Jurnal 13 Days Fatima - Lourdes - Holydoor Bagian 3

Bagian III (Terakhir)

Hari ke-9/ 18 Okt:
Hari ini kami mulai perjalanan menuju Roma/ Italia melalui Nice/ Perancis. Perjalanan Barcelona-Nice adalah yang terpanjang, 670 km. Setelah ibadat pagi, mengisi perjalanan panjang ini Romo memberikan penjelasan mengenai sakramen-sakramen dan Sakramen Ekaristi. Tiba di Nice sudah menjelang malam. Beberapa peserta menyempatkan untuk sight seeing menggunakan 'trem' kota menuju arah pantai. 

Hari ke-10/ 19 Okt:
Pk 08.30 kami meninggalkan Nice menuju Monaco, menyusuri pantai Mediterania yang menawan. Menjelang Monaco kami singgah di Eze Vilage, sebuah dusun di pinggir Nice penghasil parfum. Tiba di Monaco kami mengunjungi ke Katedral Monaco dan melewati sebagian lintasan balap F1 di Monte Carlo, pusat kota. Monaco adalah kerajaan kecil. Di Katedral Monaco disemayamkan Pangeran Rainer dan Grace Kelly, mendiang raja dan ratu Monaco. 

Melanjutkan perjalanan ke Roma kami tiba di kota Pisa pada sore hari. Kami sempatkan untuk mengunjugi menara Pisa meski hari sudah menjelang petang dan turun gerimis. Usai dari menara Pisa, saat makan malam kami baru menyadari ada peserta yang kehilangan paspornya. Puji Tuhan, beberapa jam kemudian setelah membuat laporan kehilangan di kantor polisi diperoleh kabar bahwa paspor tersebut telah "diketemukan". Menjadi pelajaran bagai peserta untuk menjaga barang-barang berharganya khususnya saat berada di tempat umum yang ramai. 

Hari ke-11/ 20 Okt:
Melanjutkan perjalanan peziarahan kami menuju Assisi, kota kelahiran St. Fransiskus Asisi, pelindung negara Itali. Biara Fransiskan di Asisi terletak di perbukitan dan dikelilingi pemandangan yang indah. Biara, gereja dan seminari di kompleks Fransiskan ini masih aktif dipergunakan. Kami mengikuti perayaan Ekaristi di Chapel of Peace. Saat makan siang kami bertemu dengan rombongan peziarah dari Indonesia yang dibimbing oleh Rm Steve dari Pulogebang. Pk 19.00 akhirnya kami masuk kota Roma yang akan menjadi tempat peziarahan terakhir dan utama kami.

Hari ke-12/ 21 Okt:
Pk 08.00 kami checkout dari hotel. Kami berganti transportasi menggunakan bus khusus untuk transportasi dalam kota Roma. Persiapan kami untuk memasuki Pintu Suci (Holy Door) di Basilica St. Petrus, Vatican kami mulai dengan Ibadat pagi sepanjang perjalanan di kota Roma. Romo juga memberikan penjelasan mengenai indulgensi penuh. Kesan kami, Roma kota yang padat dan penuh dengan bangunan kuno yang masih dirawat dan dipergunakan sehingga oleh karena itu Roma mendapat julukan “Kota Abadi”.

Lalu lintas dalam kota lebih padat dari pada biasanya karena hari itu sedang berlangsung pemogokan petugas transportasi publik, banyak penduduk menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan di Roma tidak ubahnya jalanan di Jakarta, macet.

Ritus memasuki Pintu Suci di Basilika St. Petrus (Basilica of Saint Peter) di Vatican untuk mendapatkan Indulgensi Penuh terdiri dari 5 pemberhentian yang dimulai dari Castel Sant Angelo. Para peziarah yang menuju Pintu Suci diberikan jalur khusus, terpisah dari peziarah/ wisatawan lain yang hanya sekedar mengunjungi Basilica St. Petrus. Romo membimbing peziarah melalui ibadat menuju Pintu Suci. Sungguh suatu perasaan dan syukur yang tak terperikan setelah kami melewati Pintu Suci.

Selanjutnya pemandu wisata lokal memberikan penjelasan mengenai basilika St. Petrus, makam para Paus, termasuk St. Petrus, dan katakombe yang berada di bawah tanah. Saat makan siang kami menyempatkan untuk sight seeing di Trevi Fountain. Menutup ziarah di Roma kami mengunjungi Basilika St. Paulus (Basilica of Saint Paul Outside the Walls) dan mengikuti perayaan Ekaristi di salah satu kapel yang ada di dalam Basilica. Basilika St. Paulus adalah satu dari empat basilika utama di Roma. Tiga basilika lainnya adalah Basilika St. Petrus, Basilika St. Yohanes Lateran, dan Basilika St. Maria Maggiore. Usai misa dan mengunjungi makam St. Paulus kami langsung menuju airport untuk penerbangan kembali ke tanah air.



Hari ke-13 / 22 Okt:
Penerbangan Dubai-Jakarta
Tiba di Bandara Soekarno-Hatta hari Sabtu pk 23.00 dilanjutkan dengan bus menuju Harapan Indah. Minggu dinihari pk 01.00 kami tiba di Gereja St. Albertus. Home sweet home.


Epilog

  • Peziarahan ini adalah kali kedua kami mengikuti Prozitas dari Koperasi Tritunggal Paroki Harapan Indah (ziarah sebelumnya ke Tanah Suci/ Yerusalem). Program ziarah yang menurut kami sangat membantu, selain manfaat pembiayaan juga peserta mengikuti proses dalam pemilihan agen/ pemandu wisata.
  • Dari kedua pengalaman ziarah kami mendapatkan pengalaman ziarah yang memiliki nuansa dan latar yang berbeda. Kami bersyukur karena pengalaman ini saling melengkapi pengalaman dan meneguhkan iman dan devosi kami. Meski kami juga meyakini bahwa kepenuhan iman tidak harus diperoleh melalui pengalaman fisik seperti Yesus bersabda "Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya".
  • Perima kasih kami sampaikan kepada rekan-rekan peziarah, pengurus Koperasi, pak Reza yang sangat kompeten & sabar (+terima kasih atas tips "resleting koper"), pembimbing rohani kami - Romo Kesar yang alround. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Oleh Maria & Arif

0 Response to "Jurnal 13 Days Fatima - Lourdes - Holydoor Bagian 3"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel