KAMIS PUTIH 17 APRIL 2014 MISA 1 PUKUL 17.00 WIB MISA 2 PUKUL 21.00 WIB ... JUMAT AGUNG 18 APRIL 2014 MISA 1 PUKUL 15.00 WIB MISA 2 PUKUL 19.00 WIB ... SABTU MALAM PASKAH 19 APRIL 2014 MISA 1 PUKUL 17.00 WIB MISA 2 PUKUL 21.00 WIB ... MINGGU PASKAH 20 APRIL 2014 HANYA 1 KALI MISA PUKUL 07.30 WIB
Latest Post

Kamis, 28 Agustus 2014

BERJAGA-JAGA


















BERJAGA-JAGA (Mat 24:42-51)

Umumnya orang berjaga-jaga dalam situasi bahaya. Tetapi bagi Tuhan, berjaga-jaga tidak mengenal waktu. Setiap saat adalah berjaga-jaga karena hari datangnya Tuhan tidak diketahui secara pasti. Ia akan datang kapan saja menurut waktu-Nya, bukan menurut waktu kita. Hari Tuhan adalah saat di mana Tuhan datang pada akhir zaman untuk mengadili manusia.

Waktu Tuhan bukan urusan kita. Yang menjadi tugas kita adalah berjaga-jaga. Berjaga-jaga artinya menjalankan hidup dan segala tugas kita dengan penuh iman, baik, benar, jujur dan bertanggungjawab. Sebab pada waktu-Nya nanti, setiap orang akan diadili menurut perbuatannya. "Berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang." (Mat 24:42).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD ( QC, 28/8/14)

Semangat, Sukacita dan Konsumsi Sehat



Semua orang membutuhkan hidup sehat. Tapi apakah keinginan itu dapat terwujud? Banyak cara dilakukan orang untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Namun di sisi lain banyak orang yang juga belum menyadari akan pentingnya hidup sehat.

Yuk makan!  Pasti semua akan berpikir sesuatu yang enak dimakan. Tapi apakah itu sehat? Belum tentu, pakar kesehatan pun sering mengatakan tidak semua yang enak itu sehat. Maka dengan pandangan yang baik demi mendukung kesehatan WKRI Cab. St. Albertus Harapan Indah mengadakan Seminar & Konsultasi Kesehatan Anti Aging Anti Oksidan dengan mengambil tema “Kiat Sehat & Bugar Di Usia Produktif”.
 
 

Acara ini dihadiri sekitar  40 orang. Seminar ini gratis. Dengan pembicara dr. Robert Hatibie mantan direktur rumah sakit Cikini yang saat ini sebagai dokter konsultan dari PT Harmoni Dinamik Indonesia. Dengan kata awal yang mencuat dari mulutnya “Dengan kehidupan yang sehat banyak hal dapat kita lakukan". Apakah ini kata orang bijak? Mungkin kita ada dalam komitmen ini mungkin juga tidak. Mari kita instropeksi diri, bagaimana aku menanggapi hidup sehat ini?

Memang benar dengan hidup sehat, terutama dengan pikiran sehat, orang dapat  melakukan hal yang sehat. Hidup sehat seperti apakah yang seharusnya?

Pandangan ini boleh kita ambil:
  1. Hidup teratur
  2. Makan makanan yang sehat
  3. Istirahat yang cukup
  4. Berpikir positif 
  5. Berolah raga



Untuk mendapatkan kesehatan optimalnya kita harus dapat mengkonsumsi 3-5 porsi sayur dan buah. Bagi pekerja berat kesehatan optimal mengkonsumsi 5-9 porsi sayur dan buah. Hal ini penting untuk dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas bisa ada di setiap orang dan dimana saja yang menyebabkan kanker.  Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu antioksidan, antioksidan alami dapat diperoleh dari buah-buahan (contoh pisang) dan sayur-sayuran.

Disamping itu, untuk praktis High Dessert menawarkan produk  yang baik dikonsumsi sebagai antioksidan seperti madu alami/clover honey, pollen, polllenergy 520 yang cocok untuk anak-anak dan dewasa. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi dr. Maria Siwi yang juga sebagai konsultan Kesehatan WKRI St. Albertus di Kantin Gereja.



Dan konsumsi produksi “perlebahan” seperti dalam firman Tuhan : ”AnakKu makanlah madu, sebab itu baik, dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu” (Amsal 24:13). Hal yang baik dan menyehatkan sudah Tuhan siapkan apalagi bila dibarengi dengan “Hati yang gembira  adalah obat” maka percaya dan berserah kepada Tuhan dan juga berusaha menanggapi serta  menciptakan kondisi yang sehat bagi diri kita.
 
Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan konsultasi kesehatan gratis dan dilanjutkan dengan penjelasan serta penjualan dari produk High Dessert.
 
Salam sukses WKRI St.Albertus.
 
Theresia Keneka Muli & Hernawati (Humas WKRI St. Albertus)
 

Rabu, 27 Agustus 2014

INSPIRATOR KEHIDUPAN


















INSPIRATOR KEHIDUPAN (Mat 23:27-32)

Hidup dalam kepura-puraan pasti sangat melelahkan karena orang menampilkan "yang lain" dari dirinya yang sebenarnya. Lama-lama orang juga akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus mengecam keras cara hidup ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang penuh kepura-puraan.

Mereka menampilkan cara hidup lahiriah yang hebat tetapi penuh kepalsuan hanya untuk menarik perhatian orang lain dan dikatakan hebat. Padahal hati mereka tidak seindah penampilan lahiriah mereka. Mereka sendiri tidak mau mempraktekkan isi ajaran mereka. Yesus mengecam mereka seperti kubur yang bagian luarnya dilabur putih.

Kubur meski indah tetaplah kubur, lambang kematian, yang mau mengatakan bahwa perbuatan mereka sama sekali tidak menginspirasi orang untuk hidup baik, malahan menjadi sandungan bagi orang lain. Yesus tidak menghendaki batu sandungan, tetapi inspirator hidup bagi orang lain. Inspirator kehidupan adalah dia yang mengajarkan apa yang diketahuinya, dan mempraktekkan apa yang diajarkannya.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD. ( QC, 27/8/14)

Senin, 25 Agustus 2014

Penututupan Kursus MBKU Dekenat Bekasi

 
 
Tidak terasa usai sudah sebuah perjuangan untuk menimba ilmu sebagai bekal kehidupan rohani yang mendukung perkembangan sikap, pola pikir dan cara dalam mengembangkan pelayanan rohani kepada keluarga, kerabat, kenalan maupun sahabat karena kita semua dikasihi Tuhan. Kalau Tuhan sudah begitu banyak memberikan kasih dan kebaikkan-Nya lalu apakah kita menjadi orang yang pasif dalam kehidupan ini. Tentu tidak, sebagai makluk ciptaan Tuhan yang menyadari betapa kehidupan yang sudah diberikan begitu berharga maka banyak hal yang telah dilakukan tanpa disadari sudah membuat orang lain bersukacita karena menghadirkan Tuhan dalam kehidupan bersama.
       
Sungguh luar biasa perjalanan 6 bulan waktu yang dilewati penuh dengan sukacita dalam belajar bersama menggali pengetahuan dan berbagai cara, serta metode dalam berkatekese. Banyak kenangan manis yang tertanam dalam benak setiap katekis yang sudah memberikan diri dengan suka rela melayani sesama untuk menyelami bersama kebaikan Tuhan dalam mengikuti kursus "Menata Bentuk Katekese Umat" Dekenat Bekasi.
 
 
 

Dalam Rekoleksi pada hari Minggu, 24 Agustus 2014  yang dihadiri 50 peserta dari St. Clara, St. Mikael dan St. Albertus yang bertempat di Gereja St. Mikael Kranji. Semua peserta diajak untuk kembali mengumpulkan pengalaman  rohani yang membangun. Acara yang indah ini  dipimpin oleh Romo Rudi Hartono dan didampingi oleh beberapa pengajar dan guru besar dari KAJ yang banyak memotivasi para katekis yang hadir.
 
 
 
Banyak hal menarik yang didapat sebagai bekal pelayanan dan membangun mental pelayanan rohani yang lebih kompak bahwa kita yang berbeda-beda dalam sudut pandang dalam pelayanan harus bersatu, untuk satu kata "KASIH". Tuhan Yesus menunjukan kerabian-Nya lewat kasih dan pewartaan-Nya tentang kerajaan Allah. Untuk itu para katekis dituntut untuk dapat mewartakan kabar gembira Allah dan karya Allah  kepada sesama, sehingga orang-orang yang menerima pewartaan sungguh-sungguh tercengang dan karena kekagumannya mereka semakin percaya dan setia kepada Allah. Para katekis yang hadir sungguh-sungguh merasa antusias dalam pengajaran rekoleksi yang luar biasa ini dan ditutup dengan misa perutusan dan pulang dengan sukacita serta pengalaman baru dan semangat baru.
Selamat melayani Tim Katekese, upahmu besar di Surga.
 
Theresia Keneka Muli

 
 

Sabtu, 23 Agustus 2014

MENJADI TELADAN



MENJADI TELADAN (Mat 23:1-12)

Berbicara itu gampang, praktek tidak selalu gampang. Seringkali kita dikritik karena pintar "ngomong" tetapi tidak bisa mempraktekkan omongan kita. Yesus mengkritik secara keras sifat buruk ini dalam diri sebagian ahli Taurat dan orang Farisi.

Mereka tahu segala-galanya tentang Taurat dan praktek keagamaan, hebat mengajarkannya bahkan menuntut orang lain untuk menjalankannya, tetapi mereka sendiri tidak mempraktekkannya dalam hidup. Mereka lebih menunjukkan kuasa karena telah menduduki kursi Musa daripada teladan hidup. Sikap mereka ini menjadi sandungan dan membingungkan orang.

Yang dikehendaki Yesus adalah adanya kecocokan antara kata dan perbuatan. Kata-kata tetaplah perlu untuk mengajar, tetapi kata-kata saja tidak cukup. Kata-kata yang kita ucapkan hendaknya hidup dalam perbuatan-perbuatan kita. Sebab ribuan kata-kata indah belum tentu meyakinkan orang lain, tetapi satu teladan hidup yang paling sederhana sekalipun pasti sangat mempesona.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD ( QC, 23/8/14)

Kamis, 21 Agustus 2014

SEDIKIT YANG DIPILIH


















SEDIKIT YANG DIPILIH (Mat 22:1-14)

Dalam Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga seperti sebuah pesta perkawinan. Banyak orang yang diundang tetapi mereka tidak mau peduli. Alasan mereka banyak : sibuk dengan bisnis, keluarga dll. Banyak yang mau masuk tetapi ada yang tidak menyiapkan diri dengan tidak mengenakan pakaian pesta. Tuan pesta hanya akan memilih yang berpakaian pesta.

Pakaian pesta perjamuan surgawi itu adalah iman seseorang yang tampak dalam perbuatan-perbuatan baik. Iman yang berbuah itulah yang akan terus melekat pada diri seseorang kapanpun dan di manapun, termasuk saat kematian tiba. Semua yang lain akan ditinggalkan.

Kita boleh saja berada dalam satu Gereja dan mengimani Tuhan yang sama. Tetapi itu tidak otomatis bahwa semua orang Kristiani akan masuk surga. Yang layak masuk hanyalah orang yang menghidupi dan mengamalkan ajaran Kristus semasa hidupnya. "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." (Mat 22:14).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD ( QC, 21/8/14)

Selasa, 19 Agustus 2014

MENERIMA BERLIPAT-LIPAT



MENERIMA BERLIPAT-LIPAT. (Mat 19:23-30)

Kita mungkin terkejut dengan kata-kata Yesus ini, "Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Mat 19:23). Apakah Yesus membenci orang kaya? Apakah orang kaya tidak bisa masuk Kerajaan Allah? Kita akan jatuh dalam pemahaman yang salah kalau melepaskan Injil hari ini dari Injil kemarin (Mat 19:16-22).

Yesus tidak membenci orang kaya dan tidak mengagungkan orang miskin. Yang dikritik Yesus adalah sikap hati orang yang picik terhadap kekayaan dengan tidak mau berbagi. Padahal tuntutan Yesus kepada seorang pemuda kaya yang ingin memperoleh hidup kekal dalam Injil kemarin adalah berbagi dengan yang berkekurangan.

Ia sukar masuk Kerajaan Allah karena ia menutup pintu Rahmat Allah yang harusnya disalurkan kepada orang lain. Sedangkan kepada Petrus dan kawan-kawan yang telah memberikan segala-galanya, Yesus menjanjikan Rahmat yang berlimpah-limpah, 100 kali lipat. Semakin kita murah hati dalam memberi dalam bentuk apa saja, semakin berlimpah pula Rahmat Allah yang kita terima.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD ( QC, 19/8/14)

WARTA

More on this category »

ORANG MUDA KATOLIK

More on this category »

ALTO CLUB

More on this category »

KELOMPOK KATEGORIAL

More on this category »

INFO DEKENAT BEKASI

More on this category »
 
Support : Seputar Harapan Indah DOTcom | WELL PRO | Team KOMSOS
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Team Komunikasi Sosial St. Albertus
Proudly powered by Blogger