MEMBUKA TOPENG KEMUNAFIKAN

MEMBUKA TOPENG KEMUNAFIKAN (Mat 7:15-20)

"Dunia ini panggung sandiwara..... ada peran wajar dan apa peran pura-pura.... mengapa kita bersandiwara?" Syair lagu Achmad Albar ini akrab di telinga kita. Ada orang yang tulus, jujur dan apa adanya; ada orang yang kelihatannya tulus, jujur, dan baik; tetapi penampilan luar yang kelihatannya "wah" ditutup dengan topeng kemunafikan. Yesus memperingatkan kita untuk hati-hati terhadap nabi palsu yang menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Mereka mengajarkan hal-hal yang baik, antusias berbicara tentang Allah, taat beribadah, tetapi sesungguhnya cara hidup mereka jauh dari ajaran mereka.

Mereka mengelabui orang dengan sikap hidup yang penuh kemunafikan, bernafsu seperti serigala yang menyerang orang lain untuk menutupi kesalahan dan dosa mereka, memanipulasi nama orang lain bahkan nama Tuhan untuk membenarkan diri dan kelompok dll. Lain di bibir, lain dalam perbuatan. Mengapa kita bersandiwara? Bukankah nabi-nabi palsu seperti itu masih berkeliaran sampai saat ini? Siapakah nabi-nabi palsu itu? Nabi palsu itu adalah orang lain; nabi palsu itu adalah saya. Buka dulu topengmu, biar kulihat wajahmu yang sesungguhnya.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
Rm. Yonas, SVD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel