MENDENGARKAN DAN BERBICARA DENGAN BENAR














MENDENGARKAN DAN BERBICARA DENGAN BENAR (Mrk 7:31-37)
 
Kamu adalah apa yang kamu dengar dan bicarakan. Apabila yang didengar adalah hal-hal yang baik dan benar tentang apa saja dan siapa saja, maka itulah yang terucap dari mulut. Sebaliknya apabila telinga lebih suka mendengar cerita-cerita buruk apalagi gosip dan fitnah tentang apa saja atau siapa saja, maka di sekitar itulah topik pembicaraanmu setiap hari.
 
Yesus bertemu dengan orang yang bisu. Tetapi mengapa justru yang disembuhkan pertama adalah telinganya? Telinga adalah sumber pendengaran. Orang bisa berbicara karena mendengar suara dari luar dan lidahnya dirangsang untuk mengikuti suara itu. Sebaliknya orang akan tuli jika telinganya tidak dapat menangkap suara dari luar. Dalam Injil penyakit juga disebabkan oleh dosa. Dosa selalu menghalangi manusia untuk mendengar dan berbicara tentang hal-hal yang baik. Dengan menyembuhkan orang bisu ini, Yesus membarui telinga dan mulutnya untuk hal-hal yang baik dan benar.
 
Kita seringkali tegang dengan orang lain karena mulut yang suka menghamburkan kata-kata secara sembarangan. Hal itu terjadi karena kita kurang benar dalam mendengarkan. Kita perlu mohon kepada Tuhan setiap saat, "Awasilah mulutku, ya Tuhan dan berjagalah pada pintu bibirku." (Mzm 141:1).
 
Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
 
P. Yonas Hunu, SVD
(Quezon City, 14 Februari 2014)
Previous
Next Post »