WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

Baptisan Antuta 4 Desember 2016

Written By KOMSOS Team on Senin, 05 Desember 2016 | 15.49

Baptisan Antuta di Paroki Harapan Indah dilaksanakan di Gereja St Albertus Agung pada hari Minggu 4 Desember 2016 dipimpin oleh Romo RD Y. Kesaryanto.  













Semoga semua peserta yang dibaptis dapat bertumbuh imannya dan berguna bagi keluarga , Gereja dan Negara.

Minggu Adven II

Written By KOMSOS Team on Minggu, 04 Desember 2016 | 23.34

 "Renungan 4 Desember 2016 "Minggu Adven II"

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api" [Mat 3:11]


Jaman Mesianik

Minggu ini aku sudah mau menyelesaikan pemindahan tanaman cabe dari tempat semai ke polybag. Tidak semua benih yang kusemai tumbuh dan tidak semua tumbuh sesuai harapanku. Aku harus memilih dan memilah agar pada akhirnya aku memeroleh tanaman cabe yang memberikan buah berlimpah.

Minggu adven II ini mewartakan hubungan antara kedatangan jaman mesianik dan pertobatan. Yesaya menubuatkan akan kedatangan tunas dari tunggul Isai sebagaimana pada awal Kerajaan Israel. Masa kejayaan pada masa Raja Daud begitu melekat di hati orang-orang buangan. Nubuat Yesaya menyatakan kejayaan melebihi masa Raja Daud, tetapi masih dalam trah Isai (Keluarga Raja Daud). Nubuat Yesaya ini menyatakan suatu masa di mana kuasa ilahi sungguh meraja. Di sana tiada kejahatan. Keadilan dan kedamaian mewarnai kehidupan umat manusia. Kehidupan dikembalikan seperti halnya di Taman Eden.

Kehadiran jaman mesianik haruslah disambut dengan pertobatan. Pertobatan ditandai dengan buah kebaikan yang sungguh berlimpah. Itu semua karena kuat kuasa Roh Kudus yang tercurah dalam nurani. Oleh karena itu, sebagaimana Paulus nyatakan dalam suratnya kepada jemaat Roma, umat manusia sehati sesuara memuliakan Allah (Roma 15:6). Tanda akan kuat kuasa Roh Kudus ini nyata dalam keterbukaan akan kehadiran orang lain, sehingga ada saling menerima satu dengan yang lain (Roma 15:7).


Dalam hidup pribadi aku ditantang untuk selalu memilih dan memilah mana yang baik dan selaras dengan kehendak Allah. Kemauan dan kemampuan yang dianugerahkan seharusnya mampu membangun kehidupan bersama sehingga masa mesianik sungguh semakin kentara di dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Nobar & Diskusi Bersama OMK Franciscus Asisi 4

Written By KOMSOS Team on Minggu, 27 November 2016 | 12.29

Semalam tepatnya hari Sabtu 26 November 2016 kami melihat film atau nonton bareng. Judulnya Freaky FridayTess Coleman (Jamie Lee Curtis) adalah seorang terapis terkenal yang sangat sukses. Setelah suaminya meninggal, ia harus membesarkan kedua anaknya seorang sendiri. Semua itu dipersulit karena Anna (Lindsay Lohan) bukanlah tipe gadis remaja yang manis dan mudah diatur. Anna adalah tipe gadis pemberontak yang senang menghabiskan waktu bersama anggota band rocknya daripada belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Pada suatu Kamis malam di sebuah restoran Cina, Tess dan Anna terlibat pertengkaran hebat yang membuat keduanya frustasi satu sama lain. Hal tersebut memicu pemilik restoran tersebut melakukan tindakan. Keduanya menerima kue keberuntungan (fortune cookies) yang diberikan si pemilik restoran. Setelah memakan kue tersebut, mendadak saja keduanya merasa tanah yang mereka injak bergetar hebat. Keanehan berlanjut ketika keesokan paginya keduanya terbangun dan mendapati jiwa mereka tertukar. Rupanya dengan cara itulah pemilik restoran Cina tersebut berusaha membuat Tess dan Anna lebih saling memahami satu sama lain.


Alur Cerita Film:

Dalam film ini Anna Coleman (Lindsay Lohan) adalah seorang remaja yang sangat pemberontak dan menyukai musik rock, jelas sangat berbeda dengan karakteristik ibunya yang kolot dan cerdas bernama Tess (Jamie Lee Curtis) serta adik Anna yang menyebalkan dan sering membuat kesal Anna, Harry (Ryan Malgarini). Terdapat konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan Anna, termasuk band rock Anna yang tidak disukai Tess dan pernikahan mendatang Tess dengan kekasihnya, Ryan (Mark Harmon) , yang Anna belum siap menerimanya secara emosional karena kematian ayahnya tiga tahun lalu. Terjadi konfilk lain yang juga dialami Anna mulai dari permasalahan dengan mantan teman dekatnya Stacey Hinkhouse (Julie Gonzalo) yang tidak pernah berhenti menyiksa dirinya, juga guru bahasa Inggris-nya, Mr. Elton Bates (Stephen Tobolowsky), yang selalu memberikan nilai "F" pada setiap tugas tidak peduli seberapa keras Anna mengerjakannya.

Suatu ketika seluruh keluarga dan Ryan makan di restoran Cina Pei – Pei. Kemudian Anna dan Tess mulai bertengkar lagi karena Tess melarang Anna yang ingin berpartisipasi dengan band-nya di audisi, namun waktu acara ini bersamaan dengan waktu pengumuman pernikahan Tess dan Ryan yaitu pada Jumat malam. Mendengar pertengkaran tersebut, ibu dari Pei - Pei si pemilik restoran Cina tersebut ikut campur dengan menawarkan Tess dan Anna kue keberuntungan. Kue keberuntungan itu merupakan salah satu kebudayaan Keluarga Pei-Pei yang masih sangat kental dalam keluarga mereka. Setelah memakannya, ada gempa singkat yang hanya bisa dirasakan oleh mereka berdua.

Keesokan harinya , Tess bangun dan entah bagaimana menemukan bahwa ia berada pada tubuh Anna dan sebaliknya Anna berada pada tubuh Tess. Bingung dan tidak memiliki jalan keluar bagaimana menukar kembali ruh mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke restoran pada sore harinya dan mencari tahu apa yang terjadi. Karena Anna memiliki ujian penting dan Tess harus pergi bekerja, jadi keduanya terpaksa menjalani aktifitas dan peran masing-masing sesuai tubuh mereka dahulu.

Kemudian setelah keduanya melewati hari yang panjang dengan Tess menjalani kegiatan sebagai Anna sementara Anna menjalani pekerjaan pada sore haripun Tess keduanya pergi ke restoran lagi dan berbicara dengan Pei-Pei, putri dari wanita yang memberi mereka kue keberuntungan. Pei-pei dan ibunya tidak dapat secara langsung membantu mereka , Pei-Pei hanya bisa menyarankan untuk memasrahkan keadaan dan coba memahami makna kejadian yang menimpa mereka, hingga pada saatnya akan kembali seperti sediakala.

Puncak Jumat malampun tiba dimana saatnya pernikahan Tess dan Anna yang akan digelar pada hari Sabtu akan diumumkan kepada keluarga dan kerabat yang datang ke pesta malam itu. Sementara Anna dan Tess masih dalam posisi tubuh yang tertukar. Kejadian-kejadian yang telah mereka alami membuat mereka sadar dan berpikir "Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda miliki , maka kasih tanpa pamrih akan mengubah Anda kembali". Tess meminta Anna untuk mengatakan pada Ryan untuk menunda pernikahan , sehingga Anna tidak harus melalui pernikahan dalam tubuh ibunya. Sebaliknya, Anna mengusulkan bersulang dimana akhirnya dia menerima Ryan setekah menyadari betapa Ryan telah berusaha membahagiakan Tess, ibunya. Ada gempa kedua yang dirasakan oleh seluruh kerabat di pesta itu, ternyata Tess dan Anna telah beralih kembali ke dalam tubuh mereka masing-masing. Keesokan harinya pun Tess dan Ryan dapat melangsungkan pernikahan mereka dengan lancar.


Analisa Menurut IBD dan Kesimpulan:

Karakteristik yang dimiliki Anna adalah keras, pemberontak, dan selalu menginginkan kebebasan. Mungkin jika kita amati Anna yang masih berumur belia ini kita akan memiliki sudut pandang yang sangat bertolak belakang dengan ibunya. Namun disamping watak Anna yang keras tersebut terdapat sisi lembut yang tidak terlihat. Terbukti pada saat ending film ini Anna menerima Ryan untuk menikah dengan ibunya, Tess, karena melihat bahwa Ryan telah berusaha untuk membahagiakan Tess, seluruh keluarganya, maupun Anna sendiri. Anna pun mengizinkan sang ibu untuk menikah kembali tanpa menghiraukan lagi keegoisannya yang sempat tidak menyetujui pernikahan ibunya dengan Ryan.

Tess adalah ibu dari Anna yang tentunya memiliki sifat yang dewasa, cerdas, taat pada peraturan, dan sangat memperhatikan detail. Sifat inilah yang kadang membuat dia dan Anna seling berargumen karena memiliki perbedaan pemikiran dan pendapat atas sesuatu. Segala hal yang dianggapnya tidak baik akan dijauhkan dari kehidupannya dan juga keluarganya. Namun, setelah ia mengalami puncak konflik yang terjadi pada cerita film ini hingga ia harus bertukar posisi tubuh dengan anaknya sendiri Anna, dia mulai memiliki sudut pandang yang berbeda pada anaknya. Sebenarnya watak Anna adalah pengaruh dari lingkungannya sendiri dan merupakan adaptasi yang pasti dialami setiap wanita belia.

Konflik utama pada cerita ini juga merupakan kepercayaan/tradisi di suatu daerah. Dalam film ini tradisi Kue Keberuntungan (Fortune Cookie) merupakan kebudayaan yang sangat dipercayai oleh Kaum Tionghoa yang menganggap bahwa siapapun yang memakan kue ini akan mendapatkan solusi dari permasalahan-permasalahan yang mereka alami terutama karena ketidak saling pengertian yang terjadi di antara mereka.

Dengan terjadinya konflik yang diakibatkan Kue Keberuntungan dalam film ini, Anna dan Tess pun mulai saling memahami satu sama lain dan mencoba memperbaiki hubungan mereka kembali agar kesalah pahaman dan ketidak pengertian di antara keduanya tidak terjadi lagi. Itulah pesan moral yang bisa kita peroleh. Bahwa di dalam suatu hubungan, kita saling membutuhkan pengertian satu sama lain. Oleh sebab itu, komunikasi harus selalu terjalin dengan baik sehingga kesalah pahaman pun tidak terjadi.

Dalam film ini terdapat ilmu budaya dasar yang menonjol yaitu antara "Manusia dan Kebudayaan" dimana pada film ini terdapat kebiasaan orang Tionghoa yang mempercayai tradisi Kue Keberuntungan. Selain itu juga "Manusia dan Cinta Kasih" dimana pada film ini kasih sayang yang terjalin terutama pada ending cerita antara Anna dengan Tess beserta anggota keluarga lainnya sangat dekat dan erat. Kemudian juga terdapat hubungan antara "Manusia dan Pandangan Hidup" yang mana pada kisah film ini argumen-argumen seringkali terjadi antara Anna dan Tess. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pandangan hidup masing-masing yang tentu saja menyebabkan pendapat yang berbeda pula. 

Diesensi Oleh Karina Rahma Andriani

Minggu Adven I

  "Renungan 27 November 2016 "Minggu Adven I"
"Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang
pada saat yang tidak kamu duga"  [Mat 24:44]

Siap Sedia!

Peristiwa sederhana: Bapak selalu memersiapkan tempat tidur dan membersihkan rumah setiap kali anak-anaknya berkumpul. Setelah sekian lama anak-anak jauh dari bapak, kini mereka berkumpul dengan orangtua mereka.

Dari peristiwa sederhana itu, patutlah saya merenungkan akan kehadiran Anak Manusia pada akhir jaman. Bukanlah mengukur panjangnya ruang dan waktu hidup, kedatangan Anak Manusia diawali oleh rahmatNya kepada umat manusia agar mampu memersiapkan diri menyambut kedatanganNya. Rahmat tersebut tampak pada kesadaran akan kesalahan dan kecenderungan pada dosa yang melekat pada diri pribadi manusia. Lebih dari itu rahmat itu memampukan pribadi-pribadi untuk menghadapi tantangan hidup yang menjauhkannya dari Allah dan menawarkan kenikmatan-kenikmatan duniawi.


Pada Minggu Adven I ini umat beriman diajak untuk bersiap diri menyambut kedatangan Kristus. Persiapan yang sesungguhnya adalah mengoptimalkan rahmat yang telah diterima sehingga mampu membongkar semua kesalahan, keberdosaan, luka-luka batin, dan kecenderungan pada dosa yang begitu melekat. Mengoptimalkan berarti membuka diri sungguh kepada Allah agar Ia tidak hadir dengan belaskasihNya yang agung. Bukankah demikian?

LOGO TEMA 2017 KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Written By KOMSOS Team on Sabtu, 26 November 2016 | 21.36

Thema Arah Dasar di Keuskupan Agung Jakarta 2017 adalah "Makin Adil, Makin BeradabLogo ARDAS KAJ 2017 sebagai berikut :

Semua logo pasti ada arti dan maknanya. Berikut adalah MAKNA LOGO TEMA 2017
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA 

Logo terdiri dari tagline Arah Dasar 2016-2020 KAJ “Amalkan Pancasila” berwarna abu-abu sebagai warna permanen simbol komitmen - ketetapan hati; dan tema Pastoral Evangelisasi 2017 “Makin Adil, Makin Beradab” berwarna hijau, tanda semangat kesegaran dalam melangkah demi keutuhan ciptaan; serta visual dengan warna-warna dinamis yang mengandung arti:

  • Bentuk Gunungan merah dan kuning keemasan mengerucut ke atas melambangkan kehidupan manusia yang bergerak menuju kepada Allah. Dibuat seperti Mitra sebagai simbol kepemimpinan Bapak Uskup dalam peziarahan ini. Bentuk ini juga merupakan simbol 
    • Roh Kudus; tetesan darah dan embun kehidupan yang berpihak pada kemanusiaan 
    • konfigurasi visual di dalamnya membentuk wajah manusia Pembawa Kabar Sukacita Injil yang bergembira
  • Timbangan Salib berwarna kuning keemasan dan aksentuasi/penegasan berwarna putih menjadi simbol semangat dan landasan hidup berkeadilan
  • Kepala Burung Garuda menghadap ke kanan menyiratkan landasan negara kita, Pancasila.
  • Tangan berwarna biru menjadi simbol ketulusan dan keterbukaan serta penyerahan diri umat Keuskupan Agung Jakarta.
  • Mata rantai kuning keemasan yang saling berkait mengingatkan kita pada simbol Sila Kedua Pancasila sebagai fokus Pastoral Evangelisasi 2017 yaitu menghayati dan mewujudkan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Mari kita amalkan Pancasila !


Rapat Karya Pelayanan 2017

Rapat Karya Pelayanan 2017 merupakan rapat dimana Dewan Paroki beserta jajarannya merumuskan program pelayanan untuk satu tahun ke depan selama tahun 2017. Masing -`masing seksi mempresentasikan program pelayannannya sehingga dalam kesempatan ini bisa dikoordinasikan sehingga tidak tertutup kemungkinan apabila ternyata ada persamaan program maka bisa dikerjasamakan. 

Rapat Karya ini diselenggarakan pada tanggal 26-27 November 2016 di MDC Gadog Ciawi Bogor. Rapat Karya ini dihadiri dari semua ketua lingkungan,koordinator wilayah, ketua seksi, Kategorial,dan dewan paroki harian serta komponen lainnya.


Barangkat dari gereja sekitar pukul 08.00 WIB dan registrasi di lokasi pada jam 11.00 WIB. Acara dibuka dengan makan siang dilanjutkan sambutan Romo Kesaryanto yang menjelaskan logo pelayanan KAJ yang baru dengan tema Makin Adil dan Makin Beradab. Acara cukup padat dimulai dari sesi 1 dari Kerasulan keluarga, kepemudaan serta Panggilan. Sesi 2 Seksi Komsos,HAAK dan Litbang. Sesi 3 untuk presentasi dari Komunitas Kategorial (PDPKK, IKKSU, WKRI)



Saat tulisan ini dirilis, acara sedang berlangsung dan updatenya nanti akan kami tambahkan dalam artikel kami berikutnya !

By Komsos

Jurnal 13 Days Fatima - Lourdes - Holydoor Bagian 3

Written By KOMSOS Team on Selasa, 22 November 2016 | 08.00

Bagian III (Terakhir)

Hari ke-9/ 18 Okt:
Hari ini kami mulai perjalanan menuju Roma/ Italia melalui Nice/ Perancis. Perjalanan Barcelona-Nice adalah yang terpanjang, 670 km. Setelah ibadat pagi, mengisi perjalanan panjang ini Romo memberikan penjelasan mengenai sakramen-sakramen dan Sakramen Ekaristi. Tiba di Nice sudah menjelang malam. Beberapa peserta menyempatkan untuk sight seeing menggunakan 'trem' kota menuju arah pantai. 

Hari ke-10/ 19 Okt:
Pk 08.30 kami meninggalkan Nice menuju Monaco, menyusuri pantai Mediterania yang menawan. Menjelang Monaco kami singgah di Eze Vilage, sebuah dusun di pinggir Nice penghasil parfum. Tiba di Monaco kami mengunjungi ke Katedral Monaco dan melewati sebagian lintasan balap F1 di Monte Carlo, pusat kota. Monaco adalah kerajaan kecil. Di Katedral Monaco disemayamkan Pangeran Rainer dan Grace Kelly, mendiang raja dan ratu Monaco. 

Melanjutkan perjalanan ke Roma kami tiba di kota Pisa pada sore hari. Kami sempatkan untuk mengunjugi menara Pisa meski hari sudah menjelang petang dan turun gerimis. Usai dari menara Pisa, saat makan malam kami baru menyadari ada peserta yang kehilangan paspornya. Puji Tuhan, beberapa jam kemudian setelah membuat laporan kehilangan di kantor polisi diperoleh kabar bahwa paspor tersebut telah "diketemukan". Menjadi pelajaran bagai peserta untuk menjaga barang-barang berharganya khususnya saat berada di tempat umum yang ramai. 

Hari ke-11/ 20 Okt:
Melanjutkan perjalanan peziarahan kami menuju Assisi, kota kelahiran St. Fransiskus Asisi, pelindung negara Itali. Biara Fransiskan di Asisi terletak di perbukitan dan dikelilingi pemandangan yang indah. Biara, gereja dan seminari di kompleks Fransiskan ini masih aktif dipergunakan. Kami mengikuti perayaan Ekaristi di Chapel of Peace. Saat makan siang kami bertemu dengan rombongan peziarah dari Indonesia yang dibimbing oleh Rm Steve dari Pulogebang. Pk 19.00 akhirnya kami masuk kota Roma yang akan menjadi tempat peziarahan terakhir dan utama kami.

Hari ke-12/ 21 Okt:
Pk 08.00 kami checkout dari hotel. Kami berganti transportasi menggunakan bus khusus untuk transportasi dalam kota Roma. Persiapan kami untuk memasuki Pintu Suci (Holy Door) di Basilica St. Petrus, Vatican kami mulai dengan Ibadat pagi sepanjang perjalanan di kota Roma. Romo juga memberikan penjelasan mengenai indulgensi penuh. Kesan kami, Roma kota yang padat dan penuh dengan bangunan kuno yang masih dirawat dan dipergunakan sehingga oleh karena itu Roma mendapat julukan “Kota Abadi”.

Lalu lintas dalam kota lebih padat dari pada biasanya karena hari itu sedang berlangsung pemogokan petugas transportasi publik, banyak penduduk menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan di Roma tidak ubahnya jalanan di Jakarta, macet.

Ritus memasuki Pintu Suci di Basilika St. Petrus (Basilica of Saint Peter) di Vatican untuk mendapatkan Indulgensi Penuh terdiri dari 5 pemberhentian yang dimulai dari Castel Sant Angelo. Para peziarah yang menuju Pintu Suci diberikan jalur khusus, terpisah dari peziarah/ wisatawan lain yang hanya sekedar mengunjungi Basilica St. Petrus. Romo membimbing peziarah melalui ibadat menuju Pintu Suci. Sungguh suatu perasaan dan syukur yang tak terperikan setelah kami melewati Pintu Suci.

Selanjutnya pemandu wisata lokal memberikan penjelasan mengenai basilika St. Petrus, makam para Paus, termasuk St. Petrus, dan katakombe yang berada di bawah tanah. Saat makan siang kami menyempatkan untuk sight seeing di Trevi Fountain. Menutup ziarah di Roma kami mengunjungi Basilika St. Paulus (Basilica of Saint Paul Outside the Walls) dan mengikuti perayaan Ekaristi di salah satu kapel yang ada di dalam Basilica. Basilika St. Paulus adalah satu dari empat basilika utama di Roma. Tiga basilika lainnya adalah Basilika St. Petrus, Basilika St. Yohanes Lateran, dan Basilika St. Maria Maggiore. Usai misa dan mengunjungi makam St. Paulus kami langsung menuju airport untuk penerbangan kembali ke tanah air.



Hari ke-13 / 22 Okt:
Penerbangan Dubai-Jakarta
Tiba di Bandara Soekarno-Hatta hari Sabtu pk 23.00 dilanjutkan dengan bus menuju Harapan Indah. Minggu dinihari pk 01.00 kami tiba di Gereja St. Albertus. Home sweet home.


Epilog

  • Peziarahan ini adalah kali kedua kami mengikuti Prozitas dari Koperasi Tritunggal Paroki Harapan Indah (ziarah sebelumnya ke Tanah Suci/ Yerusalem). Program ziarah yang menurut kami sangat membantu, selain manfaat pembiayaan juga peserta mengikuti proses dalam pemilihan agen/ pemandu wisata.
  • Dari kedua pengalaman ziarah kami mendapatkan pengalaman ziarah yang memiliki nuansa dan latar yang berbeda. Kami bersyukur karena pengalaman ini saling melengkapi pengalaman dan meneguhkan iman dan devosi kami. Meski kami juga meyakini bahwa kepenuhan iman tidak harus diperoleh melalui pengalaman fisik seperti Yesus bersabda "Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya".
  • Perima kasih kami sampaikan kepada rekan-rekan peziarah, pengurus Koperasi, pak Reza yang sangat kompeten & sabar (+terima kasih atas tips "resleting koper"), pembimbing rohani kami - Romo Kesar yang alround. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Oleh Maria & Arif
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT