Perayaan Natal BIA-BIR Lingkungan Aloysius 4

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini BIA-BIR Lingkungan Aloysius 4 mengadakan perayaan Natal dengan nuansa yang penuh kesederhanaan, jauh dari hingar bingar, gedung megah, gemerlapnya dekorasi natal dan juga menu makanan yang mewah. Perayaan Natal yang selalu mengingatkan kita akan asal muasal kelahiran Yesus di kandang domba, dimaknai dengan sangat mendalam oleh umat di Lingkungan Aloyisus 4 dan ingin ditularkan ke anak-anak agar memiliki pemahaman yang benar tentang Natal. Anak-anak benar-benar dibawa ke ‘kandang domba’ yang sesungguhnya yang lebih real dan banyak ditemui di lingkungan sekitar kita. Sebagai persiapan sebelum acara anak-anak BIA BIR sejak bulan November 2016 sudah menabung uang saku untuk dibelikan hadiah seharga Rp 30.000 yang nantinya akan diberikan langsung ke anak- anak panti. Jenis hadiahnya pun ditentukan senidiri oleh yang bersangkutan. Begitu juga dengan orang tuanya dalam waktu satu minggu sebelum acara sudah mengumpulkan sembako dan bahan makanan (sosis, nugget, dan lain lain) untuk diserahkan ke Panti Asuhan.

Hari Minggu pukul 08.00, anak-anak BIA BIR yang sebagian besar didampingi oleh orang tua masing-masing dan tidak ketinggalan juga oma opa lansia sudah mulai berkumpul di pos RT 08 THB dengan kostum nuansa merah. Mobil-mobil umat sudah siap yang dengan sukarela akan mengantarkan mereka ke lokasi acara yaitu di Panti Asuhan Griya Asih di Jl. Murdai I No. 1 Rt 08 Rw 13 Cempaka Putih Barat Jakarta 10520, (15/1/2017). Pukul 08.30 iring-irangan mobil yang mengantar hampir 80 orang dilepas oleh Bapak Yulius Ariestianto selaku Koordinator Wilayah Aloysius, untuk berangkat menuju lokasi. Pukul 09.30 rombongan sudah sampai di lokasi acara dan disambut dengan hangat dan meriah oleh pengurus dan anak-anak Panti asuhan.

Persiapan sebelum berangkat, start dari pos RT  08 Taman Harapan Baru. Foto: Dokumen Lingkungan
Konsep acara yang digawangi oleh om Pram cukup unik. Rundown acara termasuk MC dan dekorasi sepenuhnya diserahkan ke anak-anak panti yang memang multitalenta. Snack dan makan siang yang biasanya dibawa sendiri oleh pengunjung dengan menu yang mewah, kali ini dibuat mengikuti menu anak-anak panti dengan tujuan supaya anak-anak merasakan langsung apa yang dirasakan oleh anak- anak panti sehingga menumbuhkan rasa empati dan syukur yang lebih buat anak- anak BIA BIR Aloysius 4. Dengan dukungan sound system dan alat musik panti yang cukup memadai, kesederhanaan acara menjadi lebih meriah. Lagu-lagu rohani mulai dilantunkan oleh gorup band panti sejak awal kedatangan kami. MC yang diperankan oleh Romlah, Even, Valen, dan Ronald sangat bisa membawa peserta ke suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Setelah sambutan oleh Bp. Alexander J. Suwardi selaku Ketua Yayasan Griya Asih dan juga dari Bp. Heribertus Wahyu selaku Ketua Lingkungan Aloysius 4 yang dilanjutkan dengan penyerahan sumbangan, acara berlanjut dengan perform dari anak-anak BIA-BIR Aloysius 4 yang menampilan Jingle Bels Dance, Gummy Bear Dance dan persembahan 2 lagu dari Boy Band Aloysius 4. Acara berlanjut dengan perform dari anak-anak panti yang menampilkan Dance, Gemufamire Dance, dan Perkusi.

