Yang Diremehkan Menjadi Berkat Banyak Orang



Wajah sumringah dari keluarga bapak Indra Sumantri Tursadi tidak dapat disembunyikan ketika satu persatu umat datang memberi ucapan selamat atas rumah baru yang ditempatinya. Jumat 17 April 2015 pukul 19.30 adalah hari bahagia bagi  bapak Indra Sumantri Tursadi dan keluarga, karena gereja kecil tempat keluarga ini tinggal akan menerima berkat dari Romo Fransiskus Asisi Heru Kurniawan, SVD atau lebih akrab disapa Romo Heru. Disaksikan dan didoakan bersama oleh sekitar 40 umat yang hadir tentu menjadi kegembiraan tersendiri bagi keluarga ini.

Dalam homili singkatnya, Romo Heru mengulas kembali kisah Yesus memberi makan 5000 orang. Dari mana makanan yang Yesus bagikan bagi orang sebanyak itu? Dari 5 roti jelai dan 2 ekor ikan. 5 roti jelai dan 2 ekor ikan milik seorang anak ternyata menjadi berkat bagi banyak orang. Roti jelai dan ikan adalah makanan yang tidak diperhitungkan. Dianggap sebagai makanan yang tidak berguna, remeh jauh dari kandungan gizi barangkali. Namun Kristus sungguh sangat luar biasa, Ia mencelikkan mata para muridnya dan banyak orang. Dengan kuasa-Nya Ia mampu memberi makan 5000 orang laki-laki, tidak termasuk anak-anak dan kaum perempuan.  Bahkan dalam bacaan selanjutnya dinyatakan, setelah semua kenyang dan makanan dikumpulkan tersisa 12 bakul.



Tuhan mengajarkan kita untuk menghargai sesuatu yang tampaknya sepele, kecil, remeh tidak diperhitungkan, tampak tidak berguna. Bahkan hampir seluruh contoh-contoh atau perumpaan yang Tuhan ambil dalam karya penyelamatan-Nya menggunakan hewan, benda atau orang-orang yang tidak diperhitungkan. Janda miskin yang memberi persembahan, orang Samaria yang baik hati, si kusta yang disembuhkan, keledai sebagai tunggangan Tuhan masuk gerbang Yerusalem dan masih banyak contoh lainnya. Namun dimata Tuhan, sesuatu yang tampak remeh, sepele, tidak berguna akan memiliki makna yang sangat luar biasa. Oleh sebab itu janganlah berkecil hati jika orang lain atau masyarakat memandang kita seperti itu.

Rumah ibarat gereja kecil, oleh sebab itu esensi rumah sebagai tempat berkumpul anggota keluarga untuk saling bertegur sapa, saling merindukan, berdoa, mengucap syukur atas berkat Tuhan, tidak boleh lenyap dari setiap rumah milik Tuhan. Apabila esensi rumah sebagai seperti ini mulai hilang, maka ia hanya akan berupa bangunan /tembok yang justru memisahkan satu dengan lainnya dalam keluarga tersebut. Alunan lagu ” Sungguhlah indah rumahmu Tuhan….” mengiringi pemberkatan ruangan demi ruangan. Doa-doa spontan umat melengkapi ucapan syukur keluarga bapak Indra Sumantri Tursadi dan keluarga.



Sebagai ucapan terima kasih, keluarga menyediakan hidangan  malam, dan sebelum dinikmati bersama, Bapak Emmanuel Christian sebagai ketua Lingkungan Felisitas 4 terpilih didaulat untuk memimpin doa makan malam.
Selamat berbahagia atas rumah baru bagi bapak Indra Sumantri Tursadi dan keluarga, semoga berkat Tuhan melimpah bagi keluarga yang mendiaminya. Amin

Hilarius Amin R
Previous
Next Post »

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah ConversionConversion EmoticonEmoticon