PENDAMPINGAN TIM ADVOKASI SEBAGAI WUJUD KERAHIMAN ALLAH YANG MEMERDEKAKAN

Sabtu 27 Februari tim advokasi Gereja St.Albertus Agung mengadakan penyuluhan hukum, Acara yang berlasung dari pukul 9:30 WIB itu mengagkat tema “Pendampingan tim advokasi sebagai wujuh Allah  yang Memerdekakan”. Dari tema tersebut di bagi tiga sesi yang pertama “Harta benda dalam perkawinan” sesi ini di bawakan oleh pembicara Ibu Yustina Setianigsih SH.MH dalam sesi ini Ibu Yustin menekankan bagaimana cara mengatasi masalah yang berhubungan dengan  harta dalam sebuah ruma tanga. Dijaman yang semakin hari semakin maju dan cara berpikir manusiapun sedikit berubah seiring perubahan jaman, perubahan ini juga bisa menimbulkan masalah  di dalam keluarga. 


Dalam hal ini Ibu yustin menegakan bagaimana pentingnya cinta Kasih yang besar dalam rumah tangga karena harta terbesar manusia adalah Keluarga yang di dasari oleh cinta kasih. Sesi demi sesi dalam acara inipun di ikuti dengan antusias oleh peserta yang dengan santai sambil meminum kopi dan makanan ringan yang telah disediakan oleh penitia acara.




Sesi keduapun di angkat bertemakan “Tindakan prevektif dan kuratif KDRT” sesi ini di bawa oleh Ibu V Silvie Sinaga SH. Setiap perbuatan yang meyebabkan kekerasan terhadap perempuan dalam ruang lingkup rumah tanga termasuk rumah pembatu rumah tanga itu uda termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tanga, Jelas Ibu Silvie  selain perlindungan dari hukum KDRT peran para rohaniwan dalam hal ini Pastor juga sangat penting Dalm mengatasi dan mencegah adanya kasus KDRT yang ahir-akhir ini marak terjadi di masayarakat kita, bayank kejadian KDRT yang di ketahui oleh masyarakat sekitarn, hal ini terjadi karena adanya ketakutan dari korban untuk melapor ke pihak yang berwajib dengan berbagai alasan. Hal seperti ini sering kita temui di masyarakat sekitar kita. Disini dibutuhkan keberanian dari korban untuk melapor kepihak berwajib jika ada kejadian KDRT. (red)

Acara ini sangat membantu peserta dalam hal ini pencerahan tentang KDRT dan cara mengatasi supaya KDRT itu sendiri tidak terjadi di dalam keluarga-keluarga katolik. Dalam acara ini hadir juga Rm. Cesar, sebagai pastor paroki Harapan indah

Kasih dan cinta memang indah ketika dua insan  manusia bertemu dengan alasan cinta namun didalam cinta pasti ada duka. begitu juga hidup berumah tangga ada senang ada susah tinggal bagaimana kita sebagai umat yang taat akan hukum dan percaya akan agama yang di dasari oleh cinta kasih itu sendiri. Haruslah kita mengatasi setiap masalah yang ada dalam keluarga kita dengan CINTA DAN KASIH. 

by Albertus Yulianus | Tim Komsos

Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon