WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

Pemenang Perlombaan Film Pendek Paroki St Albertus

Written By KOMSOS Team on Senin, 23 Mei 2016 | 09.48

Dari hasil Voting juri, Selamat Untuk Wilayah Anastasia, Sebagai pemenang perlombaan film pendek
yang diselenggarakan oleh komsos St albertus

berikut video pemenang film pendek wilayah Anastasia :




Selamat sekali lagi untuk wilayah Anastasia



tim komsos

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Written By KOMSOS Team on Minggu, 22 Mei 2016 | 06.00

 Renungan 22 Mei 2016 "Hari Raya Tritunggal Mahakudus"


"Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya;
sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu
apa yang diterimanya dari pada-Ku" (Yoh 16:15)
 
Tatkala mencermati hari demi hari dalam kehidupan di desa, terasa banyak hal yang terus-menerus jadi pertanyaan dan belum memeroleh jawabannya. Mungkin bagi para ahli, pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya, tetapi apakah secara penuh atau utuh jawabannya tetaplah menjadi pertanyaan bagiku.

Salah satunya adalah gagal panen pada awal tahun 2016 ini. Saya tidak bergegas untuk melemparkannya kepada kehendak Allah bahwa semuanya itu sudah dikehendakiNya. Faktor yang menentukan kegagalan periode tanam ini sama seperti musim tanam sebelumnya: hama (tikus dan sundep). Sudah diusahakan berbagai macam cara untuk mengatasinya, namun hasilnya sama.

Saya berpikir, "Apakah menanam padi pada akhirnya menjadi andalan bagi hidup di desa saya?" Menilik hasil yang sama dari tahun ke tahun rasanya tidaklah mencukupi untuk kehidupan keluarga di desa (belum berpikir tentang kesejahteraan hidup). Pada musim kering tahun lalu orang-orang membuat batu bata. Tak ayal begitu karena lahan sawah tidak dapat ditanami padi. Ada yang berdagang atau beternak. Namun pada umumnya tetaplah menjadi buruh.

Perayaan Tritunggal Mahakudus merupakan perayaan akan karya penyelamatan Allah. Allah tetap berkarya dan terus berkarya, menyelamatkan dan memerbarui segala sesuatu hingga saat ini. Allah memampukan orang-orang di desa saya untuk tetap survive berhadapan dengan tantangan hidup, terutama tantangan alam yang sering tidak bersahabat sama sekali. Adalah rahmat Allah yang membuka hati setiap insan untuk turut serta dalam karya penyelamatan Allah: menangkap realitas ilahi di dalam kenyataan hidup masyarakat pedesaan. Adalah rahmat Allah yang mengundang pribadi-pribadi untuk terlibat di dalam pengentasan kehidupan menuju kesejahteraan bersama.

Itulah permenungan pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus yang saya tawarkan. Semoga semakin banyak pribadi yang telah menerima rahmat pengudusan terlibat di dalam karya penyelamatan Allah.


BY Slamet Harnoto | Tim Komsos

 

Perlombaan Film Pendek Paroki St Albertus

Written By KOMSOS Team on Selasa, 17 Mei 2016 | 11.41




Dalam Rangka Ulang Tahun Paroki St Albertus. Komsos Paroki St Albertus Menyelenggarakan Perlombaan Film Pendek yang bertema " Peace in Plurality". Lomba film Ini Melibatkan Omk antar Wilayah, Walaupun pada akhirnya hanya 2 film saja yang terkumpul tepat waktu.

Berikut adalah Peserta Lomba pada Edisi Lomba hut Paroki St Albertus : 

 Wilayah Anastasia



Wilayah Aloysius




Dan Selamat untuk Wilayah Anastasia Sebagai Pemenang pelombaan film pendek Paroki St Albertus


By Tim Komsos

Hari Raya Pentakosta

Written By KOMSOS Team on Minggu, 15 Mei 2016 | 06.00

Renungan 15 Mei 2016 "Hari Raya Pentakosta"  


"Jikalau kamu mengasihi Aku,
kamu akan menuruti segala perintah-Ku" [Yoh 14:15]

Transformasi tampaknya menjadi hukum alam yang mengena pada setiap makhluk di dunia ini. Pengalaman bercocok tanam sangatlah menarik! Ada biji yang cepat bertumbuh menjadi tanaman baru, ada pula yang harus menunggu berbulan-bulan. Rasanya sangat senang tatkala biji tumbuh menjadi tanaman baru dan makin lama makin bertambah besar. Lebih senang lagi tanaman bunga yang memberikan keindahannya!

Transformasi merupakan anugerah tak terperikan dari pencurahan Roh Kudus. Keberanian untuk mewartakan kabar gembira Injil menggelegak pada diri para murid Tuhan tatkala Roh Kudus merasuk ke dalam jiwa mereka. Mereka hidup semata-mata sabda Allah.

Bagaimana dengan para murid Tuhan sekarang ini?

Kalau diperhatikan secara mendetil tentunya ada keyakinan bahwa transformasi sungguh terjadi pada setiap murid Tuhan. Hari demi hari diwarnai oleh keindahan hidup bersama dengan Allah. Para murid Tuhan menjalani hidup seturut kehendak Allah. Transformasi tersebut merupakan buah kasih Allah sehingga para murid Tuhan dimampukan sungguh untuk mencintaiNya.

BY Slamet Harnoto | Tim Komsos

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Written By KOMSOS Team on Kamis, 05 Mei 2016 | 06.00

Renungan 5 Mei 2016 "Hari Raya Kenaikan Tuhan"


"Ketika Ia sedang memberkati mereka,
Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga"
[Luk 24:51]

Ada dua hal tatkala aku merenungkan tentang kematian, terutama pengalaman ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Sebagaimana dikatakan oleh banyak orang, setiap orang tentunya akan mati. Hal tersebut menunjukkan batas kenyataan hidup seorang pribadi. Namun batas tersebut tidaklah terpisah dengan hidup sendiri. Kematian melekat pada hidup manusia. Yang terpenting daripadanya kemudian adalah bagaimana kematian itu berpengaruh pada perjalanan hidup. Layat atau mendoakan orang yang sudah meninggal selalu mengingatkan akan nilai hidup. Sekecil apapun, setiap kehadiran individual memberikan sumbangan bagi kehidupan orang lain dan kebersamaan masyarakat. Hal itu begitu tampak pada seorang yang sederhana dengan gaji Rp. 200.000,00/bulan. Dia tukang sapu di suatu tempat ibadah. Tatkala meninggal, banyak orang yang melayat dan menghantarkan jenazahnya ke makam. Inilah yang pertama dari realitas keterbatasan hidup.

Yang kedua adalah hidup tidaklah sia-sia dengan kematian. Hidup berlangsung terus tatkala kematian menyambutnya. Tidak sekadar menghibut, tetapi suatu keyakinan mendalam tatkala mendengar kotbah bahwa kakak masuk surga. Kakak yang meninggal meneruskan perjalanannya dan menerima anugerah kebahagiaan kekal bersama Bapa di surga.

Peristiwa kenaikan Tuhan merupakan satu rangkaian peristiwa karya penyelamatan Kristus. Peristiwa ini menerangi perjalanan hidup manusiawi bersama dengan Allah. Hidup manusia tidak berhenti pada kematian. Kebangkitan menunjukkan bahwa hidup berlangsung terus. Kenaikan mengangkat hidup manusia dalam kemuliaan Allah. ALLELUIA!


BY Slamet Harnoto | Tim Komsos



Lembar Misa "Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus" Tanggal 5 Mei 2015

Lembaran Misa Tanggal 5 Mei 2015 Paroki Gereja ST Albertus





Ajakan Bagi para OMK St.Albertus yang berminat dibidang Web dan Media sosial bisa bergabung bersama kami di KOMSOS hub
Pak Aloy : 088808370600
Didi : 081287429861

Semakin Subur Benih - benih Panggilan

Written By KOMSOS Team on Selasa, 03 Mei 2016 | 07.40

Sebanyak 30 frater, bruder, dan suster mengikuti aksi panggilan dalam rangka menyabut perayaan ulang tahun ke- 1 paroki. Mereka telah tinggal di wilayah-wilaya sejak hari Sabtu hingga Minggu. Para frater, bruder, dan suster mensharing - kan pengalaman panggilanya kepada umat di wilayah dan umat bertanya seputar panggilan mereka di paroki Harapan Indan, Gereja St. Albertus Agung, Bekasi, Minggu, 1/5/2016


Kedatangan frater, bruder, dan suster mewarnai perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah VI, karena bersamaan dengan acara Launching Rosario Merah Putih yang dibuka dan di bacakan Arti Rosario Merah Putih oleh Romo Antonius Pramono Wahyu Widodo Pr, dilanjutkan doa pemberkatan Rosario sebagai tanda diresmikan penggunaan Rosario.

Menurut Ketua Seksi Panggilan Paroki Harapan Indah Ignatius Widhi, salah satu hal yang menarik dalam kegiatan aksi panggilan ini adalah adanya komunikasi yang dibangun antara orang tua, anak-anak remaja, orang muda, dengan komunitas religius. “ semoga benih - benih panggilan tumbuh subur di paroki kita, keluargaa adalah persemaian benih-bebih panggilan itu maka, peran serta para orang tua sangat dibutuhkan sehingga semakin banyak yang terpanggil hidup membiara “. tutur umat St. Alfonsus.

Br. Patris Budi Mulia ( BM ) mengatakan hal senada bahwa membangun komunikasi antara orang muda dengan komunitas religius sangat baik. “ Ini yang saya rasakan, semangat umat luar biasa antusias banyak yang bertanya apa syarat-syarat menjadi bruder, ada yang bertanya juga kesulitan-kesulitan ketika mengikuti panggilan Tuhan menjadi biarawan/ti ,” terang Br. Patris.

Sr. Clara Vita PIJ, seorang suster yang ikut dalam aksi panggilan ini. Ia menambahkan “ komunikasi batin, berdoa secara pribadi dan dukungan doa orang tua pasti sungguh sangat membantu dalam belajar menjawab dan mengikuti peraturan Tuhan, ada beda hidup diluar yang bebas dan hidup didalam komunitas kaum biarawati.”tuturnya kepada KOMSOS yang menemuinya, belum lama setelah Misa selesai.

By Aloys. Supriyono Leyn | Team Komsos St. Albertus Agung
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT