WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

Bila Anda Mau Menjadi Saudara Yesus

Written By Komsos Albertus on Selasa, 27 Januari 2015 | 10.06


Bila Anda Mau Menjadi Saudara Yesus (Markus 3:31-35)    

Adalah sebuah kabar gembira ketika injil hari ini menegaskan bahwa semua orang yang percaya kepada Kristus adalah saudaraNya. Sering kali kita mendengar lagu populer, "Dalam Yesus Kita Bersaudara" di dalam nyanyian kelompok BIA. Akan tetapi saudara macam apakah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus.

Ketika ibu dan saudara-saudaraNya muncul, Yesus memberikan penegasan baru. Ibu-Ku dan saudara-saudaraKu adalah mereka yang melakukan kehendak Allah. Persaudaraan dengan Yesus tidak lagi dijalin berdasarkan hubungan darah tetapi berdasarkan relasi iman yang percaya dan melaksanakan kehendak Allah.
   

Bunda Maria menjadi bunda Yesus bukan lagi karena didasarkan pada hubungan darah semata tetapi karena Maria bersedia menjawab "ya" kepada panggilan dan kehendak Allah. Karena itu bila anda mau menjadi saudara Yesus lakukan seperti yang dilakukan Bunda Maria: setia melaksanakan kehendak Allah dalam hidup sehari-hari.
   

Pada agama kita ada terdapat banyak peraturan sebagai sarana yang melindungi kita dari perbuatan dosa. Ada 10 perintah Allah, 5 perintah Gereja dan nilai-nilai pewartaan injil yang perlu kita laksanakan dengan kehendak bebas, penuh cinta dan kesetiaan. Jika anda mengaku sebagai saudara-saudari Tuhan Yesus; perintah dan nilai injil manakah yang mau anda jalankan pada hari ini dan seterusnya?

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton SVD

Seminar "Pertumbuhan Rohani"

Written By Komsos Albertus on Senin, 26 Januari 2015 | 14.54

Hanya 4 sesi namun manfaatnya bagi kita akan sungguh luar biasa !  Silahkan bergabung dan ikuti Seminar Pertumbuhan Rohani ini. Materi Seminar Pertumbuhan adalah Jari-Jari Roda Kehidupan Rohani Kita Di Dunia, yang meliputi: Doa, Firman, Pelayanan, Komunitas dengan poros pusatnya adalah Tuhan Yesus sendiri. 


Untuk yang kesekian kalinya Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik menyelenggarakan Seminar Pertumbuhan Rohani. Info mengenai penyelenggaraan seminar yang dulu bisa disimak di tautan ini.

Seminar kali ini terdiri dari 4 sesi sebagai berikut :
  • 1. Doa , 26/1/2015 oleh Bpk. Boy Raharja. 
  • 2. Firman Allah, 2/2/2015 oleh Bpk Juswanto. 
  • 3. Komunitas, 9/2/2015 oleh Bpk Hari Karnadi. 
  • 4. Pelayanan, 16/2/2015 oleh Ibu Sinta Soerio. 
Acara  seminar ini diadakan setiap hari Senin pukul 19.30 WIB di Aula Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah. Jangan lupa bahwa Seminar Pertumbuhan Rohani ini hanya 4 sesi namun manfaatnya akan  luar biasa! 

Dosa Yang Tak Terampuni

Dosa Yang Tak Terampuni (Markus 3:22-30)
       
Sikap dan tindakan yang membenci dan memfitnah bahkan merendahkan orang lain merupakan bentuk perbuatan yang berlawanan dengan tuntutan iman dan moral. Sikap semacam ini membuka peluang bagi Iblis umtuk menutup pikiran dan hati manusia sehingga orang tidak mampu melihat karya keselamatan Allah.

Melihat bahwa sikap semacam ini ada pada ahli Taurat dengan pernyataan sesat yang dibuatnya, bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, maka Yesus mengeluarkan pernyataan yang tegas. Bagaimana sang Iblis itu bisa bersekutu dan bagaimana seorang menerima hukuman kekal akibat dosa yang tidak diampuni.
   

Orang yang menghujat Roh Kudus adalah mereka yang dengan tahu dan mau menolak karunia Allah yang diwartakan Kristus. Dalam konteks injil hari ini dosa melawan Roh Kudus adalah dosa keras kepala yang kelewat batas sampai-sampai seseorang menjadi tertutup sama sekali bagi gerakan Roh Kudus yang mengundang seseorang untuk percaya dan bertobat.
   

Kita semua diundang untuk bertobat mulai dari dalam hati. Pertobatan hati ialah sikap hati yang berubah dari sikap yang mengutamakan kepentingan diri sendiri kepada sikap yang mau menomorsatukan Allah dalam segala-galanya. Pertobatan hati juga berarti membenci perbuatan dosa dan berusaha untuk tidak jatuh ke dalam dosa yang sama.

Sudahkah anda memiliki pertobatan hati ataukah anda mau melawan kata hati, tuntutan iman bahkan moral kekatolikan anda seperti ahli Taurat tersebut? Jika anda masih jatuh dalam sikap dosa yang sama, berubah dan bertobatlah mulai hari ini.

Salam Dalam Sang Sabda
P. Anton SVD

Menjadi Putera-Puteri Allah

Written By Komsos Albertus on Kamis, 22 Januari 2015 | 11.41

Menjadi Putera-Puteri Allah (Markus 3:7-12)     

Gelar 'Putera Allah' sangat lazim digunakan oleh masyarakat Yahudi untuk menyebut 'orang-orang yang dekat dengan Allah'. Akan tetapi gelar "Putera Allah" yang ditujukan kepada Yesus jauh melampaui pemahaman umum orang-orang Yahudi waktu itu. Memang dikatakan dalam injil Markus bahwa roh-roh jahat yang melihat Dia jatuh tersungkur dan berteriak kepadaNya, "Engkaulah Putera Allah." Namun Ia melarangnya untuk memberitahukan siapakah Dia sesungguhnya. 

Ada dua alasan utama dari larangan Yesus tersebut. Yang pertama, Yesus sedang berada dalam proses untuk menjelaskan apa makna "Putera Allah" di dalam diriNya yang akan membuat para murid dan orang di sekitarnya menjadi terkejut dan 'shok' karena berpuncak pada tragedi salib. Dan yang kedua, gelar Putera Allah tersebut bisa membuat orang-orang Yahudi pada saat itu salah mengerti tentang Yesus, pewartaanNya dan seluruh karya keselamatanNya.

Seperti Yesus, kita semua sudah dibaptis dan dilantik menjadi anak-anak Allah. Yesus adalah Putera Bapa yang sulung dan kita adalah Putera-PuteriNya melalui baptisan dan dalam pengakuan iman. Karena itu marilah seperti Yesus, kita tidak mengagungkan gelar keputraan kita, melainkan terus menjadi Putera-Puteri Allah yang mau melakukan segala kehendak Bapa di Surga.

Apakah sampai saat ini anda masih merasa diri sebagai Putera Allah? Jika 'ya', sudahkah anda menjalankan hukum kasihNya dengan komitmen dan kesetiaan? (Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama seperti kepada dirimu sendiri).

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton, SVD

Terus Beriman dan Berbuat Baik

Written By Komsos Albertus on Rabu, 21 Januari 2015 | 10.22



Terus Beriman dan Berbuat Baik (Markus 3:1-6)
  
Orang-orang Farisi memang keterlaluan. Saking cemburunya dan disertai dengan rasa iri terhadap pesona Kristus, mereka jadi buta terhadap kuasa Ilahi yang dibagikan Yesus. Pelbagai mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus semestinya menguatkan iman mereka akan Allah. Namun kehadiran Yesus dilihat sebagai pesaing yang mengalahkan popularitas dirinya. Akhirnya mereka tidak mampu mengimani hadirnya Allah dalam diri Yesus.

Yesus telah berupaya mengajarkan jalan kebajikan dan mewartakan kuasa Ilahi untuk menyelamatkan manusia pendosa. Namun banyak orang menolak Dia. St. Agnes yang kita peringati kenangannya pada hari ini pun ditolak dan dibunuh pada zamannya karena imannya akan Kristus. Di usianya yang masih belia, 12 tahun St. Agnes berani menolak menyembah kaisar Roma sebagai dewa yang menjelma. Akhirnya dia dihukum penjara sampai akhirnya dibakar hidup-hidup di atas tumpukan kayu api. St.Agnes tidak merasa kepanasan dan tetap tersenyum. Hal ini membuat seorang pemuda yang jengkel menghunuskan pedangnya ke leher Agnes shingga ia mati.

Pengalaman ditolak seperti Kristus dahulu rupanya tidak terjadi pada masa St. Agnes saja tetapi juga terjadi pada era sekarang. Namun perlu disadari pula bahwa terkadang sikap hidup kita pun mencerminkan penolakan terhadap Kristus. Karena itu marilah berbenah diri. Beriman berarti berpusat pada Kristus dan mau melakukan kebaikan seperti Yesus pernah melakukannya. Marilah terus berbuat baik meski kita selalu punya dosa. Pakailah prinsip; Satu kali keliru jatuh ke dalam dosa, sepuluh kali berusaha berbuat baik. Alhasil kita pun dengan bantuan rahmat Tuhan Yesus akan diselamatkan.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton SVD.

Bebas Menaati Hukum Tuhan

Written By Komsos Albertus on Selasa, 20 Januari 2015 | 09.15

Bebas Menaati Hukum Tuhan (Markus 3:7-12)
Banyak orang Yahudi taat pada aturan Sabat tetapi tidak memahami mengapa aturan itu ada. Bagi Yesus, menjalankan aturan tetapi pada saat yang sama mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan sama halnya dengan penindasan religius. "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat", kata Yesus. Yesus menekankan makna praktek Sabat bukan bentuk-bentuk yang mengikat.
   

Hidup kita memerlukan aturan untuk menjamin ketertiban umum dan pelaksanaan ajaran iman. Namun nilai yang harus selalu disadari ialah aturan demi keselamatan manusia dan relasi dengan Tuhan. Setiap orang harus melaksanakan aturan dengan hati nurani dan dengan kehendak bebas tanpa paksaan. Begitu halnya dengan hukum Tuhan dan aturan-aturanNya: mulai dari 10 Perintah Allah, nilai-nilai injili sampai ke 5 perintah Gereja dan lain-lain.

Sebab beriman berarti mampu melakukan kehendak Allah dengan hati yang bebas tanpa paksaan. Kalau beriman tetapi merasa tertekan dan tidak bebas sebaiknya jangan pernah memiliki iman tersebut. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Selamat menghidupi dan menjalankan setiap amanat iman anda dengan segenap hati nurani dan kehendak bebas.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton SVD

Jadikan Aku Bersih

Written By Komsos Albertus on Kamis, 15 Januari 2015 | 08.46














JADIKAN AKU BERSIH (MRK 1:40-45)

Penyakit menular menciptakan jurang pemisah di antara manusia. Orang tidak berani mendekati dan didekati takut tertular dan ditulari. Itulah yang dialami orang kusta. Agar penyakitnya tidak menular ia diisolasi dari masyarakat (Im 13:1-59). Tetapi ia ingin sembuh agar bisa berbaur lagi dengan orang lain. Maka ia datang kepada Yesus dan memohon, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." (Mrk 1:40).

Kita bukan orang kusta secara fisik tetapi mungkin memiliki "kusta" yang menulari diri kita. Kata-kata kita yang kotor, penuh fitnah dan gosip, keras dan penuh kebohongan misalnya memisahkan kita dengan orang lain. Orang takut mendekati kita karena takut menjadi korban. Apakah aku salah satu penderitanya?

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
P. Yonas, SVD (QC, 15/1/15)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT