, kebiasaan, harapan, cita-cita, apapun sehingga di suatu titik kita yakin dan mengenal orang yang akan mendampingi kita seumur hidup. Pasti berbeda dengan kita tapi bagaimana membuat perbedaan itu menjadi poin untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan satu dengan yang lain.

Ada program yang dapat membantu pasangan muda-mudi yang sedang berpacaran  untuk lebih mengenal diri sendiri dan pasangannya, yaitu program discovery dari Komisi Kerasulan Keluarga (KomKK) Keuskupan Agung Jakarta. Info , jadwal dan pendaftaran dapat dilihat di website www.komkk.wordpress.com
  
by Melina Yoppi | SKK Paroki Harapan Indah

Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon