Setia Bersama Kawanan



SETIA BERSAMA KAWANAN (Yoh 10:11-18)

Ungkapan bijak mengatakan, "Sumber mata air yang baik dapat ditemukan pada musim kemarau. Kesetiaan seseorang dapat diukur pada saat situasi sulit." Yesus, Gembala yang baik setia terhadap kawanan-Nya. Ia membandingkan diri-Nya dengan gembala-gembala yang jahat dalam Perjanjian Lama yang bersama kawanan domba pada saat menguntungkan, tetapi lari pada saat bahaya.

Yesus menyebut diri sebagai Gembala Yang Baik karena kesetiaan-Nya bersama manusia yang mencapai puncaknya di atas Salib. Ia memberikan seluruh nyawa-Nya kepada kita kawanan-Nya sebagai ungkapan kasih tertinggi. Gembala bukan kata khusus yang hanya ditujukan kepada para pemimpin dalam Gereja. Kita semua adalah gembala berkat Sakramen Baptis yang kita terima. Kita diberi tugas untuk menjadi gembala yang baik bagi keluarga, masyarakat dan mereka yang kita pimpin dan layani.

Menjadi gembala yang baik berarti menjadi model dalam memberikan nyawa bagi yang lain, setia bersama mereka dalam keadaan apapun. Hidup akan tetap awet jika setiap orang berusaha untuk setia dalam berkorban bagi yang lain. Jika tidak, yang ada hanyalah kematian-kematian kecil, karena setia orang hanya memikirkan diri sendiri dan menjadikan orang lain sebagai korban.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 12/5/14)
Previous
Next Post »