Allah Memberikan HidupNYA

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16)

7 Juni 2020                                                                                                                                Hari Raya TRITUNGGAL MAHAKUDUS


Allah Memberikan HidupNya

Untuk kesekian kalinya aku ikut tinggal dengan kakakku. Entahlah sampai kapan aku tidak tahu. Yang kurasakan adalah bahwa aku diterima dan dikasihi. Jikalau tidak tentulah aku tidak diterima dan tidak “dihidupi” hingga sekarang ini. Aku tidak menjadi beban dalam dan bagi hidup kakak. Aku merasakan bahwa kakakku justru terus memikirkan bagaimana kehidupanku ke depan nanti.

Pada hari raya Tritunggal Mahakudus ini, aku merenungi kasih yang selama hidup kualami. Kasih itu menghapus rasa sakit hati dari peristiwa-peristiwa negatif relasional dengan mereka yang dikasihi. Kasih menghendaki yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi yang dikasihi. Kasih memiliki daya tarik yang sangat kuat. Komunikasi kasih tidak menuntut kata-kata untuk memahami dan menerima. Kasih sungguh menyatukan pribadi-pribadi.

Yohanes menemukan betapa agung kasih Allah itu. Ia tidak hanya menghendaki yang terbaik bagi umat manusia yang dikasihiNya, tetapi sekaligus juga memberikan yang terbaik, yakni hidup kekal, hidupNya sendiri. Dalam hal ini, hidup kekal itu berarti berada dalam ikatan kebersamaan tidak hanya dengan seluruh umat manusia, tetapi sekaligus juga dengan Allah. Inilah anugerah terindah bagi dan dalam sejarah hidup umat manusia. Kebersatuan ini mengesampingkan “jumlah banyak”. Kebersamaan mengungkapkan kebersatuan dan ke-“banyak”-an.

Dalam menghadapi pandemi sekarang ini, sangatlah penting kebersamaan itu. Orang tidak bisa hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Jika ingin diri sendiri selamat, ia harus memikirkan orang lain di sekitarnya. Pandemi mengajarkan bahwa keselamatan diri sendiri tidak sekadar kepentingan diri sendiri, tetapi sekaligus kebersamaan. Oleh karena itu, kasih ilahi yang telah diterima umat beriman haruslah nyata dalam kebersamaan seluruh umat manusia. Tindakan personal ada di dalam tindakan bersama. Kasih pada diri sendiri ada dalam kasih kepada sesama.

Maka, sangatlah baik merenungkan Allah yang telah memberikan hidupNya dalam situasi konkret pandemi yang mengancam keselamatan umat manusia. Umat manusia baik secara individual maupun bersama-sama harus memerjuangkan keberlangsungan hidup sebagaimana Allah telah memerjuangkan hidup umat manusia. Dengan memberikan diriNya, Allah telah menyelamatkan umat manusia. Oleh karena itu, umat manusia haruslah saling memerjuangkan hidup sesamanya. Tiada kesia-siaan tatkala orang memerjuangkan kehidupan. Segala sesuatu menyumbangkan nilai hidup bagi dirinya sendiri dan kebersamaan.

Selamat merenung! Tuhan memberkati. Amin.

Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Allah Memberikan HidupNYA"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel