Biar Tuhan Datang

OMK Wilayah Fransiskus Asisi, Paroki Harapan Indah mengadakan doa Taize pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2016 bertempat di base camp OMK FA yang terletak di Perumahan Graha Persada Sentosa Blok A4/8 Kaliabang Tengah. Ini merupakan bagian dari program OMK Wilayah untuk mengenal lebih dalam tentang tradisi Gereja yang selama ini dihidupi, yaitu doa Taize. 

Sejarah Taize 

Doa Taize berasala dari sebuah Komunitas di desa TaizĂ© dekat Macon –sekitar 390 km dari Paris, Perancis dan didirikan oleh Bruder Roger pada tahun 1940 pada masa Perang Dunia II ketika usianya baru 25 tahun. Semboyannya adalah: “Cintailah, dan ungkapkanlah cinta itu dengan hidupmu.” Banyak orang dari berbagai golongan dan umur, terutama orang muda dari seluruh dunia berkunjung ke TaizĂ© setiap harinya untuk bergabung dalam kehidupan komunitas ini. Sampai hari ini, di Taize dikunjungi oleh begitu banyak orang muda untuk berkumpul dan berdoa. Orang muda yang mencari makna hidup dalam kehidupan mereka juga dalam kebersamaan dengan orang muda dari berbagai penjuru dunia. Ini menjadi ziarah rohani yang mengubah begitu banyak orang muda untuk terus terlibat bersama Tuhan dalam membangun hubungan hubungan kepercayaan di antara umat manusia. Peziarahan ini berlanjut ketika mereka kembali ke tempat asal mereka. Ini diungkapkan dalam keprihatinan mereka, melalui kesiapan mereka dalam mengambil berbagai tanggung jawab untuk membuat dunia menjadi tempat yang layak huni.

Suasana doa meditatif Taize Foto: Anna

Konteks Kita 

Berfoto bersama usai doa Foto: Anna
Menurut Anna Windyartni yang mengenalkan doa Taize ini kepada orang muda di wilayah ini, bahwa doa meditatatif dengan sangat sederhana membantu orang muda untuk memfokuskan diri pada pusat perhatian, yaitu Tuhan sendiri. Lebih lanjut Bu Anna yang sehari-hari menjadi guru di Kolese Kanisius Jakarta mengatakan, “Dengan berdoa hening, kita dibantu untuk diam. Membiarkan Tuhan hadir dalam diri kita, menyediakan waktu untuk membangun keintiman dengan Tuhan sendiri” Setelah selesai doa, masing-masing memberikan kesan terhadap doa yang baru mereka lakukan. Cilla salah satu peserta doa mengatakan, “Saya sungguh merasa tenang, berdiam dalam doa. Saya merasakan kehangatan Tuhan yang hadir dalam keheningan”. Lain lain dengan Thoper, “ini pertama kali saya mengikuti doa taize, sungguh saya rindu saat-saat seperti ini”. Sementara Putri yang juga ketua OMK Wilayah Fransiskus Asisi mengusulkan, “mungkin baik kalau renungannya disesuaikan sesuai konteks orang muda. Lebih lanjut Putri terkesan dengan keheningan. Sandra dan Nager merasa sangat tersentuh hatinya dan merasa sungguh suasana doa yang mereka rasakan. Mereka berharap secara rutin bisa melakukan doa bersama lagi dalam keheningan.


Dipanggil untuk Terlibat 

Dalam renungannya, Thomas mengatakan bahwa orang muda dipanggil seperti Maria, yang dengan iman yang sederhana menyediakan dirinya untuk terlibat dalam peristiwa inkarnasi. Maria menyediakan dirinya, rahimnya, dan menjawab YA pada tawaran keselematan ALLAH. Dengan menjawab YA, maka proses sejarah keselamatan manjadi sangat nyata. Nyata karena Allah yang terlibat dalam hidup manusia, Allah yang mengalami apa yang dialami oleh manusia, dan Allah yang menjelma dalam kemanusiaan dalam diri Yesus. Lebih lanjut Thomas mengatakan dalam renungannya, “Kita orang muda juga dipanggil pada sikap yang sama seperti Maria dan dengan caranya masingmasing kita menanggapi panggilan sebagai orang Kristiani untuk menjadi berkat bagi sesama” imbuhnya. Setelah acara doa taize dilanjutkan dengan acara keakaraban yaitu dengan bakar jagung dan ikan. 

Acara bakar-bakar sebagai sarana keakraban bersama Foto: Anna
By Aan | OMK Wilayah Franciscus Asisi

Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon