Damai-Ku Bagimu


















DAMAI-KU BAGIMU (Yoh 14:27-31a)

Kesulitan dan persoalan membuat hati gelisah, takut dan tidak bahagia. Dalam keadaan seperti ini, dambaan untuk hidup tenang semakin besar. Para murid cemas dan takut karena Yesus akan meninggalkan mereka. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi tanpa Yesus. Yesus meneguhkan hati mereka yang gundah gulana dengan berkata, "Damai Kutinggalkan bagimu; damai-Ku Kuberikan bagimu." (Yoh 14:27). Mereka tidak perlu takut karena Ia akan selalu hadir bersama mereka. Setiap orang mempunyai kesulitan dan persoalan hidupnya sendiri.

Yesus hadir dalam kesulitan itu. Damai Yesus ditinggalkan juga bagi kita untuk diwartakan kepada orang lain. Kita diutus bukan sebagai pembawa masalah melainkan sebagai pembawa damai. Damai dalam keluarga, komunitas, Gereja dan masyarakat akan terwujud apabila setiap orang memiliki hati yang suci untuk hidup bersaudara dengan semua orang. Ubahlah cara berpikir, cara berbicara dan cara bertindak untuk merubah wajah dunia menjadi lebih baik. "Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah." (Mat 5:9).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 20/5/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel