WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

Warta Paroki No. 35 Tgl. 25/26 Juli 2015

Written By KOMSOS Team on Selasa, 28 Juli 2015 | 13.51




Warta Paroki No. 33 Tgl. 11/12 Juli 2015

Written By KOMSOS Team on Jumat, 10 Juli 2015 | 23.24





Camping Orang Muda Katholik St. Albertus Agung “Being Friends With The Nature”


Sebagai Paroki yang baru dilahirkan pada tanggal 14 April 2015 yang lalu, umat di Paroki St. Albertus Agung yang semula hanya 10 wilayah, kini bertambah 3 wilayah baru yaitu wilayah Anastasia, wilayah Fransiskus Asisi, dan wilayah Ignasius Loyola yang sebelumnya merupakan wilayah Paroki Sta. Clara, Bekasi. Karena itu OMK St. Albertus berinisiatif untuk mengadakan sebuah pertemuan yang dapat mengumpulkan teman-teman OMK St. Albertus sendiri dan teman-teman OMK dari wilayah yang baru. Untuk mendekatkan dan mempererat persaudaraan diantara OMK St. Albertus Agung, terutama untuk menyatukan teman-teman OMK dari wilayah yang baru, maka OMK wilayah Sta. Regina Pacis sebagai panitia penyelenggara mengadakan camping OMK yang bertema “Being Friends With The Nature”. Camping ini bukan sekedar camping biasa, namun perpaduan antara camping rohani dan camping character building.


            Dengan segala kesibukan yang dilakukan sehari-hari, OMK wilayah Sta. Regina Pacis menyempatkan diri dari segala rutinitas untuk dapat mengadakan acara camping ini. Dengan berbagai upaya yang dilakukan mulai dari pencarian dana sampai dengan pencarian peserta, akhirnya terselenggaralah Camping OMK St. Albertus Agung ini pada tanggal 26 Juni 2015 sampai 28 Juni 2015.


            Hari pertama dimulai saat kami berkumpul dan berdoa bersama Romo RD. Yustinus Kesaryanto,  yang tidak lain adalah Romo Kepala Paroki St. Albertus untuk mempersiapkan keberangkatan kami ke perkemahan Sukamantri, Gunung Salak-Bogor. Dengan menaiki 5 tronton TNI AD, kami berangkat beriringan sebanyak 120 peserta. Dan akhirnya tanpa kekurangan suatu apapun, sekitar pukul 10.30 pagi, kami sampai di Perkemahan Sukamantri. Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan dengan pemecahan kendi oleh ketua panitia dan perwakilan Dewan Paroki. Karena hari sudah siang, acara kami lanjutkan dengan makan siang bersama di bawah rindangnya pohon dan beralaskan rumput hijau. Namun sampai pada acara ini beberapa teman masih belum mengenal satu-sama lain dan cenderung berkelompok dengan teman-teman yang sudah mereka kenal sebelumnya.

            Hari kedua camping ini adalah hari yang paling ditunggu karena hari ini kegiatan kami sangat padat dengan berbagai games seru. Teman-teman dibagi menjadi beberapa kelompok yang pastinya satu-sama lain belum saling mengenal. Dengan dibantu oleh beberapa kakak pembina pramuka, kami mulai terpecah menjadi beberapa pos. Sampai pada malam hari, kami berkumpul kembali di lapangan yang di tengahnya sudah menyala api unggun. Disana kami berkumpul bersama dan duduk dengan kelompok masing-masing untuk menjalin keakraban antar kelompok. Sesudah acara api unggun, kami diajak untuk menyusuri hutan ditengah gelapnya malam. Sampai larut malam, kira-kira pukul 02.00 kami mengikuti acara jurit malam itu yang di setiap posnya kami mendapatkan pengetahuan tentang arti hidup. Menurut kami suasananya menegangkan, karena kami harus berjalan ditengah hutan pinus dan hanya dibekali 2 lampu senter. Walaupun lelah, akan tetapi setiap anggota kelompok sangat menikmati perjalanan dengan senang hati, sampai pada akhirnya kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.




            Di hari ketiga suasana semakin ramai karena teman-teman sudah saling akrab satu dengan yang lain, bukan hanya dengan anggota kelompoknya saja melainkan dengan anggota kelompok lain serta panitia. Diawali dengan misa bersama yang dipimpin oleh Romo RD. Antonius Pramono dan diiringi oleh paduan suara dari OMK St. Albertus Choir kami melanjutkan acara camping ini dihari yang terakhir. Sampai pada akhirnya kami diarahkan untuk membereskan barang-barang kami, membongkar tenda, foto bersama, dan mempersiapkan diri untuk pulang.

            Banyak hal yang kami dapat dari acara camping ini. Sewaktu keberangkatan dihari pertama, kami sama sekali belum mengenal teman di samping kiri dan kanan, sangat tidak kami sangka bahwa dihari terakhir kami sudah saling akrab seperti sudah lama berteman. Dalam camping ini selain kami mendapat pengalaman baru, kami juga mendapatkan sahabat-sahabat baru yang kami cintai karena kami ingat satu ayat di alkitab yang mengatakan “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus” (Filipi 2: 5). Dari alam kita dapat belajar bahwa kita ini adalah makhluk Tuhan yang diciptakan sungguh agung dan sebaiknya kita mencintai sesama seperti Tuhan sendiri mencintai bumi ini dan seisinya. ­­

-FX. Anindyka & Kornelia H-


Dalih Dalih Pemuridan

Written By KOMSOS Team on Senin, 06 Juli 2015 | 20.37

Seminar Pemuridan sesi ke-6 berjalan sesuai jadwal yaitu hari Senin tanggal 6 Juli 2015. Tema dalam seminar ini adalah " Dalih-Dalih pemuridan" dibawakan dengan baik sekali oleh Bapak Vincent Chandra dari Shekinah.


Kurang lebih 50 peserta hadir dalam seminar yang diselenggarakan oleh Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik di aula Gereja St Albertus Agung Harapan Indah. Seminar Pemuridan ini terdiri dari 8 sesi dan diselenggarakan setiap hari Senin pukul 19.30 WIB sampai selesai.



Seminar ini diakhiri dengan sharing iman dalam beberapa kelompok. Sharing iman ini akan saling memberikan kekuatan dan semangat dalam iman kepada Kristus.


  • APAKAH KEHIDUPAN SAYA SEBAGAI MURID SUDAH MENJADI TELADAN BAGI ORANG LAIN SEPERTI YANG TUHAN YESUS (SANG GURU) KEHENDAKI ? MOHON JELASKAN !
  • PERNAHKAH SAYA BERDALIH SAAT MENERIMA ATAU MENJALANKAN TUGAS PELAYANAN SAYA ? TOLONG DISHARINGKAN !


By Tim PD PKK

SURAT KELUARGA JUNI 2015


REGENERASI

Tuhan itu baik kepada kita
Ada waktu untuk berkarya
Ada waktu untuk mendukung
Ada waktu untuk menikmati dukungan

Setiap orang diundang melayani
Karena memberi yang terbaik dirindukan
Mari memberi sambil memahami
Setiap masa ada berkat tersendiri

Surat keluarga share by: komsos | www.santoalbertus.org
Keluarga dan para pemerhati keluarga terkasih,

Pelayanan kepada keluarga-keluarga adalah sesuatu yang semakin penting dan kompleks. Panggilan pelayanan tidak hanya karena kita mempunyai kemampuan, waktu, ketrampilan, serta iman. Kita juga punya kekhasan dengan usia kita. Tuhan tidak menuntut kita untuk selalu bekerja keras dengan tenaga, tetapi doa dan dukungan moral dibutuhkan-Nya pada karya-karya yang diharapkan-Nya.

Situasi pelayanan keluarga menuntut bukan hanya kemauan dan semangat melayani, tetapi juga tenaga dan kesanggupan fisik serta pelayanan yang tepat-jaman atau dengan terjemahan bebas disebut updated service. Kita sangat berharap datangnya sukarelawan-sukarelawan baru yang masih muda dan mempunyai kemauan serta kesanggupan untuk melayani Gereja.

Mengingat pelayanan para senior saat ini, kita terharu, karena mereka begitu luar biasa dengan kesetiaan, semangat, dan kerja keras dari dulu sampai sekarang. Mereka mendirikan, mengurus, mengorganisir, dan terus menyelenggarakan program-program dan melayani banyak keluarga dengan sukacita. Pelayanan seperti ini pasti mempunyai latar belakang iman dan hidup rohani yang baik. Tuhan telah dibantu oleh tangan-tangan baik pasutri senior kita.

Bagaimana dengan kita yang masih yunior? Apakah kita belum terpanggil? Apakah karya baik yang telah dimulai dan berlangsung harus berhenti? Masih banyak pekerjaan dan bahkan semakin banyak yang harus dilayani seiring jaman yang semakin menantang. Masalah yang rumit dan modern tidak lagi dapat dengan mudah ditangani oleh para tenaga senior. Mereka tentu mempunyai keterbatasan mengatasi jaman digital ini. Para pasutri senior perlu dibantu agar tangan Tuhan tetap menyentuh hidup kita semua.

Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) di paroki dan lingkungan (SKKL) amat membutuhkan tenaga-tenaga muda, agar mereka merasa dilayani oleh “kawan seperjalanan”. Tenaga-tenaga muda tidak dipungkiri mempunyai ketangkasan dan kekuatan fisik serta “keluwesan digital” yang lebih dibanding para senior yang bersemangat itu. Kita sungguh membutuhkan tenaga-tenaga muda di tingkat yang paling bawah (lingkungan) maupun di tingkat paroki bahkan keuskupan.

Keluarga-keluarga muda yang diberkati Tuhan, saya mengajak Anda semua, khususnya pasutri, untuk bergabung bersama laskar SKK di mana saja di Keuskupan Agung Jakarta ini. Kita bersama mau membesarkan Kerajaan Allah melalui karya-karya sederhana kita. Mulai dengan iman, doa, kemauan, membagi waktu, dan mencari bidang yang dianggap dapat ditangani dengan baik. Dari situ, kita dapat bekerja sama mengembangkan pelayanan pada keluarga-keluarga.

Sangat terhormat saya boleh menyampaikan hal ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya pada para senior, baik SKK maupun para senior di komunitas kategorial, seperti Marriage Encounter, Couple For Christ, pengajar KPP (Kursus Persiapan Perkawinan), dan banyak komunitas yang bersahabat. Saya percaya, para senior dengan sukacita akan membimbing para yuniornya. Mereka dengan penuh kegembiraan akan memberi inspirasi bahwa melayani Tuhan itu membawa berkat tersendiri dalam kehidupan keluarga.

Panggilan Tuhan selalu samar-samar dan lembut. Siapa yang mendengarkan panggilan-Nya akan bersukacita. Hakikat hidup manusia yang bermakna selalu karena ia merasa dipakai Tuhan melayani dan melakukan kehendak-Nya. Sungguh berbahagia orang-orang Kristiani yang membawa kabar baik dengan tangan dan keringatnya sendiri. Mari bergabung dalam pelayanan kita!

Melalui Kitab Nabi Yeremia dikatakan, “..Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.” (Yeremia 1:7). Semoga kita semua membawa kabar baik untuk memuliakan Tuhan dengan tangan dan ide-ide kita yang segar dan membawa pembaruan. Saya berdoa untuk pelayanan keluarga kita semua.

Tahun-tahun belakangan dan khususnya tahun depan, akan dipenuhi dengan karya-karya serta program-program keluarga yang semakin banyak. Kami siap mendukung dengan masukan-masukan, pendampingan-pendampingan, pendidikan, dan informasi yang akan berguna bagi pelayanan kita bersama di Keuskupan Agung Jakarta tercinta ini. Tuhan memberkati



GET READY FOR KRK PAROKI SANTO ALBERTUS AGUNG 2015

Written By KOMSOS Team on Kamis, 02 Juli 2015 | 08.58

Pernahkah kita merasakan kemerdekaan dengan benar-benar merdeka? Dari penjajahan? Kebodohan? Kemiskinan? Atau bahkan, merdeka dari dosa? PDOMPKK Lumen Dei paroki St. Alertus Agung bertepatan dengan hari lahirnya negri kita Indonesia yang ke-70 tahun (17 agustus 2015), menyelengarakan KRK (Kebangunan Rohani Katolik) dengan tema “merah darahku putih tulangku katolik imanku”. Kita menjadi 100% Indonesia dan 100% katolik. Di bawah naungan gereja kita memaknai hari kemerdekaan menjadi hari kemerdekaan juga bagi hati-hati kita yang haus akan kasih Allah.



KRK adalah persekutuan doa akbar yang bertujuan membangkitkan iman setiap umat (kaum muda) yang hadir melalui kuasa dalam doa, pujian penyembahan dan firman Allah. Sebagai manusia ciptaan allah, roh dalam tubuh manusia memerlukan penyegaran untuk terus berkontak dengan Kristus. Salah satu cara berkontak dengan Kristus adalah dengan melalui KRK. Sesuai dengan tema yang di angkat yaitu “merah darahku putih tulangku katolik imanku” dengan iman yang teguh kita akan mendapatkan pemulihan, kelegaan, keyakinan kuat dalam menjalani hidup, keselamatan dan sukacita.


Fenomena fenomena yang terjadi dalam kehidupan mengggereja dan keseharian orang muda katolik menjadi tugas utama yang harus di emban oleh Gereja. Hal-hal seperti tidak percaya diri sebagai umat katolik, mudah menyerah, malas, apatis, dan menutup diri dengan gereja adalah bias dari anak-anak muda di gereja katolik. Menyentuh iman kaum muda katolik dengan pujian lagu merupakan kunci yang akan di pegang tim PD Lumen Dei dalam proses membangun kembali hubungan kita dengan Allah. 


Bertempat di John Paul School (lt.3) Harapan Indah KRK ini akan di isi dengan dan persembahan doa, lagu, drama serta hiburan lainnya yang akan memacu gelora orang muda tapi sekaligus mengenalkan kasih kristus. Acara yang dimulai dari jam 15.00 – 20.00 juga akan di isi dengan stand jualan seperti makanan, baju, dll. Dan tak tertutup bagi teman-teman yang ingin berwirausaha ikut ambil bagian membuka stand dapat menghubungi kontak kerabat kita Kanya (085210060696). Dan untuk tiket masuk ke acara KRK ini silahkan menghubungi Anton di (085777112162), kalian hanya di kenakan tarif lima belas ribu rupiah! Sudah termasuk snack, goodie bag, dll! Terbayang ramai dan meriahnya akan seperti apa acara ini. Jadi jangan sampai ketinggalan, follow instagram @krkharapanindah untuk mengetahui info lebih lanjut. Merah darahku Putih tulangku Katolik imanku! 

By Didi, pubdok krk

Saat Telpon bordering

Written By KOMSOS Team on Senin, 29 Juni 2015 | 15.40

Bunyi telepon genggam di sebelahku mengujutkan diriku. Dengan mata terpejam meraba tombol “ Ok” untuk menerima panggilan. Ternyata teman yang tinggal di Cipanas. Aku berusaha bangun dari tempat tidur dan memelekan mataku, meski sesekali masih menguap. Maklum, tidur siang dihari Minggu ini belum terasa puas.

Dari sebrang terdengar temanku bercerita tentang pernikahannya yang belum lama dilangsungkan. Mendengar ceritanya tentu saja aku kecewa. Mengapa aku tidak diundang? Sambil meminta maaf, dia katakana “lupa” karena urusan pernikahan seabreg-abreg. Yah..meski kecewa aku bilang gak apa-apa. Aku sampaikan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru.

Usai menutup telpon, maksud hati hendak melanjutkan tidur, terdengar rebut-ribut di luar rumah. Aku berjalan keluar rumah. Tampak di sebelah rumah banyak orang sedang berkerumun. Dua orang ibu berteriak-teriak saling mencaci. Meski para tetangga, termasuk Pak RT berusaha menenangkan, keributan dua ibu tak kunjung berakhir.

Aku dekati seorang ibu. Ternyata mereka ribut gara-gara anak-anak mereka berantem. Ibu A tidak terima anaknya ditonjok oleh B. Demikian pula Ibu B. Ia tidak terima anaknya ditonjok oleh A. Mereka saling menyalahkan. Lebih dari itu, pertengkaran melebar kemana-mana, bukan lagi masalah kedua anak mereka. Akhirnya, atas desakan warga Pak RT meminta bapak-bapak atau suami-suami membawa istri-istri untuk masuk kedalam rumah masing-masing, meski masih terdengar teriakan dan cacian, setidaknya bapak-bapak atau suami-suaminya bisa mengendalikan.

Ada dua hal penting yang mengena benak saya. Pertama, anak-anak menjadi titik temu para orang tua. Peristiwa sore itu memberi pelajaran berharga bagi saya tatkala seorang menemui jalan buntu dalam pertemanannya, orang tualah yang kena. Relasi pertemana anak negatif, negatif pula relasi para orang tua. Terbersit dibenak ini pemberontakan, “Benarkah demikian ?”. Kalo para orang tua matang dalam pemikiran dan afeksi, tentulah masalah pertemanan anak-anak tidak sampai merusak hubungan para orang tua. Dengan lain kata, hidup bertetangga tetap terjaga. Toh…banyak kali kita melihat anak-anak hari ini berantem, besok main bersama lagi.

Saya berpikir lebih jauh tentang titik temu ini. Mereka yang jarang atau tidak pernah datang dalam berbagai pertemuan jemaat ( pertemuan lingkungan, rapat seksi-seksi, DPP dan sebagainya) dapat berkumpul demi kepentingan anak-anak, seperti sekolah Minggu dan Bina Iman Anak.

Pelajaran kedua dari peristiwa hari itu terkait komunikasi keluarga: bagaimana komunikasi orang tua dengan anak-anak ? Dua hal saya perhatikan: 

  1. Apakah anak-anak bebas bercerita dengan jujur sehingga tidak ada yang disembunyikan ?
  2. Apakah orang tua tidak sekedar membanggakan anak-anaknya tetapi sekaligus juga mengoreksi atau memberi pengarahan ? 

Dalam komunikasi dengan anak-anak haruslah ada kebebasan, kejujuran, dan keterbukaan. Semua itu mengandaikan bahwa anak-anak percaya sungguh bahwa papa-mama mereka sungguh menyayangi mereka. Percaya akan kasih sayang ini membuat anak-anak bebas bercerita, tidak ada tekanan sedikipun. Orang tua yang memberi kesempatan seluas mungkin seperti itu tentunya peka terhadap keinginan anak-anaknya. Tatkala anak-anak mulai tidak jujur dan orang tua tidak mengenalinya, kemungkinan negatif akan sangat besar terjadi. Demikian juga dengan keterbukaan. Dalam kebebasan berceritanya tidak ada yang ditutup-tutupi anak.

Lebih jauh lagi saya berpikik, apakah orang tua sekedar jadi pendengar setia atau penonton dari tingkah polah anak-anak ? Tentu tidak ! Orang tua tidak membiarkan anak-anak berbicara dan bertingkah seenaknya. Nah, disinilah lalu penanaman nila-nilai sungguh diperankan oleh orang tua. Bagaimana anak-anak memiliki sikap dan tingkah laku sopan sebagaimana dikehendaki di masyarakat orang tualah yang mengajari dan mendidik.

Itulah sekilas peristiwa sore hari yang memberikan inspirasi untuk tulisan ini.

Bekasi,25 Mei 2015 | Slamet Romantis









 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT