iklan banner

Bersatu Dengan Yesus


29 April 2018  HARI MINGGU PASKAH V

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”. (Yoh 15:4)


Bersatu Dengan Yesus
Hidup umat beriman sehari-hari diwarnai dengan berbagai aktivitas sejak bangun di pagi hari hingga beranjak tidur di malam hari. Dalam dinamika hidup harian, umat beriman berjumpa dengan berbagai keelokan duniawi: di tempat kerja, di jalanan, saat santai di rumah, tayangan televisi, jaringan internet, dan sebagainya. Tatkala hati tertarik pada suatu keelokan duniawi, secara perlahan jiwanya akan dituntun pada ketertarikan dan keterikatan padanya. Ambillah contoh pada hasil kerja yang semakin meningkat. Orang akan semakin bersemangat dalam mengejar hasil kerja yang makin hari semakin meningkat. Tanpa disadari orang tersebut akan larut dalam kerja. Apakah hasilnya selain materi juga semakin meningkat? Kehidupan keluarga dan menggerejanya justru akan menyempit tatkala waktu untuknya semakin menyempit.

Penting disadari bahwa kerja merupakan ekspresi diri. Tatkala orang mengajar, ia mengekspresikan dirinya yang mengalir dari jiwa seorang guru. Demikian pula halnya dengan umat beriman. Tatkala ia menyatakan dalam kata dan tindakan belaskasih kepada sesama, ia sungguh mengekspresikan diri sebagai murid Tuhan. Dengan demikian patut direnungkan berbagai keelokan duniawi yang akan atau telah menjerat hidup umat beriman apakah sungguh mengekspresikan diri sebagai murid Tuhan.

Murid Tuhan tentunya mengekspresikan dirinya sebagai Tuhan yang telah menganugerahkan belaskasihNya kepada seluruh umat manusia. Murid Tuhan, dengan demikian, dalam hidupnya sudah seharusnya mengungkapkan belaskasihan kepada sesamanya: di tempat kerja, di rumah, di gereja, ... di manapun berada. Ekspresi umat beriman ini hanya terjadi tatkala umat beriman menyatu dengan Kristus. Bagaikan pokok anggur dan ranting-rantingnya hubungan umat beriman dan Kristus seharusnya tak terpisahkan. Umat beriman hanya dapat hidup dan berbuah jikalau bersatu dengan Sang Pokok Anggur: Kristus. Umat beriman tidak dapat hidup sendiri dan tidak dapat berbuah jika tidak menyatu dengan Kristus, Sang Pokok Anggur. Bukankah demikian?

By Slamet Harnoto

0 Response to "Bersatu Dengan Yesus"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

text gambar text gambar text gambar text gambar text gambar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel