WELCOME... di web resmi Gereja St. Albertus Agung Harapan Indah Bekasi...
BERITA TERBARU

GET READY FOR KRK PAROKI SANTO ALBERTUS AGUNG 2015

Written By KOMSOS Team on Kamis, 02 Juli 2015 | 08.58

Pernahkah kita merasakan kemerdekaan dengan benar-benar merdeka? Dari penjajahan? Kebodohan? Kemiskinan? Atau bahkan, merdeka dari dosa? PDOMPKK Lumen Dei paroki St. Alertus Agung bertepatan dengan hari lahirnya negri kita Indonesia yang ke-70 tahun (17 agustus 2015), menyelengarakan KRK (Kebangunan Rohani Katolik) dengan tema “merah darahku putih tulangku katolik imanku”. Kita menjadi 100% Indonesia dan 100% katolik. Di bawah naungan gereja kita memaknai hari kemerdekaan menjadi hari kemerdekaan juga bagi hati-hati kita yang haus akan kasih Allah.



KRK adalah persekutuan doa akbar yang bertujuan membangkitkan iman setiap umat (kaum muda) yang hadir melalui kuasa dalam doa, pujian penyembahan dan firman Allah. Sebagai manusia ciptaan allah, roh dalam tubuh manusia memerlukan penyegaran untuk terus berkontak dengan Kristus. Salah satu cara berkontak dengan Kristus adalah dengan melalui KRK. Sesuai dengan tema yang di angkat yaitu “merah darahku putih tulangku katolik imanku” dengan iman yang teguh kita akan mendapatkan pemulihan, kelegaan, keyakinan kuat dalam menjalani hidup, keselamatan dan sukacita.


Fenomena fenomena yang terjadi dalam kehidupan mengggereja dan keseharian orang muda katolik menjadi tugas utama yang harus di emban oleh Gereja. Hal-hal seperti tidak percaya diri sebagai umat katolik, mudah menyerah, malas, apatis, dan menutup diri dengan gereja adalah bias dari anak-anak muda di gereja katolik. Menyentuh iman kaum muda katolik dengan pujian lagu merupakan kunci yang akan di pegang tim PD Lumen Dei dalam proses membangun kembali hubungan kita dengan Allah. 


Bertempat di John Paul School (lt.3) Harapan Indah KRK ini akan di isi dengan dan persembahan doa, lagu, drama serta hiburan lainnya yang akan memacu gelora orang muda tapi sekaligus mengenalkan kasih kristus. Acara yang dimulai dari jam 15.00 – 20.00 juga akan di isi dengan stand jualan seperti makanan, baju, dll. Dan tak tertutup bagi teman-teman yang ingin berwirausaha ikut ambil bagian membuka stand dapat menghubungi kontak kerabat kita Kanya (085210060696). Dan untuk tiket masuk ke acara KRK ini silahkan menghubungi Anton di (085777112162), kalian hanya di kenakan tarif lima belas ribu rupiah! Sudah termasuk snack, goodie bag, dll! Terbayang ramai dan meriahnya akan seperti apa acara ini. Jadi jangan sampai ketinggalan, follow instagram @krkharapanindah untuk mengetahui info lebih lanjut. Merah darahku Putih tulangku Katolik imanku! 

By Didi, pubdok krk

Saat Telpon bordering

Written By KOMSOS Team on Senin, 29 Juni 2015 | 15.40

Bunyi telepon genggam di sebelahku mengujutkan diriku. Dengan mata terpejam meraba tombol “ Ok” untuk menerima panggilan. Ternyata teman yang tinggal di Cipanas. Aku berusaha bangun dari tempat tidur dan memelekan mataku, meski sesekali masih menguap. Maklum, tidur siang dihari Minggu ini belum terasa puas.

Dari sebrang terdengar temanku bercerita tentang pernikahannya yang belum lama dilangsungkan. Mendengar ceritanya tentu saja aku kecewa. Mengapa aku tidak diundang? Sambil meminta maaf, dia katakana “lupa” karena urusan pernikahan seabreg-abreg. Yah..meski kecewa aku bilang gak apa-apa. Aku sampaikan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru.

Usai menutup telpon, maksud hati hendak melanjutkan tidur, terdengar rebut-ribut di luar rumah. Aku berjalan keluar rumah. Tampak di sebelah rumah banyak orang sedang berkerumun. Dua orang ibu berteriak-teriak saling mencaci. Meski para tetangga, termasuk Pak RT berusaha menenangkan, keributan dua ibu tak kunjung berakhir.

Aku dekati seorang ibu. Ternyata mereka ribut gara-gara anak-anak mereka berantem. Ibu A tidak terima anaknya ditonjok oleh B. Demikian pula Ibu B. Ia tidak terima anaknya ditonjok oleh A. Mereka saling menyalahkan. Lebih dari itu, pertengkaran melebar kemana-mana, bukan lagi masalah kedua anak mereka. Akhirnya, atas desakan warga Pak RT meminta bapak-bapak atau suami-suami membawa istri-istri untuk masuk kedalam rumah masing-masing, meski masih terdengar teriakan dan cacian, setidaknya bapak-bapak atau suami-suaminya bisa mengendalikan.

Ada dua hal penting yang mengena benak saya. Pertama, anak-anak menjadi titik temu para orang tua. Peristiwa sore itu memberi pelajaran berharga bagi saya tatkala seorang menemui jalan buntu dalam pertemanannya, orang tualah yang kena. Relasi pertemana anak negatif, negatif pula relasi para orang tua. Terbersit dibenak ini pemberontakan, “Benarkah demikian ?”. Kalo para orang tua matang dalam pemikiran dan afeksi, tentulah masalah pertemanan anak-anak tidak sampai merusak hubungan para orang tua. Dengan lain kata, hidup bertetangga tetap terjaga. Toh…banyak kali kita melihat anak-anak hari ini berantem, besok main bersama lagi.

Saya berpikir lebih jauh tentang titik temu ini. Mereka yang jarang atau tidak pernah datang dalam berbagai pertemuan jemaat ( pertemuan lingkungan, rapat seksi-seksi, DPP dan sebagainya) dapat berkumpul demi kepentingan anak-anak, seperti sekolah Minggu dan Bina Iman Anak.

Pelajaran kedua dari peristiwa hari itu terkait komunikasi keluarga: bagaimana komunikasi orang tua dengan anak-anak ? Dua hal saya perhatikan: 

  1. Apakah anak-anak bebas bercerita dengan jujur sehingga tidak ada yang disembunyikan ?
  2. Apakah orang tua tidak sekedar membanggakan anak-anaknya tetapi sekaligus juga mengoreksi atau memberi pengarahan ? 

Dalam komunikasi dengan anak-anak haruslah ada kebebasan, kejujuran, dan keterbukaan. Semua itu mengandaikan bahwa anak-anak percaya sungguh bahwa papa-mama mereka sungguh menyayangi mereka. Percaya akan kasih sayang ini membuat anak-anak bebas bercerita, tidak ada tekanan sedikipun. Orang tua yang memberi kesempatan seluas mungkin seperti itu tentunya peka terhadap keinginan anak-anaknya. Tatkala anak-anak mulai tidak jujur dan orang tua tidak mengenalinya, kemungkinan negatif akan sangat besar terjadi. Demikian juga dengan keterbukaan. Dalam kebebasan berceritanya tidak ada yang ditutup-tutupi anak.

Lebih jauh lagi saya berpikik, apakah orang tua sekedar jadi pendengar setia atau penonton dari tingkah polah anak-anak ? Tentu tidak ! Orang tua tidak membiarkan anak-anak berbicara dan bertingkah seenaknya. Nah, disinilah lalu penanaman nila-nilai sungguh diperankan oleh orang tua. Bagaimana anak-anak memiliki sikap dan tingkah laku sopan sebagaimana dikehendaki di masyarakat orang tualah yang mengajari dan mendidik.

Itulah sekilas peristiwa sore hari yang memberikan inspirasi untuk tulisan ini.

Bekasi,25 Mei 2015 | Slamet Romantis









Dipangil Tuhan dijadikan Duta

Written By KOMSOS Team on Minggu, 28 Juni 2015 | 13.40

Alunan nyanyian “KAU DIPANGGIL TUHAN“ Buku Puji Syukur (683) mengiringi pengalungan salib perutusan Pelantikan Ketua Lingkungan, Kepala Bagian, dan Koordinator Kelompok Kategorial yang baru periode 2015 - 2018, Paroki Santo Albertus Agung, Harapan Indah, Bekasi, Minggu, 28 Juni 2015. 

Acara pelantikan yang dikemas dalam Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki RD Yustinus Kesaryanto. Romo Kesar mengawali khotbahnya dengan bercerita tentang seorang bapak yang memiliki iman yang “ Nekat “. Dikisahkan, seorang bapak berani mengambil resiko yang luar biasa demi pemenuhan kebutuhan biaaya sekolah anak, dengan menjadi pengaman jalanan di lampu merah berpakain layaknya wanita. 

Menurut Romo Kesar, kisah seorang Bapak yang berani mengambil resiko untuk sesuatu yang lebih tinggi dalam hal ini adalah iman yang “ Nekat “. Para Ibu dan Bapak yang dilantik ini juga orang yang nekat, yang mau dilantik menjadi pelayan umat. Kita bersyukur atas iman para Ibu dan Bapak yang melampaui bacaan Injil hari ini. Kita perlu berterimakasih karena siapa lagi kalau bukan para Ibu dan Bapak ini yang mau disibukan dengan pekerjaan yang tidak ada bayarannya. Mau mengurusi masalah orang lain itu tentu karena iman yang luar biasa.

Lebih lanjut Romo Kesar dalam khotbahnya mengajak umat yang hadir untuk memiliki iman yang “ Nekad “; nekat dalam iman, berani ambil resiko baik di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat. “Berkat dan Salib, bukan saja simbol penderitaan Bu, Pak. Tapi, semoga dalam kesulitan yang nanti dihadapi dalam pelayanan para Ibu dan Bapak tidak lupa untuk datang pada Salib dan berdoa memohon rahmat kekuatan untuk melayani umat”, ujar beliau.





Berikut cuplikan undangan kepada para terlantik :
cuplikan undangan bagi para pengurus yang akan dilantik

Kami mengucapkan selamat melayani bagi para pengurus baru periode 2015-2018 dan terima kasih bagi para pengurus periode 2012-2015 yang sudah purna tugas.


** Aloys. Supriyono Daduleyn / KOMSOS

Warta paroki XX No.31 Tgl 27/28 Juni 2015





Warta Paroki XX 30 Tgl 20-21 Juni 2015

Written By KOMSOS Team on Sabtu, 20 Juni 2015 | 14.27





Seminar Pemuridan Sesi ke-3

Written By KOMSOS Team on Senin, 15 Juni 2015 | 20.44

Senin 15 Juni 2015 di aula Gereja Santo Albertus Paroki Harapan Indah diselenggarakan seminar Pemuridan dan ini merupakan sesi yang ke 3 dari total 8 sesi. Tema dari sesi ke-3 ini adalah "Ujian dan Harga yang harus dibayar seorang murid". Seminar ini diselenggarakan oleh Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik (PDPKK) St. Albertus.


Tepat pukul 19.30 WIB acara dimulai dengan pujian-pujian dan dilanjutkan dengan penyembahan kepada Tuhan Yesus yang dipimpin oleh Ibu Anna. Kurang lebih sekitar 40 peserta mendengarkan yang disampaikan oleh bapak Trino Kambali yang merupakan pewarta dari Shekinah Jakarta.


Bagi umat yang berminat dapat mengikuti sesi ke-4 dan selanjutnya di tempat dan waktu yang sama hari Senin depan. Informasi detail dapat menghubungi bapak Januar Pribadi Noko sebagai koordinator PDPKK St. Albertus di nomor 021-94596597

Warta Paroki XX 29 Tgl 13-14 Juni 2015

Written By KOMSOS Team on Sabtu, 13 Juni 2015 | 14.39








 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Develop by WELL PRO MANAGEMENT