Renungan 8 - 9 Juli 2017

HARI MINGGU BIASA XIV
                                                                                                                                   
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yoh 17:3)
Menempatkan Yesus sebagai Yang Menentukan Hidup

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!
Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai,
seekor keledai beban yang muda” (Za 9:9)


Mungkin bagi sebagian orang apa yang kulakukan tidaklah istimewa, bahkan mungkin lucu sehingga menertawakan terkait hidup harianku dengan berbagai tanaman. Rasaku, tiada hari tanpa pertanyaan, “Untuk apa semua itu?” Jika aku bisa menjawab dan mau menjawab, aku akan menjawabnya. Namun pertanyaan yang sama terus-menerus setiap hari membuatku sering kali malas untuk menjawabnya. Kalau toh kujawab, aku menjawabnya sekenanya.

Makin terasa olehku betapa pergaulanku dengan tanaman-tanaman itu menyadarkan diriku akan rasa tanggung jawab akan kehidupan. Kalau mereka tidak kusiram, mereka akan mati. Kalau aku tidak memberi pupuk, sekalipun kusiram setiap hari, pertumbuhan mereka tidak subur. Selain itu, tidak sedikit hama yang menggerogoti kelangsungan hidup mereka: belalang, ulat, kutu daun, kucing, tikus, ... manusia di sekelilingku.


Tak ayal lagi, siapakah yang memelihara hidupku? Seumur-umur aku seorang katolik. Itu berarti (seharusnya) aku menempatkan Yesus sebagai yang menentukan hidupku. Ialah yang menghidupkanku sebagaimana aku mengkondisikan biji-biji agar dapat tumbuh dan berkembang subur. Ialah yang memupukku sehingga hidupku tumbuh subur dalam persaudaraan yang mendalam. Ialah yang memiliki diriku (cf. Rom 8:9). Ialah Raja yang lemah lembut dan rendah hati (cf. Mat 11:29; Za 9:9)

by Slamet harnoto 
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon