Mengikuti Yesus, Mengasihi Yesus

Renungan HARI MINGGU BIASA XXII 3 September 2017 
                                                                                                                                   
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16:24)

Mengikuti Yesus, Mengasihi Yesus

Suatu pembicaraan menarik terjadi dengan Bapak belum lama ini. Kembali Bapak menceriterakan peristiwa yang sungguh melukai hatinya, hingga membawa penyakit jantung dalam perjalanan hidupnya. Satu hal menarik perhatianku adalah pikiran itu masih menggelayuti, bahkan menguasai Bapak sepanjang kurang lebih tiga puluh tahun. Tidak ada perubahan. Tetap melekat.



Bisakah dilepaskan atau dibuang?

Kalau sekadar kenangan bahwa dulu pernah memiliki atau menghidupi pemikiran seperti itu dan sekarang sudah tidak lagi, rasaku suatu perubahan besar akan terjadi dalam hidup Bapak. Perubahan itu tentulah akan berakibat pada fisik Bapak. Namun toh tidak ada perubahan meski ukuran waktu menurutku sudah terlalu lama.

Mengasihi Yesus dan mengikutiNya tentulah harus melepaskan pikiran-pikiran ataupun gambaran-gambaran yang tidak selaras dengan apa yang dikehendaki Yesus. Pikiran-pikiran atau gambaran-gambaran itu melekat dan memengaruhi serta menggerakkan hidup sehingga tampak begitu jelas perilaku yang dikendalikannya, terutama tutur katanya. Pikiran-pikiran atau gambaran-gambaran itu sungguh harus dilepaskan jikalau ingin menjadi murid Tuhan.


Rasaku tidaklah sulit untuk memahami bahwa dengan pelepasan akan membuahkan ketenangan batin yang berakibat positif pada kondisi fisik dan sosial. Tiada satu pun sabda Allah yang bertentangan dengan hal-hal esensial hidup manusia, yang sebenarnya memancarkan keindahan hidup. Pikiran-pikiran atau gambaran-gambaran yang menggerogoti jiwa seharusnya dilepaskan. Yang jelas dalam pewartaan Matius minggu ini adalah tentang kasih kepada diri sendiri: “penyangkalan diri”.

by Slamet Harnoto | Komsos
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon