Meluangkan Waktu untuk Sesama

HARI MINGGU BIASA 21 Januari 2018 
                                                                                                                                   
Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia
(Mrk 1:18)

Meluangkan Waktu untuk Sesama 

Rasanya begitu mudahnya Yesus merekrut para murid. Terlepas dari kuasa ilahiNya, sangat menarik untuk mencermatinya. Perekrutan itu terjadi tatkala terjadi perjumpaan antara dua kebutuhan yang sebenarnya satu dan sama. Simon dan Andreas menerima tawaran dari Yesus untuk mengikuti Dia karena selaras dengan kehendak hatinya. Dapat diraba, kehendak hatinya yang terdalam adalah hidupnya menjadi baik atau semakin baik. Tatkala merenungkannya, teringat olehku dua peristiwa yang pernah terjadi dalam perjalanan hidupku.



Pertama, dalam perjalanan menuju Surabaya melalui jalur selatan, aku duduk berdampingan di dalam Bus dengan seorang dosen di salah satu perguruan swasta di Purworejo Jawa Tengah. Beliau berceritera bahwa dirinya yang adalah seorang dosen dengan strata dua kalah dengan seorang juragan ayam. Di tengah masyarakat, juragan ayam tersebut lebih (bahkan jauh) dihormati orang-orang di sekitar dibandingkan dirinya. Perbedaan itu, menurut bapak dosen itu, bukan karena harta, tapi karena sang juragan ayam sungguh mau meluangkan waktu untuk membantu sesamanya, sementara dirinya terbentur dengan jadual mengajar dan penyelesaian disertai di sebuah perguruan tinggi swasta yang jauh dari rumahnya.
Kedua, masyarakat semakin cerdas dengan peningkatan ekonomi yang tampak begitu pesat. Waktu aku kecil, satu desa hanya ada dua pesawat televisi hitam putih. Siaran televisi didominasi oleh kepentingan pemerintah pusat. Sedikit hiburan, banyak pengarahan dalam siaran televisi yang masih hitam putih. Sekarang, satu rumah tidak hanya satu pesawat televisi, antenenya pun sudah parabola yang mampu menjangkau siaran televisi luar negeri. Dalam situasi kecerdasan masyarakat yang meningkat, tentulah dibutuhkan komunikasi yang seimbang, tidak saling mengatasi satu sama lain, tetapi justru memerkaya dan tentunya mampu saling mengembangkan hidup masing-masing.


Bercermin dari peristiwa di danau itu, rasanya penting untuk meluangkan waktu bagi sesama. Penting untuk meluangkan waktu berkomunikasi dengan semakin banyak orang. Penting kiranya memerluas jaringan komunikasi. Pada akhirnya diharapkan sungguh ada pengenalan situasi konkret masyarakat, bahkan orang per orang. Uluran tangan umat beriman akan diterima baik apabila menampakkan persaudaraan dimana tepat waktu dan situasinya. Mudah-mudahan rahmat ilahi senantiasa mendampingi umat beriman. Amin. 

By Slamet Harnoto
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon