SIAPA YANG HARUS BERTOBAT


















SIAPA YANG HARUS BERTOBAT

Orang yang arogan selalu merasa diri paling benar, suci dan menjadikan dirinya ukuran bagi yang lain. Orang lain tidak pernah benar di hadapannya. Matius, si pemungut cukai adalah korban arogansi kaum Farisi. Sebelum bertemu Yesus, ia memang seorang pendosa. Namun perjumpaan-Nya dengan Yesus mengubah hidupnya. Ketika Yesus memangginya "Ikutlah Aku" ( Mat 9:9), ia segera berdiri dan mengikuti Dia. Berdiri artinya bangkit dari masa lalu dan siap mengikuti cara hidup baru.

Tetapi pertobatan Matius dikomentari oleh kaum Farisi. Mereka tetap menganggap Matius dkk sebagai orang berdosa. Mata mereka terlalu jauh memandang ke dalam diri orang lain yang sudah bertobat, tetapi sengaja menutup mata terhadap dosa sendiri. Jadi sebenarnya siapa yang belum bertobat? "Virus" kesombongan kaum Farisi sering menjangkiti kita.

Kita setia berdoa dll tetapi mungkin kurang/tidak berbelaskasih kepada sesama yang berdosa. Kita sibuk membicarakan kesalahan orang lain daripada pertobatannya. Padahal yang dikehendaki Yesus adalah belaskasih. "Aku menginginkan belaskasih bukan persembahan." (Mat 9:13).
Berbelaskasih artinya menerima masa lalu seseorang dan menghargai pertobatannya. Orang yang berbelaskasih adalah orang yang bertobat karena ia memiliki mata baru untuk melihat titik pertobatan sesamanya.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 4/7/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel