Mencari Ketenangan Jiwa

Mencari Ketenangan Jiwa (Matius 11:28-30)
Saya yakin bahwa anda termasuk dalam kaum yang selalu mencari ketenangan di dalam hidup. Sebab hidup yang tenang dan bahagia jiwa selalu didambakan oleh setiap insan yang berada di muka bumi ini. Akan tetapi semakin dicari, semakin sulit pula mendapatkannya. Bahkan dambaan tentang hidup tenang dan bahagia masih sangat jauh ketika orang berhadapan dengan kesulitan hidup. Akhirnya orang menjadi cemas dan gelisah, lalu mengatakan: sulit sekali mendapatkan dambaan hidup itu. Kita putus asa dan kecewa dengan keadaan hidup kita. Lalu mengapa sulit sekali?
   

Mungkin jawaban yang tepat adalah karena kita seringkali keliru memahami apa arti ketenangan jiwa. Ketenangan dan kebahagiaan jiwa bukanlah soal adanya cobaan, tantangan, sakit dan penderitaan dalam hidup atau tidak. Ia lebih menyangkut soal jauh atau dekatnya kita dari Tuhan. Semakin dekat kita pada Tuhan, hati dan jiwa kita akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan dan sebaliknya semakin kita jauh dari Tuhan kita menjadi orang yang cemas dan gelisah serta tidak akan pernah puas dengan hidup yang kita jalani.
   

Maka Hari ini Tuhan Yesus meminta kita untuk belajar dari Dia, yang lemah lembut dan rendah hati. Kita perlu memikul semua duka, derita dan kecemasan hidup sebagai sebuah "Kuk" dan salib yang harus kita pikul dengan setia. Bila kita setia, maka ketenangan jiwa akan kita peroleh, bahkan sampai disaat kita harus meninggalkan dunia ini.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton Ebo Resi, SVD

0 Response to "Mencari Ketenangan Jiwa"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel