MOHON MAAF tampilan web ada gangguan tampilan gambar karena sedang ada maintenance server!
Latest Post

Senin, 24 November 2014

Jadwal Petugas Prodiakon 29-30 November dan 5-7 Desember 2014



Jadwal Petugas Prodiakon Gereja Santo Albertus Harapan Indah untuk tanggal 29-30 November dan 5-7 Desember 2014 adalah sebagai berikut :


Semoga jadwal ini dapat menjadi acuan dan pengingat bagi umat dan para petugas. Bila ada yang perlu ditanyakan dapat menghubungi sekretariat Gereja 021-29477580 atau 021-37977766

Jadwal Petugas Liturgi 29-30 November dan 5-7 Desember 2014



Jadwal Petugas Liturgi Gereja Santo Albertus Harapan Indah untuk tanggal 29-30 November dan 5-7 Desember 2014 adalah sebagai berikut :


Semoga jadwal ini dapat menjadi acuan dan pengingat bagi umat dan para petugas. Bila ada yang perlu ditanyakan dapat menghubungi sekretariat Gereja 021-29477580 atau 021-37977766

Persembahan Hati

Persembahan Hati (Lukas 21:1-4)
   
Setiap Minggu kita diundang untuk memberi kolekte. Tujuan kolekte itu adalah demi kesejahteraan manusia dan kemuliaan Allah. Sebenarnya ketika seseorang memberi kolekte atau pun bahan persembahan, yang ada dipikiran dan hati adalah: "Semuanya Kupersembahkan Untuk Tuhan, "tanpa perlu melihat penerima fisik-nya: yaitu pastor paroki, dewan dan lain-lain.
   

Nah, ketika orang sampai pada pandangan tersebut, maka pasti dia akan mempersiapkan untuk Tuhan sebuah persembahan yang sempurna. Misalkan: meski hanya memiliki seribu rupiah, seseorang memberinya dalam keadaan rapih, tanpa 'dikucak-kucak' karena dia sadar bahwa setiap persembahan adalah lambang pemberian diri kepada Allah.
   

Janda miskin dalam injil hari ini, mempersembahkan hanya dua peser yang adalah seluruh nafkahnya. Karena dia tahu bahwa untuk Tuhan, haruslah yang sempurna. Bahkan ia memberi yang terbaik untuk Tuhan, bukan karena paksaan, melainkan soal 'Hati Yang Mau Memberi!"
   

Setiap hari kita mungkin memberi sesuatu kepada orang lain. Tidak hanya di gereja dalam bentuk kolekte, melainkan juga di dalam aktivitas harian kita. Jikalau kita percaya bahwa Allah hadir dalam diri sesama dan semua yang kita beri adalah untuk kemuliaan Tuhan, maka pemberian kita tidak sia-sia dan sesuai dengan sabda Tuhan hari ini. Sebab yang terpenting adalah bagaimana sikap hati kita dibalik pemberian-pemberian itu. Selamat menentukan sikap!

Salam Dalam Sang Sabda.
Rm. Anton Ebo Resi, SVD

Keluargaku Melayani



Sekitar 103 umat Stasi Harapan Indah St. Albertus Agung mengikuti sosialisasi bulan keluarga dalam rangka menyabut masa Advent tahun 2014 yang diadakan pada hari Minggu, 23 November 2014 di Gedung Aula Stasi Harapan Indah St. Albertus, Bekasi.

Peserta yang hadir adalah perwakilan dari pengurus lingkungan, wilayah, fasilitator dan umat Gereja Santo Albertus Agung. Acara sosialisasi ini diselenggarakan oleh Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) bekerjasama dengan Seksi Kerasulan Kitab Suci.

Acara dimulai dengan registrasi pada pukul 19.00 WIB. Menurut Ketua SKK FX. Williamto Budhiawan, ” Ini adalah kali ketiga sosialisasi bulan keluarga diselenggarakan oleh kami, tema tahun ini  bersama kita mau mencoba membangun sikap melayani dimulai dari keluarga dalam kegembiraan.” katanya.
Pertemuan ini dibagi dalam empat tahap pemaparan sesuai sub tema. Para pembicara memberikan tinjauan tentang materi dan juga memberikan kesempatan sesi tanya jawab.

Aloys. Supriyono Dadu leyn

Sabtu, 22 November 2014

Kebangkitan Badan

Kebangkitan Badan (Lukas 20:27-40)
  
Orang Saduki tidak percaya akan adanya kebangkitan badan, sehingga mereka tidak pernah memahami bagaimana keadaan 'hidup setelah mati. Pikirnya hidup setelah mati itu bakal sama dengan hidup di dunia. Kisah tujuh bersaudara dengan satu istri telah menjadi contoh pemahaman yang keliru tentang kebangkitan badan/ kebangkitan orang mati.
 
Sehingga Yesus tampil dan meluruskan paham yang keliru itu dengan menyatakan bahwa setelah kematian, setiap orang akan hidup bagai malaikat di Surga. Orang tidak akan lagi makan dan minum, tidak akan lagi kawin dan dikawinkan. Manusia telah menjadi anak-anak Allah yang mulia.Sebagai orang Katolik kita tidak selalu sulit untuk percaya pada ajaran Tuhan tersebut. Bahkan kita selalu menegaskan kepercayaan iman ini setiap kali mendaraskan doa aku percaya.
 
Namun satu hal yang paling penting adalah apakah setiap hari dalam hidup, kita mampu menghayati ajaran Tuhan ini? Dalam arti terus berbuat baik dan menjauhkan yang jahat dengan kesadaran bahwa apa yang kita perbuat di dunia ini akan berpengaruh pada keadan hidup setelah mati nanti. Karena apa yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan saat hidup setelah mati itu. Semoga iman akan kebangkitan badan ini memotivasi kita untuk selalu hidup baik dan benar di hadapan Allah dan sesama. 
 
Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton Ebo Resi, SVD

Jumat, 21 November 2014

Baksos dan Bazar WKRI

Info Baksos dan Bazar WKRI

Acara ini akan diselenggarakan pada :
  • Hari Sabtu
  • Tanggal 22 November 2014
  • Pukul 07.30 sampai dengan selesai
  • Lokasi di Balai Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi

Mari kita sukseskan acara ini !

Menjaga Kesucian Kenisah Allah

Menjaga Kesucian Kenisah Allah (Lukas 19:45-48)

Hari ini kita bersama Gereja Katolik sedunia merayakan pesta Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah oleh kedua orangtua-nya: St.Yoakim dan St.Anna. Dan ketika kita dibaptis, diri kita pun dipersembahkan kepada Allah dan menjadi bait suci Allah. Selama hidupnya Bunda Maria telah menjadi Bait Suci Allah yang mengandung dan melahirkan Yesus serta hidup bergantung sepenuhnya kepada kehendak Allah.
   

Hari ini injil berkisah tentang Penyucian Bait Allah. Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua pedagang dengan berkata: "Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang Penyamun." Lalu kapan kita menjadikan rumah Tuhan sebagai sarang penyamun? Yaitu ketika kita berada di rumah Tuhan tidak dengan maksud untuk berdoa. Malahan kita kurang menunjukkan sikap yang sopan dan hormat pada Tuhan. Misalnya berpakaian yang tidak pantas, mengobrol atau bermain alat-alat komunikasi modern, pikiran melamun jauh ke tempat lain, bahkan tidur sewaktu orang lain berdoa.
  

Di pihak lain ketika hati, pikiran dan tindakan kita saat ini masih penuh kebencian, dendam, ketamakan dan keserakahan maka kita sebenarnya sedang menodai diri kita dan membuat diri pribadi sebagai Bait Suci Allah menjadi sarang Penyamun. Kita masing-masing adalah Bait Allah yang diundang untuk saling menguduskan satu sama lain dalam sebuah persekutuan Bait Allah atau Gereja.
   

Semoga teguran Yesus hari ini mendorong kita untuk menggunakan tubuh kita sebagai Bait Allah di mana ada kerinduan untuk berdoa dan bertemu Tuhan di dalam diri di setiap waktu, dan menjadikan Gereja Kudus sebagai tempat persekutuan untuk berdoa dan bertemu Tuhan bersama-sama dengan saudara/i seiman.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton Ebo Resi, SVD.

WARTA

More on this category »

ORANG MUDA KATOLIK

More on this category »

ALTO CLUB

More on this category »

KELOMPOK KATEGORIAL

More on this category »

INFO DEKENAT BEKASI

More on this category »
 
Support : Seputar Harapan Indah DOTcom | WELL PRO | Team KOMSOS
Copyright © 2011. Gereja Santo Albertus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Team Komunikasi Sosial St. Albertus
Proudly powered by Blogger