Keluarga Sebagai Basis Pelayanan Umat

Sebagai perwujudan dari tema dan ide yang dibawa pada waktu pembahasan Prapaskah bulan Maret – April waktu lalu tentang “Dipilih untuk Melayani”, Lingkungan St Felisitas 1 mengadakan acara Ziarah dan rekoleksi untuk umat di lingkungan Felisitas 1 (Cluster Taman Sari – Harapan Indah) dengan tema “Keluarga sebagai basis pelayanan Umat”. Acara diadakan pada tanggal 28 – 29 Juni 2014, dan tempat ziarah yang dipilih adalah Gua Maria Kanada di Rangkasbitung, yang kemudian dilanjutkan dengan rekoleksi di Hotel WIRA Carita Banten. Acara ini dikomando oleh Pak Budi Djuhartono sebagai ketua panitia dan Pak Susanto sebagai ketua lingkungan St Felisitas 1.


Pagi-pagi benar tanggal 28 Juni 2014, pukul 05.30 WIB sudah berkumpul 59 peserta dari 16 keluarga untuk berangkat dari depan Taman Sari dengan menggunakan 1 bis pariwisata. Romo Fransiskus Asisi Heru Kurniawan, SVD sebagai pendamping dan pembina rekoleksi ini juga sudah hadir berkumpul dengan umat St. Felisitas 1. Tepat pukul 06.00 WIB bis yang membawa kami berangkat dari Harapan Indah menuju ke Rangkasbitung. Perjalanan cukup melelahkan dengan kemacetan yang dihadapi tetapi semangat untuk ziarah mengikuti jalan salib Yesus masih terlihat jelas di wajah-wajah umat St. Felisitas 1.



Kami tiba di tempat ziarah gua Maria Kanada pukul 10.30 WIB, kemudian umat dibagi dalam 3 kelompok untuk mengikuti jalan salib, perjalanan ibadat jalan salib cukup menantang  terutama buat oma-oma yang ikut karena menghadapi jalan yang becek, licin, naik, turun tetapi menyenangkan dan terasa khusuk dalam beribadah. Akhirnya ketiga kelompok bisa menyelesaikan ibadah jalan salib dan berkumpul untuk berziarah di gua Maria Kanada. Rasa lelah, lapar setelah berziarah diobati ketika panitia menyediakan makan siang di sana, kami menyantap makan siang dengan gembira dan terpancar keakraban umat St Felisitas 1. Kami menyempatkan berfoto bersama disana sebelum melanjutkan perjalanan ini untuk rekoleksi di hotel Wira Carita Banten.

Perjalanan ke hotel Wira Carita Banten masih menghadapi beberapa kemacetan yang asal muasal dari perbaikan jalan dan saling serobotnya masyarakat pengguna jalan, cukup menyebalkan dan menjemukan tetapi kesabaran masih harus dikedepankan. Bis tiba di hotel Carita pukul 16.30 WIB  terlambat 1 jam dari waktu yang direncanakan, tetapi waktu yang tersisa masih sempat digunakan untuk berekreasi di pantai carita, anak-anak umat St Felisitas sudah tidak sabar untuk langsung turun ke pantai, mereka bermain pasir, berenang, berlarian sementara ibu-ibu dan OMK mulai narsis berfoto ria di pantai. Karena ombak pasang dan ada peringatan dari penjaga pantai akhirnya rekreasi di Pantai harus diakhiri pukul 17.45 WIB dan kami semua kembali ke Hotel untuk membersihkan badan yang penuh pasir dan menikmati makan malam yang sudah disediakan di Aula Air.
 

Umat berkumpul kembali di aula pukul 18.30 WIB untuk makan malam dan dipandu oleh Pak Suwadji melanjutkan acara ini dengan rekoleksi dari romo Heru. Tema yang diangkat dalam rekoleksi ini adalah peranan keluarga dalam pelayanan sesuai dengan iman Katolik. Dalam rekoleksinya romo Heru mengingatkan tentang pesan Yesus kepada Petrus, yang akan mendirikan jemaatNya diatas batu karang. Gereja bukan sebuah bangunan, tetapi gereja adalah sekumpulan umat yang meyakini Yesus, kumpulan umat terkecil adalah keluarga. Jadi peranan keluarga-keluarga katolik adalah sangat penting dalam gereja.

Kita diingatkan peranan kita masing-masing dalam keluarga, sebagai ayah, ibu, dan anak-anak. Disini ayah dan ibu mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan iman anak. Kemudian Romo Heru juga memberikan materi lain yaitu tentang kemajuan teknologi di mata gereja Katolik, apakah itu sebagai ancaman atau sebagai peluang? Diakhir rekoleksi romo Heru mengajak kami semua untuk berdoa, merenung dan berjanji kepada Tuhan, tentang peranan kecil apa yang bisa kita lakukan terhadap keluarga, contoh anak membuatkan teh manis buat ayah, ibu atau ayah meluangkan waktunya menemani anak belajar, makan keluarga bersama dll. Setelah acara rekoleksi, malam hari itu ditutup dengan acara barbeque dan karoke malam, semua peserta terlibat dan gembira malam itu.


 
Pagi-pagi dengan diiringi suara gemuruh ombak dan kokok ayam, diadakan misa pagi merayakan St Petrus dan Paulus di lapangan terbuka dengan dihiasi pohon-pohon kelapa. Suasana yang ekarisitis dialami oleh umat, meskipun duduk beralas karpet, menahan dinginnya basah embun pagi yang menembus karpet. Sekali lagi Romo Heru mengingatkan dalam kotbahnya tentang keluarga adalah gereja.  Setelah berkat penutup misa diakhiri dengan foto bersama semua peserta dengan Romo Heru.




Acara tidak sampai disitu karena dilanjutkan lagi dengan makan pagi  nasi uduk dan dilanjutkan dengan permainan kelompok (dibagi 6 kelompok) untuk keakraban dan kekompakan keluarga St. Felisitas 1 dengan seragam bajunya yang berwarna orange. Penuh canda, persaingan, dan santai untuk memperebutkan juara di setiap gamenya. Setelah semua permainan selesai karena masih ada sisa waktu sebelum check out, digunakan untuk berekreasi ke pantai lagi.


 
Akhirnya acara rekolekasi keluarga St Felisitas 1 harus ditutup dengan makan siang dan pembagian hadiah pemenang serta doorprize. Kemudian pukul 13.00 WIB umat kembali naik ke bis untuk diantarkan pulang dari Carita ke Harapan Indah pada pukul 19.00 WIB. Banyak cerita, kesan dan perasaan yang hanyut dibawa setiap umat dalam mengikuti rekoleksi ini, semoga di waktu yang akan datang Lingkungan St Felisitas 1 bisa mengadakan acara rekoleksi lagi, agar keluarga St Felisitas 1 siap dipanggil untuk melayani.
Daniel – Lingkungan St. Felisitas 1

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel