Jalankan Kewajibanmu!


18 Oktober 2020 Minggu Biasa XXIX

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21)

Jalankan Kewajibanmu! 
Makan wajib ... tapi ada yang harus tidak makan karena hendak menjalani operasi. Tidur wajib ... tapi ada yang harus tidak tidur karena sedang mengerjakan sesuatu. Berhadapan dengan hal seperti itu, bagiku, nilai tertinggi haruslah digapai dan dijadikan pedoman dalam menjalankan kewajiban. Orang tidak dapat mengabaikan kesehatan karena Allah menghendaki semua orang sehat. Keselamatan diri tidak dapat diabaikan karena demikianlah orang sebenarnya kehendaki sebagaimana Allah juga kehendaki.

Aku pikir, keselamatan menjadi nilai tertinggi dalam hidup manusia. Ini tentunya dikehendaki pula oleh Allah. Dalam kenyataan konkret, orang tidak dapat menemukan sifat dikotomis ataupun kontradiktif antara keselamatan pribadi dan kehendak Allah. Beribadah di tempat ibadah itu penting, tapi jauh lebih penting keselamatan di tengah pandemi sekarang ini. Tempat untuk beribadah menjadi relatif nilainya tatkala keselamatan diri terancam. Orang bisa berkorban demi keselamatan lebih besar, yakni tidak hanya dirinya sendiri, tapi sekaligus semakin banyak orang. 

Dari kisah Yesus, aku mendapati kecenderungan untuk membenturkan antara kewajiban (cf. Kehendak) Allah dan kewajiban warga negara. Orang Farisi (mungkin) berpikir bahwa membayar pajak kepada kaisar bukanlah kewajiban, sementara hukuman mengiringi orang yang hendak tidak membayar pajak. Maka, tatkala orang yang berpegang teguh pada “keutamaan” Allah cenderung merelativir kewajiban membayar pajak kepada kaisar. Oleh orang Farisi, Yesus mau “dijebloskan” ke dalam hukum pemerintahan Romawi. 

Umat beriman kiranya penting untuk mencermati kecenderungan Farisiis itu. Tidak ada pertentangan antara kehendak ilahi (biasanya dimengerti sebagai perintah atau kewajiban agama) dengan kewajiban atau tanggung jawab terhadap “negara”. Umat beriman yang adalah warga negara memiliki tanggung jawab membangun kebersamaan negarawi. Ini diwujudkan dalam “kewajiban membayar pajak”. Tanggung jawab ini kiranya tidak dapat direlativir oleh kebobrokan pengelola pajak. Orang harus membayar pajak, tetapi sekaligus menolak pengelolaan yang tidak benar. Orang seharusnya membedakan (bahkan memisahkan) antara membayar pajak dan pengelolaannya. 

Penting pula diperhatikan oleh umat beriman niat jahat Farisis yang oleh Yesus dikatakan “munafik”. Jangan sampai orang beriman dibenturkan pada “tembok” yang mengekang untuk menjalankan kewajiban. Orang pun dapat menekankan kewajiban bernegara dengan mengabaikan tanggung jawab hakiki kemanusiaan. Umat beriman bertanggung jawab atas kehidupan yang ditandai dengan keadilan dan kebenaran. Di samping membayar pajak kepada kaisar, umat beriman terlibat dalam tanggung jawab menjaga kesehatan dan keselamatan sesamanya. Semoga demikian. Amin.

~o0o~



Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Jalankan Kewajibanmu!"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel