Melayani dengan Kasih Sayang

     Renungan 27 Desember 2015 Pesta Keluarga Kudus “Melayani dengan Kasih Sayang”             

"Ia tetap hidup dalam asuhan mereka" (Lk 2:51)



Nenek dari ibu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Namun saat-saat terakhir hidupnya bersama kedua orangtua tak pernah lenyap dilekang waktu. Saat-saat itu sungguh melekat di hati. Betapa tidak, tampak jelas tergambar film yang senantiasa terasa anyar dengan tokoh utama bapak. Saat-saat terakhir nenek menampakkan (hanya) insting hidupnya. Ia tidak hanya pikun dan linglung, namun juga tidak terkendali dalam (terutama) buang air (baik kecil maupun besar). Setiap kali tampak bapak membersihkan kotoran dan air seni nenek yang berceceran baik di dipan maupun di lantai kamar. Bapak juga menyiapkan kebutuhan makan dan mandi nenek. Menurut cerita ibu, bapak pula yang mengundang orang-orang untuk tahlilan selama tujuh hari di rumah.

Suatu drama kehidupan yang mungkin tak akan pernah ditayangkan di media elektronik baik televisi atau internet, namun itu menancapkan begitu kuat di hati akan kesederhaan sekaligus kokohnya kasih sayang. Kasih sayang tidak terucap, tapi sungguh nyata di dalam merawat kehidupan, meskipun suatu kehidupan itu tidak memberikan keuntungan apapun, tapi justru merepotkan ataupun mengganggu.

Bagaimana dengan kehidupan umat beriman kristiani?

Kehadiran Kristus di dalam keluarga tentulah memancar dalam kasih sayang yang tulus, tanpa harus terucap, dirancang, atau bahkan dituntut. Kasih sayang itu tentu membuahkan saling pengertian akan kebutuhan hidup masing-masing. Kasih sayang itu tentulah tidaklah menuntut balas, meski sering kali terungkap rasa penyesalan akan apa yang sudah diberikan.


Dengan Pesta Keluarga Kudus ditawarkan di sini untuk meluaskan panorama batin seluar Kristus bagi umat manusia. Kehadiran Kristus dalam keluarga Yosep dan Maria memancarkan kehidupan keluarga besar umat manusia. Kehadiran Kristus di tengah umat manusia merupakan kehadiran kasih sayang bagi seluruh umat manusia dari segala bangsa. Tidak ada seorang umat manusia pun yang hidup tanpa kasih sayang. Di sinilah Kristus hadir! Di sinilah Kristus mengundang umat beriman!

BY Slamet Harnoto | Tim Komsos

0 Response to "Melayani dengan Kasih Sayang"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel