Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus

 Renungan 29 Mei 2016 "Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus"
 

"Mereka semuanya makan sampai kenyang.
Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti
yang sisa sebanyak dua belas bakul" (Luk 9:17)


Makan sehari sekali, bukan dalam rangka berpuasa atau tirakat, cukup nasi dan garam bukanlah keinginan diri sama sekali. Bagaimanapun, makan enak dan kenyang full gizi menjadi damba hati ini. Tapi bagaimana mungkin dengan penghasilan minim?

Tatkala berkunjung ke rumah saudara dan disuguhi berlimpah makanan enak, tidak hanya bersegera menyantapnya dengan lahap tetapi membungkusnya untuk dibawa pulang. Terasa tidak ada malu sedikit pun atau berpikir hal negatif akan terjadi pada diri ini sesudahnya. Syukurlah ada pengendalian diri yang kuat sehingga hasrat tersebut tidak mewujud.

Peristiwa penggandaan roti merupakan peristiwa kasih sayang Allah terhadap umat manusia dalam kondisi negatif. Kasih sayang Allah yang memenuhi kebutuhan hidup mendasar tersebut menjadi perwujudan kehendak Allah yang menyelamatkan umat manusia dan menjadikan hidup manusiawi dalam kebersamaan dengan Allah. Kebersamaan hidup ini mengental dalam peristiwa agung penyerahan diri Allah bagi umat manusia. Penyerahan hidup ilahi ini memampukan umat manusia untuk saling berbagi. Kasih sayang Allah berimbas pada kasih sayang antar-umat manusia. Penyerahan diri Allah berimbas pada penyerahan hidup antar-umat manusia. Marilah kita nikmati keindahan kata-kata ini: "Inilah Tubuhku! Inilah darahKu!"

BY Slamet Harnoto | Tim Komsos

0 Response to "Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel