Mengampuni Sepenuh Hati !!!

“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33)

13 September 2020                                                                                                                       Minggu Biasa XXIV


Mengampuni Sepenuh Hati!!!

Anda tahu atau ingat seruan “Melayani dengan sepenuh hati?” Seruan ini memberikan inspirasi bagiku terkait pewartaan sabda minggu ini: “Mengampuni Sepenuh Hati!” Kepenuhan hati menjadi kesadaran banyak orang untuk saat ini. Kepenuhan hati menunjuk pada ketiadaan setengah-setengah. Dengan kata-lain dipahami “sungguh-sungguh”, “tidak main-main”, atau “ketiadaan pura-pura”.

Mengampuni bukanlah sikap dan tindakan pura-pura. Orang tidak dapat pura-pura mengampuni. Dalam komunikasi gaul orang tidak dapat “Aku mengampunimu, tapi BO’ONG!” Kesungguhan dalam mengampuni tentulah sangat dipahami. Di dalamnya terdapat unsur kesembuhan batin. Aku yang tersakiti, telah sembuh, sehingga aku dapat mengampuni. Atau aku tersakiti dan tersembuhkan justru oleh karena aku mengampunimu! Karena mengampuni menunjuk pada penerimaan kembali, maka pengampunan berarti dipulihkannya kembali hubungan inter-personal dan sosial.  

Umat beriman tentulah memiliki jiwa pengampun. Ia telah dianugerahi kasih ilahi. Sebagaimana kasih ilahi menebus segala dosa umat manusia dalam dan melalui karya keselamatan Yesus, demikian pun pengampunan terhadap sesama pada dasarnya menyelamatkan sesama dari keterasingan hidup (dengan Allah dan sesama). Umat beriman ikut serta dalam karya penyelamatan Yesus dengan pengampunan yang tulus. Umat beriman tidak membiarkan sakit hati berubah menjadi dendam (yang bersifat destruktif). Umat beriman ikut menjaga keakraban dalam kebersamaan.

Maka, dapat dikatakan bahwa pengampunan yang tertanam di dalam jiwa merupakan buah kasih ilahi yang telah dianugerahkan Allah. Akankah umat beriman menyia-nyiakan anugerah ini? Tentulah TIDAK! Anugerah haruslah berkembang. Itu artinya, sebagaimana pewartaan Matius, umat beriman senantiasa mengampuni kesalahan dan dosa sesamanya. Umat beriman senantiasa menerima kehadiran sesamanya secara pribadi maupun dalam kebersamaan, meski ia disakiti (ataupun terus disakiti) sesamanya. Ampunilah sesamamu senantiasa, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:22).

Semoga demikian! Amin.


Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy- Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Mengampuni Sepenuh Hati !!!"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel