WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

YESUS MENULIS DOSAMU

Written By Komsos Albertus on Senin, 23 Maret 2015 | 08.47














YESUS MENULIS DOSAMU (YOH 8:1-11)

Menulis dosa orang dalam daftar ingatan kita adalah pekerjaan paling mudah daripada menulis dosa sendiri. Bahkan kita sering menulis dosa orang lain demi menutupi dosa kita sendiri. Para ahli Taurat dan orang Farisi mencatat dosa wanita yang berdosa dan meminta Yesus untuk menghukumnya. Yesus malah menunduk dan menulis dengan jari-Nya di tanah.

Apa yang Yesus tulis? Yang ditulis Yesus adalah dosa orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa diri benar. Seandainya mereka sadar akan dosa-dosa mereka, mereka tidak akan mempermalukan wanita ini secara publik. Sikap Yesus yang menulis di tanah dan tantangan-Nya kepada mereka untuk melempari wanita itu dengan batu membuat mereka malu.

Mereka pergi satu per satu mulai dari yang paling tua. Mengapa mulai dari yang paling tua? Yang paling tua mungkin lebih banyak dosanya karena lebih lama hidup dan lebih tahu banyak hal dibandingkan dengan remaja dan anak-anak.

Kita juga sering bersikap tidak adil terhadap saudara-saudara kita yang berdosa. Kita bukannya menerima masa lalu mereka dan berusaha untuk memperbaikinya tetapi malah dengan bangga mempermalukannya. Yesus menantangmu hari ini, "Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia melemparkan batu ini..." (Yoh 8:7). Apakah anda berani?

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.                            
P. Yonas, SVD. (QC, 23/3/15)

Gereja: Berani menolak dan jangan mencoba NAPZA

Written By Komsos Albertus on Selasa, 17 Maret 2015 | 12.38

Seminar setengah hari dengan tema “Menciptakan Generasi Muda yang Sehat tanpa Narkoba”  diikuti oleh 287 peserta di Gedung Aula Stasi Harapan Indah St. Albertus Agung, Bekasi, Sabtu, 28 Februari 2015. Acara ini menghadirkan Sekertaris komisi Keadilan dan  Perdamaian Konfrensi Wali Greja Indonesia (KWI) Romo Paulus Christian Siswantoko, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara, Kombes Pol Drs. Sumirat Dwiyanto, Msi sebagai pembicara dan hadir  juga Ketua Panitia Ignatius Sutikno.

Dalam seminar, imam yang sering disapa Romo Koko ini memberikan prespektif tentang tindakan menggunakan narkoba bertetangan dengan nilai iman katolik. Narkoba merusak pribadi, ini bertolak belakang dengan kehedak Allah yang menghedaki agar kita menjaga dan menghargai kehidupan. “Hari ini saya mengajak anak –anak muda menghidari narkoba, untuk  tidak tercemar dan hidup sehat.“ ujarnya.



Terkait dengan ini, Kombes Pol Drs. Sumirat Dwiyanto, Msi, memaparkan dari perspektif jenis narkoba, dampak, sifat narkoba, bagaimana penanggulangannya baik dari pihak pemerintah dan semua pihak dengan memberikan edukasi, informasi, dicegah dan direhab hingga tindakan tegas bagi pengguna dan pengedar.

Pada kesempatan tanya jawab Kombes Pol Drs. Sumirat Dwiyato, Msi, menegaskan bahwa perlu meningkatkan kewaspadaan akan narkoba karena menjerat dengan berbagai banyak cara. “Jangan pernah menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal kalau makanan dan minuman itu belum pernah dilihat,” tegasnya menjawab pertanyaan peserta seminar.



Ketua Panitia Ignatius Sutikno menjelaskan, seminar ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan paskah di Stasi Harapan Indah St. Albertus Agung, Bekasi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentengi anak muda untuk tidak terjerumus narkoba dan berterima kasih pada semua panitia yang saling bekerja sama mempersiapkan acara seminar ini.

Seorang peserta seminar, Jeyy Dumatuban (20 tahun) mengaku sangat senang dengan kegiatan ini karna menambah wawasan tentang narkoba. “Sekarang saya paham, sebagai atlit sepak bola di Homay, Singapura. Menggunakan narkoba dengan alasan membah stamina oleh para atlit saat bermain bola, tidak disadari narkoba merusak tubuh dan berdosa, untuk itu saya mengajak semua temen-teman orang muda untuk stop menggunakan narkoba,” tuturnya  pada KOMSOS saat ditemui usai seminar.

Aloys. Supriyono Daduleyn

Pendalaman Iman Lansia

Sejak pagi hari para lansia berdatangan ke Aula Gereja Santo Albertus, Harapan Indah. Ada yang naik becak, carter angkot ramai-ramai, berombongan naik mobil tetapi ada juga yang datang sendirian pakai motor. Begitu semangatnya mereka yang rata-rata usianya diatas 60 tahun ingin mendengarkan firman Tuhan, karena hari ini Sabtu, 14 Maret 2015 ada pendalaman iman yang dipimpin oleh Bapak Bambang Sumantri.



Karena hanya satu kali pertemuan, maka yang dibahas hanya beban (persoalan) dalam kehidupan antara lain menderita sakit, kesepian, penghianatan, kemiskinan/beban ekonomi, kegagalan, konflik keluarga, bencana alam/kecelakaan, dan kematian.

Dilanjutkan dengan sharing yang kebanyakan oma-oma ada lima orang dan yang disharingkan tentang sakit penyakitnya yang karena imannya sakit nya menjadi sembuh, ada seorang opa yang ditinggalkan istrinya dan berjanji monogam tak terceraikan, maka opa tersebut akan setia sampai akhir hayat.



Hari itu juga diadakan acara menonton film bersama, bagaimana seorang penjaga kanal jembatan kereta api yang bisa diangkat kalau ada kapal yang lewat dibawahnya, dan dari kejauhan kereta api akan lewat jembatan harus diturunkan tetapi pada saat bersamaan penjaga melihat anaknya bermain di jembatan kereta tersebut.



Ada dua pilihan menurunkan jembatan supaya kereta bisa lewat dengan selamat tetapi anaknya pasti meninggal atau bertindak sebaliknya dengan tidak menurunkan jembatan untuk menyelamatkan anaknya, dengan tangan gemetar sang penjaga bertindak menurunkan jembatan kereta api dan selamatlah ratusan penumpang kereta api sampai ketujuannya masing-masing.
Pesan moralnya bagaimana Allah mengorbankan anaknya yang mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita semua.

MBS

KAMU AKAN HIDUP

Written By Komsos Albertus on Senin, 16 Maret 2015 | 08.49














KAMU AKAN HIDUP (YOH 4:43-54)

Penyakit membawa penderitaan bahkan mengakibatkan kematian. Karena itu, anggota keluarga berusaha agar si sakit sembuh dan kalau boleh terhindar dari kematian yang datang sebelum waktunya. Kejadian seperti ini juga dialami oleh pegawai istana yang anaknya sakit dan hampir mati. Kesembuhan itu justru terjadi ketika pegawai istana ini jujur mengakui keadaan anaknya di hadapan Yesus. Yesus bukan hanya saja menyembuhkannya, tetapi memberi hidup baru kepada anak itu, "Pergilah, anakmu hidup." (Yoh 4:50).

Kita mungkin tidak sakit secara fisik tetapi sedang sakit batin dan rohani yang mengakibatkan relasi kita dengan sesama dan Tuhan kering bahkan hampir mati. Rasa iri, dendam, marah, mau menang sendiri, tidak peduli dengan sesama, hidup rohani yang amburadul dan kelamnya dosa masa lalu yang tidak disesali adalah jenis-jenis " penyakit baru" yang perlu disembuhkan.

Kesembuhan pelan-pelan akan terjadi ketika orang dengan jujur dan rendah hati mengakui dan menerima bahwa ada masalah dalam dirinya. Kesadaran itulah yang menggerakkan orang mencari jalan agar bangkit dari situasi hidup yang tidak baik dan dosa-dosanya.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda. 
P. Yonas, SVD (QC, 16/3/15)

Pemberkatan Tiang Pancang Gedung Pasturan

Written By Komsos Albertus on Kamis, 12 Maret 2015 | 16.10

Hari Senin, 9 Maret 2015 pagi hari jam 07.00 di pelataran rencana Gedung Pasturan Stasi Harapan Indah - Santo Albertus Agung diadakan upacara Pemberkatan tiang pancang yang dipimpin oleh Romo RD. Kesaryanto yang dihadiri oleh para pengurus PPKGK dengan ketuanya, suster, aktifis Stasi, pengurus Stasi serta pekerja proyek.

Dalam kotbahnya Romo Kesar begitu biasa disapa umat, mengatakan bahwa walaupun beberapa minggu yang lalu sudah diadakan pemberkatan peletakan batu pertama, tetapi penting juga tiang-tiang pancang yang akan menyangga gedung pastoral diberkati supaya dalam masa-masa pembangunan tidak ada musibah yang tidak kita harapkan. Beliau juga berharap para pengurus dan pekerja proyek selalu bersuka cita, jauh dari godaan dan musibah dan tetap semangat.


Seperti kita ketahui bahwa dana yang dibutuhkan untuk membangun sekitar 5 M dan saat ini baru terkumpul kira-kira sepertiganya, juga waktu pembangunan direncanakan 60 minggu dengan catatan dana selalu ada setiap pentahapan pembangunan.

Karena pembangunan gedung pastoran merupakan tanggung jawab kita bersama, Bapak Richard Purukan sebagai ketua PPKGK berharap umat lebih rajin menyumbang dana atau bisa juga menyumbang dalam bentuk bahan bangunan, furniture, benda-benda rohani dll dengan berkoordinasi dengan panitia PPKGK.


Kita tunggu partisipasi umat, supaya agar dalam waktu 60 minggu Gedung Pastoral bisa diresmikan. Semoga...

by Bambang Suprapto

MEMYEMBUHKAN DIRI LEWAT MENGAMPUNI

Written By Komsos Albertus on Selasa, 10 Maret 2015 | 13.15














MEMYEMBUHKAN DIRI LEWAT MENGAMPUNI (MAT 18:21-35)

Salah satu bagian dari Doa Bapa Kami berbicara tentang pengampunan.  Kita meminta Allah mengampuni dosa kita, seperti kita mengampuni kesalahan orang lain. Itu berarti sebelum kita mohon ampun dari Allah, kita sudah harus lebih dahulu mengampuni kesalahan sesama. Apakah kita sudah dan akan terus mengampuni?

Mengampuni akan jadi sulit apabila tidak ada kemauan baik dari dalam hati. Tanpa kemauan, semua jalan tertutup. Jangankan 7 kali, 1 kali pun mungkin terasa susah. Mengapa orang susah mengampuni? Tentu banyak alasan.

Tetapi mengampuni orang lain adalah obat untuk menyembuhkan diri sendiri. Kita disembuhkan dari sakit hati, dendam, tertekan,  sedih, kecewa dan  marah karena disakiti oleh orang lain. Bekas lukanya mungkin saja tetap ada, tetapi rasa sakitnya hilang. Rasa sakit yang hilang itulah yang menghindarkan kita dari kecenderungan untuk balas dendam.
"Ampunilah dan  kamu akan diampuni." (Luk 6:37).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda. 
P . Yonas , SVD

RENDAH HATI MENERIMA YANG LAIN

Written By Komsos Albertus on Senin, 09 Maret 2015 | 09.05














RENDAH HATI MENERIMA YANG LAIN (LUK 4:24-30)

Ditolak oleh orang-orang dekat adalah pengalaman pahit. Pengalaman itu juga dialami Yesus. Ia ditolak oleh orang-orang seasal-Nya hanya karena mereka mengenal keluarga-Nya yang sederhana. Mereka terlalu angkuh dan memandang rendah keluarga Yesus. Mereka berpikir anak tukang kayu mustahil melakukan karya hebat.

Kita juga mungkin sering berlaku seperti orang-orang Nazaret. Ketika teman kita sukses, kita sering membuat banyak alasan untuk menolak kesuksesannya. Ketika ia gagal dan jatuh, kita mencari alasan untuk semakin menguatkan kegagalannya. Sikap seperti ini dengan sendirinya menjauhkan orang lain dari hidup kita. Kita perlu meneladani Yesus. Ia menerima siapa saja termasuk mereka yang Ia ketahui berdosa dan gagal.

Menerima orang lain apa adanya hanya mungkin jika kita rendah hati. Semakin kita rendah hati, semakin banyak tempat kosong dalam hati untuk orang lain. Semakin kita angkuh, semakin kecil tempat kosong dalam hati bagi orang lain.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
P. Yonas, SVD. (QC, 9/3/15)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT