Parenting yang Mendatangkan Sukacita

Salah satu oleh-oleh lagi dari Konferensi Keluarga Katolik Jakarta 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 2017 yang lalu yaitu tentangParenting yang Mendatangkan Sukacita  "  yang dipaparkan dengan luar biasa oleh Dr. Wijaya (Couple for Christ )


Di usia 3 tahun otak empati non verbal seorang anak mulai berkembang sehingga di usia ini perlu diberi rangsangan yg tepat untuk anak belajar empati, peduli, simpati. Dalam kehidupan berkeluarga kadang ada 3 masalah yang timbul yaitu 1. Anak banyak 2. Hadirnya anak berkebutuhan khusus 3. Anak bebal. Masalah anak banyak diatasi dengan perencanaan yang lebih baik baik, untuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus anak harus diterima, diberikan pelatihan, prasarana dan sarana serta komitmen. Anak yang bebal membutuhkan edukasi dini dengan asih asah dan asuh yang tepat.

Peserta diingatkan pada isi Kanonik 226 ayat 1 berbunyi Mereka yang hidup dalam status perkawinan, sesuai dengan panggilan khasnya, terikat kewajiban khusus untuk berusaha membangun umat Allah melalui perkawinan dan keluarga. Sedangkan ayat 2 berbunyi Orangtua, karena telah memberi hidup kepada anak-anaknya, terikat kewajiban yang sangat berat dan mempunyai hak untuk mendidik mereka; maka dari itu adalah pertama-tama tugas orangtua kristiani untuk mengusahakan pendidikan kristiani anak-anak menurut ajaran yang diwariskan Gereja.
Menurut dokumen Lumen Gentium 11: Keluarga adaalh Eccletia Domestica, Gereja Domestik dengan orang tua sebagai gembala dan anak anak sebagai dombanya. Orang tua adalah pewarta iman pertama bagi anak-anak serta wajib memelihara panggilan rohani masing-masing, khususnya terlibat dalam 5 kegiatan pilar gereja 

1. Liturgi – doa bersama 
2. Kerygma – mendengarkan sabda 
3. Koinonia – persekutuan 
4. Diakonia – pelayanan 
5. Martyria – kesaksian dan pengorbanan 

Orang tua adalah wakil Tuhan yang punya tugas sebagai imam, nabi dan raja. Seperti kutipan Sirakh 3: 1-16 anak adalah titipan Tuhan, generasi masa depan dan anak harus membantu orang tua di masa sulit. Pesan ini diulang di I Timotius 5:4.

Bp Paus Fransiskus mengingatkan keluarga dengan Amoris Laetitia 259 yang menyatakan orang tua berperan pada pengembangan moral anak sehingga orang tua harus medidik anak dengan penuh kesadaran, antusias, beralasan dan seksama. Orangtua memberikan teladan, pengajaran dan disiplin. Antara ayah dan ibu harus satu kesatuan. 

Pada Amoris Laetitia 260 Keluarga sebagai tempat dukungan, pembimbing dan pengarah. Orang tua harus mempersiapkan para remaja untuk melihat dengan siapa mereka berhubungan, terpapar agar tidak jatuh pada adiksi obat, abuse bertingkah agresif 

Couple for Christ salah satu komunitas keluarga di KAJ yang memiliki beberapa kegiatan untuk anak-anak, Youth, Single sehingga orang tua bisa mengajak anak-anaknya tumbuh berkembang bersama. Kesaksian pasturi Pascal dan Siok Lie dengan 4 anak mereka – menunjukkan buah –buah dari kegiatan mereka tergabung di CFC. Jadi untuk pasangan muda yang masih memiliki anak balita – mari jangan ragu untuk aktif di komunitas yang menampung keluarga- dimana CFC juga kekayaaan gereja katolik. 

by Maria Phan, sie SKK Petrus 3 
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon