Memiliki Jiwa Yang Penuh Kasih


Memiliki Jiwa Yang Penuh Kasih (Luk 11:42-46)

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil" (Mzm 1: 1-3).


Seruan pemazmur di atas merupakan rambu-rambu bagi jiwa semua orang yang ingin diselamatkan. Sebagaimana dalam injil hari ini, Yesus sendiri secara tidak langsung menekankan bahwa tegas pada aturan dengan mengabaikan kasih adalah sebuah penindasan. Menegakan hukum dan keadilan tanpa kasih adalah sebuah kekejaman. Bahkan sikap pura-pura menonjolkan kesalehan, dengan menyembunyikan sikap hati yang busuk, sombong, rakus, iri hati dan sebagainya adalah sebuah neraka dan malapetaka.

Jika anda ingin menikmati damai dan ketenangan bersama Allah, pakailah kasihNya sebagai aturan utama dari semua peraturan duniawi. Lalu kejarlah kesucian dengan memberikan perhatian dan kasih kita kepada sesama. Sebab kasih dan perhatian itu mampu memadamkan rasa benci, marah, cemburu, sombong dan pelbagai sikap dosa lainnya.

Kata St.Teresa dari Avila, "Tak ada kegelapan yang lebih pekat daripada jiwa yang berada dalam keadaan dosa berat" Mari berjuang menjauhkan diri dari kegelapan dosa dengan memiliki Jiwa Yang Penuh Kasih kepada Tuhan dan sesama.

Selamat Pesta St.Teresa dari Avila dan Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton, SVD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel