Kapan Kita Memenuhi Undangan Tuhan?

Misa pemberkatan rumah keluarga Bapak Junaidi Tarigan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 5 November 2013 di Cluster Aralia 2 Harapan Indah Bekasi, dihadiri lebih dari 60 orang umat Lingkungan Felisitas 3, para Suster KYM dan kerabat keluarga tuan rumah.



Misa yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dipersembahkan oleh Pastor Ramlan Sihombing, SVD. Dalam homilinya Pastor Ramlan menyampaikan sebagai umat beriman kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita dapatkan adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan. Karena ini adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan maka kita mengundang Tuhan untuk hadir, tinggal dan memberkatinya. Dengan kesadaran itu kita juga sebagai umat beriman terbuka untuk orang lain untuk menikmati pemberian Tuhan.
 


Orang mau datang ke rumah anggap saja ini sebagai buah dari rasa syukur bersama keluarga yang ingin menikmati pemberian Tuhan. Karena ini adalah sebuah berkat, orang yang datang bertamu ke rumah kita adalah berkat, ingin merasakan buah karya dari rahmat Allah dan pertanda bahwa di rumah itu tinggal Tuhan, dan di hati keluarga itu juga tinggal Tuhan. Tetapi jika di rumah kita sudah tertutup untuk orang lain, itu pertanda di rumah kita tidak ada Tuhan. Hanya orang yang selalu membuka tangannya untuk tamu, pertanda di rumah itu ada Tuhan dan mereka semua ingin merasakan kehadiran Tuhan.
 
 
 
Kalau kita menyadari ini adalah suatu pemberian dari Tuhan, Tuhan hadir dan memberkati  kita, maka kita juga harus mau memenuhi undangan Tuhan. Kalau kita mengundang Tuhan maka Tuhan akan hadir. Tapi jika sebaliknya Tuhan mengundang kita, kita harus hadir. Jangan mencari berbagai alasan untuk menghindari undangan Tuhan. Kapan Tuhan mengundang kita? Tuhan  mengundang kita dalam perjamuan kudus, datang ke gereja, dalam kegiatan lingkungan dan masyarakat. Semakin banyak kita memenuhi undangan Tuhan, semakin banyak berkat yang kita peroleh.  
Proficiat kepada keluarga Bapak Junaidi Tarigan.

Neli Apriyanti
Previous
Next Post »