Perkenalan dan mencari anggota kelompok. Foto: Dokumen Lingkungan
Di sela-sela acara diisi dengan kesaksian dari perwakilan anak-anak panti yaitu Romlah, Yesaya, Ismi dan adik laki-lakinya tentang pengalaman dan perjalanan hidup mereka yang sangat menginspirasi. Sambil menikmati suguhan tampilan anak-anak yang sangat berbakat, snack berupa pisang goreng, tahu isi dan bakwan pun beredar. Suka nggak suka anak-anak BIA BIR Aloysius 4 harus makan dan menikmati hidangan yang disajikan sama dengan yang biasa dimakan oleh anak-anak panti.

Tepat jam 12.00 acara dihentikan sejenak untuk makan siang. Menu panti sudah tersaji di halaman. Aroma lele goreng yang merupakan hasil panenan anak-anak panti sudah mulai menggoda dilengkapi dengan sop sayur, tahu tempe bacem, telor dadar, sambal, lalapan dan buah sungguh menjadi sangat nikmat dan lezat karena dihidangkan dan dinikmati dalam kebersamaan. Anak- anak harus makan dengan groupnya yang sudah dibentuk di awal acara. Mereka harus makan sendiri dan tidak ada acara suap menyuap walaupun mama papanya ada di depan mata. Alhasil anak-anak panti dan anak-anak Aloysius 4 membaur jadi satu, tidak ada sekat, seperti sudah lama kenal mereka bergaul dengan sangat akrab. “Hari ini istimewa, makanannya banyak, biasanya hanya nasi, sayur sama tahu/tempe” celoteh salah seorang anak panti.

Penampilan Tim Perkusi Panti Asuhan Giya Asih. Foto: Dokumen Lingkungan
Sesuatu yang bagi anak-anak BIA BIR itu sederhana tapi bagi anak-anak panti ternyata menjadi sesuatu yang luar biasa. Jangan berhenti bersyukur anak-anak.

Setelah makan siang keseruan berlanjut. Game teamwork mulai dimainkan. Diawali dengan lomba estafet sarung kemudian dilanjutkan dengan lomba membersihkan kamar anak-anak panti. Di lomba inilah mulai terlihat kebiasaan dan kemandiriaan anak-anak BIA BIR Aloysius 4 yang berbeda jauh dengan anak-ank panti yang biasa mengerjakan keperluannya sendiri khususnya merapikan dan membersihkan kamar tidur. Begitu masuk ke kamar yang akan dibersihkan terjadi kebingungan dari anak-anak BIA BIR, apa yang yang akan dikerjakan. Merapikan seprei pun menjadi sesuatu yang terlihat sangat sulit. Alhasil awal permainan diisi dengan memporakporandakan kamar. Kedewasaan anak-anak panti teruji dalam situasi ini, dengan sabar mereka mengajari anak-anak BIA BIR cara menyapu, merapikan tempat tidur dan melipat selimut.

Lingkungan ingin berbagi sebagai tanda solidaritas. Foto: Dokumen Lingkungan
Akhirnya, kamar-kamar pun menjadi rapi dan bersih. Yeaaah.....berhasil! Kembali anak-anak BIA BIR mendapatkan pelajaran berharga. Selalu bersyukur dalam segala keadaanmu. Bersyukur karena punya orang tua yang selalu mendampingi dan mencukupi segala kebutuhanmu. Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 14.30, kebersamaan pun sebentar lagi akan diakhiri. Di penghujung acara diumumkan juara lomba estafet sarung dan bersih-bersih kamar dilanjutkan dengan pemberian hadiah dari anak-anak BIA BIR ke anak-anak panti.

Mereka memilih sendiri anak panti yang akan diberikan hadiah, person to person, tanda persahabatan. Akhirnya kebersamaan pun berakhir. Terima kasih kepada Panti asuhan Griya Asih yang seharian ini sudah memberikan pelajaran dan pengalaman berharga untuk anak-anak kami. Pesan natal tahun ini “kebahagiaan bisa didapat di tempat yang kita anggap tidak membahagiakan”. Sampai jumpa di perayaan natal tahun depan. Tuhan Yesus memberkati.
Previous
Next Post »