Sehati dengan Yesus

“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Mat 10:37)

28 Juni 2020                                                                                                                              Minggu Biasa XIII


Sehati Dengan Yesus

Setengah tahun yang lalu ibu pergi. Entahlah apakah aku dapat berjumpa lagi, hidup bersama lagi dengannya. Selama setengah tahun ini kusadari bahwa figur ibu begitu kuat, ajaran-ajarannya, nasihat-nasihatnya, ... semuanya. Aku hanya bisa berharap bahwa suatu saat nanti aku dapat berjumpa kembali dan menjalani hidup bersama lagi dengan ibuku.

Pengalaman biasa dan umum itu membawaku pada figur Yesus. Apakah aku mengalaminya sebagaimana aku mengalami dengan ibuku. Aku berani menjawab “TIDAK”, karena aku tidak mengalami kebersamaan dengan Yesus di dunia ini. Namun kekagumanku akan figur Yesus membuatku untuk berusaha menjadi seperti Yesus. Dalam cacat cela hidupku, aku berusaha mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu, termasuk ibuku. Mengasihi Yesus tidak sekadar tahu, memahami, dan mengerjakan semua ajaran Yesus. Mengasihi berarti tersentuh oleh kasihNya yang membuatku mabuk kepayang semata-mata hidupku hanya untuk Yesus. Itu menunjuk pada pengalaman konkret orang yang mencinta. Seluruh hidupku dipersembahkan untuk yang dicintai.

Orang yang mencintai adalah orang yang menyatukan dirinya dengan yang dicintai. Umat beriman menyatukan diri dengan Kristus. Itu berarti bahwa figur Yesus terpancar dari pribadi-pribadi umat beriman. Bukankah tatkala anda menyatukan diri dengan orang lain dalam cinta kasih anda menampakan pribadi yang anda cintai? Anda bukan lagi milik orangtua, tetapi milik orang yang anda cintai. Anda bahkan berani menyingkirkan orangtua dan saudara-saudara anda sendiri demi yang dicintai. Maka, umat beriman pun sebenarnya ditentukan oleh kesehatian dengan Yesus. Orang yang sehati dengan Yesus tentulah akan memancarkan pribadi Yesus. Semoga demikian. Amin.

Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] aroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Sehati dengan Yesus"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel